Pontianak    

Apresiasi Kinerja Polda, Sutarmidji Harap Sinergitas Terus Ditingkatkan

Oleh : Jauhari Fatria
Tuesday, 01 January 2019
Apresiasi Kinerja Polda, Sutarmidji Harap Sinergitas Terus Ditingkatkan
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline,

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengapresiasi kinerja

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat yang menurutnya semakin hari semakin

membaik.

“Saya sampaikan apresiasi. Yang pertama terkait penilaian

terhadap kinerja dan kepercayaan publik terhadap Polda Kalbar yang semakin baik,”

ujarnya, saat menghadiri Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 di Balai Kemitraan

Polda Kalimantan Barat, Senin (31/12/2018 ) malam.

Hanya saja, lanjut Sutarmidji, zona hijau atau zona

integritas di Kalimantan Barat saat ini baru sekitar 15 persen. Selebihnya,

kata dia, masih dalam zona kuning dan zona merah. Tentu hal ini sangat berat

jika dilakukan tanpa sinergi yang baik antara Pemerintah Provinsi dengan Polda

dan Kodam.

“Zona hijau atau zona integritas di Kalbar itu hanya 15

persen. Sisanya merah dan kuning, ini kerja berat. Tapi sinergi yang baik

antara Pemerintah provinsi dengan Polda dan Kodam XII/Tanjungpura, saya yakin

dalam dua tahun itu bisa berbalik hijau semua,” tukasnya.

Sutarmidji juga mengapresiasi satgas pangan Polda Kalbar

yang mendapat apresisasi dari Mabes Polri karena menjadi yang paling aktif dan

paling banyak menangani kasus se-Indonesia.

“Satgas pangan Alhamdulillah menjadi yang terbaik dan ini

perlu terus kita tingkatkan dan kita jaga, karena Kalbar ini inflasinya sangat

rentan. Tapi Alhamdulillah, kita bisa mengendalikan harga pangan bahkan sangat

terkendali. Inflasi di sektor pangan ini memang tidak begitu besar, yang besar

itu angkutan udara, selalu menyumbang lebih dari 30 persen. Tapi tentu ini

harus terus kita tingkatkan dan kita jaga,” tuturnya.

Selain itu, mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini juga

memberikan catatan kepada Polda Kalbar untuk terus mengedukasi masyarakat guna

menekan angka kejahatan konvensional seperti misalnya curanmor dan sebagainya.

“Mudah-mudahan semakin turun dengan edukasi kita,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kalbar ini juga menginginkan

agar kedepan di tingkat Provinsi segera dibuat aplikasi Smart Police.

Aplikasi berbasis android ini, kata dia, dirancang untuk

membantu masyarakat yang mengalami atau menjadi korban tindak kriminalitas.

Dengan fitur panic button (tombol

panik) pengguna hanya cukup menekan tombol tersebut untuk mendapatkan bantuan

segera dari kepolisian atau masyarakat terdekat dengan lokasi pengguna.

“Aplikasi Smart Police

ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Pontianak untuk melaporkan langsung

kejahatan yang terjadi di sekitarnya. Jadi masyarakat akan saling menjaga. Saya

minta itu dimatangkan lagi dan kita bisa gunakan ini agar semakin efektif dalam

keamanan, sehingga masyarakat bisa menjadi polisi untuk masyarakat yang lain,”

jelasnya.

Midji juga menuturkan bahwa tahun 2019 pihaknya akan terus meningkatkan

sinergitas antara Pemerintah Provinsi dengan Polda dan Kodam XII/Tanjungpura. Terlebih

lagi, mengenai penyimpangan-penyimpangan di sektor perpajakan atau pendapatan

daerah.

“Insya Allah tahun depan kita akan melakukan kerjasama mengenai

penyimpangan-penyimpangan di sektor perpajakan atau pendapatan daerah, karena

ada beberapa yang terindikasi. Nanti akan saya sampaikan dan mungkin bisa

ditangani oleh Polda supaya pendapatan kita (Kalbar) semakin meningkat. Kalau sekarang

Alhamdulillah, pendapatan asli daerah (PAD) kita bisa meningkat dari Rp1,7 triliun

bisa diatas Rp2 triliun sekarang,” imbuhnya.

“Bahkan sekarang ini APBD itu setelah defisit ditangani, dilakukan

penghematan dan meningkatkan manajemen aset, kita bisa surplus sampai Rp338

miliar,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu pula, Sutarmidji kembali menegaskan

komitmennya mewujudkan sebanyak-banyaknya desa mandiri di Kalimantan Barat. Tentu

hal ini, kata dia, dapat terwujud dengan sinergitas yang kuat antara Pemprov

Kalbar dengan Polda dan Kodam XII/Tanjungpura.

“Program desa mandiri ini, saya sangat semangat. Karena Pak Kapolda

dan Pak Pangdam lebih semangat. Kita harus tunjukkan, masa’ dari 2036 desa di Kalbar, hanya ada 1 desa mandiri. Target kita

bersama dalam 5 tahun ada 406 desa mandiri,” tukasnya.

“Bahkan dengan Pergub, nanti kita akan sampaikan ke Mendagri

dan Presiden bahwa inilah model penanganan desa yang benar, untuk menarik atau

melanjutkan nawacita yang membangun dari pinggiran. Maka ditarik dengan program

desa mandiri dan nanti tidak akan ada masalah dalam pembelanjaan dana desa,

karena dari 54 indikator desa mandiri itu akan dibagi yang mana kewenangan

provinsi, kabupaten dan desa itu sendiri. Kita sudah matangkan, mudah-mudahan

2019 langsung jalan,” pungkasnya. (Fai)

Artikel Selanjutnya
Sepanjang 2018, Polda Kalbar Tangani 5.903 Kasus
Tuesday, 01 January 2019
Artikel Sebelumnya
Tsunami di Kendawangan, BMKG Ketapang Tegaskan Hoax
Tuesday, 01 January 2019

Berita terkait