Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Thursday, 08 August 2019 |
KalbarOnline, Kubu
Raya – Seketaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam meminta pemerintah desa
melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) lebih jeli menangkap peluang-peluang
bisnis yang belum digeluti oleh masyarakat desanya sendiri.
Hal tersebut dikatakan Yusran Anizam saat ditemui usai menghadiri kegiatan Semiloka Penguatan Peran Bumdes dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi di Pedesaan, Selasa (6/8/2019) kemarin.
“Artinya BUMDes ini jangan sampai menjadi pesaing dengan
usaha yang sudah digeluti oleh masyarakat. Carilah peluang bisnis yang tidak
ada di masyarakat, namun dibutuhkan. Atau BUMDes ini menjadi holding dari
usaha-usaha masyarakat,” ucapnya.
Kemudian, lanjutnya, selain provit oriented, BUMDes juga merupakan social oriented yang mempunyai tanggung jawab sosial, hal tersebut
sesuai dengan upaya pemenuhan hak tanggung jawab sosial terhadap kebutuhan
ketersediaan layanan tekonologi informasi yang mampu membuka keterisoliran
daerah.
“Supaya masyarakat desa terakses internet untuk pemenuhan
kebutuhan teknologi informasi masyarakat. Mungkin penganalisaan secara bisnis
layanan telekomunikasi dan internet kurang maksimal terhadap BUMDes, namun misi
sosial terhadap masyarakat tercapai,” jelasnya.
Dijelaskannya, untuk kekurangan pembangunan infrastruktur
jaringan telekomunikasi BTS (Base Transceiver System) di wilayah desa. Pihaknya
komit untuk menyalurkan berupa bantuan-bantuan sosial maupun teknis.
“Satu tower sudah saya tanyakan biayanya sekitar Rp50 juta lengkap
dengan sarana pendukung. Apabila pemerintah desa belum ada kesiapan anggaran,
bisa kita diskusikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kubu Raya untuk
memfasilitasi,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa Kabupaten Kubu Raya, Nursyam Ibrahim meminta kepada seluruh Camat agar
mendorong seluruh desa di wilayah kerjanya untuk membangun BUMDes.
“Karena baru ada 49 desa yang membentuk BUMDes dari 118 desa
yang ada. Saya meminta kepada pak camat segera mendorong setiap desa yang belum
membentuk BUMDes,” pintanya. (ian)
KalbarOnline, Kubu
Raya – Seketaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam meminta pemerintah desa
melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) lebih jeli menangkap peluang-peluang
bisnis yang belum digeluti oleh masyarakat desanya sendiri.
Hal tersebut dikatakan Yusran Anizam saat ditemui usai menghadiri kegiatan Semiloka Penguatan Peran Bumdes dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi di Pedesaan, Selasa (6/8/2019) kemarin.
“Artinya BUMDes ini jangan sampai menjadi pesaing dengan
usaha yang sudah digeluti oleh masyarakat. Carilah peluang bisnis yang tidak
ada di masyarakat, namun dibutuhkan. Atau BUMDes ini menjadi holding dari
usaha-usaha masyarakat,” ucapnya.
Kemudian, lanjutnya, selain provit oriented, BUMDes juga merupakan social oriented yang mempunyai tanggung jawab sosial, hal tersebut
sesuai dengan upaya pemenuhan hak tanggung jawab sosial terhadap kebutuhan
ketersediaan layanan tekonologi informasi yang mampu membuka keterisoliran
daerah.
“Supaya masyarakat desa terakses internet untuk pemenuhan
kebutuhan teknologi informasi masyarakat. Mungkin penganalisaan secara bisnis
layanan telekomunikasi dan internet kurang maksimal terhadap BUMDes, namun misi
sosial terhadap masyarakat tercapai,” jelasnya.
Dijelaskannya, untuk kekurangan pembangunan infrastruktur
jaringan telekomunikasi BTS (Base Transceiver System) di wilayah desa. Pihaknya
komit untuk menyalurkan berupa bantuan-bantuan sosial maupun teknis.
“Satu tower sudah saya tanyakan biayanya sekitar Rp50 juta lengkap
dengan sarana pendukung. Apabila pemerintah desa belum ada kesiapan anggaran,
bisa kita diskusikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kubu Raya untuk
memfasilitasi,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa Kabupaten Kubu Raya, Nursyam Ibrahim meminta kepada seluruh Camat agar
mendorong seluruh desa di wilayah kerjanya untuk membangun BUMDes.
“Karena baru ada 49 desa yang membentuk BUMDes dari 118 desa
yang ada. Saya meminta kepada pak camat segera mendorong setiap desa yang belum
membentuk BUMDes,” pintanya. (ian)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini