Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Thursday, 08 August 2019 |
KalbarOnline, Kubu
Raya – Kebutuhan terhadap layanan internet dan seluler pada era-digital
serba cepat sangat diperlukan oleh masyarakat, terlebih daerah yang terisolir
dengan minimnya digitalisasi. Tentunya hal ini menjadi penghambat dalam
kecepatan mencapai informasi serta urusan birokrasi pemerintah desa yang menggunakan
jasa internet.
Kepala Desa Mengkalang Jambu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Agustar mengatakan, dengan kurangnya pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi BTS (Base Transceiver System) di desanya menjadi penghambat untuk mencapai akses informasi dan komunikasi terhadap perkembangan segala bidang maupun teknologi.
“Kita sangat sadar banyak potensi desa yang harus diakses
keluar, kelemahannya bahwa kita tidak ada internet. Sehingga kita kurang
informasi-informasi untuk meng-update
data-data maupun potensi-potensi untuk diketahui pihak luar daerah,” ujarnya
kepada KalbarOnline usai mengikuti Semiloka dengan tema Penguatan peran BUMDes
dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi di pedesaan, di Aula
Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (6/8/2019) siang.
Dia menerangkan, selama ini sinyal seluler yang didapati dari BTS hanya berada di wilayah-wilayah tertentu. Dengan anggaran desa yang terbatas, dia mengharapkan adanya provider lain untuk membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi BTS di Desa Mengkalang Jambu.
“Karena anggaran kita terbatas, jadi harus dipilah-pilah. Karena profesi masyarakat desa, lebih banyak petani jadi kita menganggarkan mesin perontok padi modern. Kita juga menawarkan kerjasama kepada pihak pemerintah maupun swasta dalam pengembangan usaha penyediaan akses telekomunikasi yang dikelola oleh BUMDes Mengkalang Jambu,” tukasnya. (ian)
KalbarOnline, Kubu
Raya – Kebutuhan terhadap layanan internet dan seluler pada era-digital
serba cepat sangat diperlukan oleh masyarakat, terlebih daerah yang terisolir
dengan minimnya digitalisasi. Tentunya hal ini menjadi penghambat dalam
kecepatan mencapai informasi serta urusan birokrasi pemerintah desa yang menggunakan
jasa internet.
Kepala Desa Mengkalang Jambu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Agustar mengatakan, dengan kurangnya pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi BTS (Base Transceiver System) di desanya menjadi penghambat untuk mencapai akses informasi dan komunikasi terhadap perkembangan segala bidang maupun teknologi.
“Kita sangat sadar banyak potensi desa yang harus diakses
keluar, kelemahannya bahwa kita tidak ada internet. Sehingga kita kurang
informasi-informasi untuk meng-update
data-data maupun potensi-potensi untuk diketahui pihak luar daerah,” ujarnya
kepada KalbarOnline usai mengikuti Semiloka dengan tema Penguatan peran BUMDes
dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi di pedesaan, di Aula
Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (6/8/2019) siang.
Dia menerangkan, selama ini sinyal seluler yang didapati dari BTS hanya berada di wilayah-wilayah tertentu. Dengan anggaran desa yang terbatas, dia mengharapkan adanya provider lain untuk membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi BTS di Desa Mengkalang Jambu.
“Karena anggaran kita terbatas, jadi harus dipilah-pilah. Karena profesi masyarakat desa, lebih banyak petani jadi kita menganggarkan mesin perontok padi modern. Kita juga menawarkan kerjasama kepada pihak pemerintah maupun swasta dalam pengembangan usaha penyediaan akses telekomunikasi yang dikelola oleh BUMDes Mengkalang Jambu,” tukasnya. (ian)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini