Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Wednesday, 10 October 2018 |
KalbarOnline, Kubu
Raya – Hingga batas akhir 30 September 2018, kampanye imunisasi
measles/campak dan rubella (MR) di Kabupaten Kubu Raya belum mencapai target.
Dari target semula 95 persen, pemerintah daerah hanya mampu mencapai 45,1
persen atau sekitar 71.602 anak dari sasaran 158.762 anak usia 9 bulan-15 tahun
kurang satu hari. Alhasil pelaksanaan imunisasi MR diperpanjang selama satu
bulan hingga 31 Oktober 2018.
Hal ini sesuai surat dari Menteri Kesehatan RI. Merespons
hal itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar pertemuan evaluasi kampanye
imunisasi MR di Aula Bank Kalbar Kubu Raya, Rabu (3/10) lalu yang dihadiri Wakil
Bupati Kubu Raya, Hermanus.
“Ternyata anak-anak di Kubu Raya masih banyak yang tidak
terimunisasi dikarenakan sejumlah hal. Diantaranya masih adanya penolakan,
kurangnya pengetahuan tentang manfaat imunisasi, budaya lokal sebelum anak usia
40 hari tidak boleh keluar rumah, informasi vaksin palsu dan kendala geografis
di Kabupaten Kubu Raya,” kata Hermanus dalam sambutannya.
Terkait hal itu, Hermanus menyebut pentingnya pertemuan
seluruh pemangku kepentingan lintas program dan lintas sektor. Termasuk dari
unsur pimpinan Pondok Pesantren dan Kepala sekolah di wilayah Kabupaten Kubu
Raya.
Dirinya berharap melalui pertemuan akan diperoleh kesamaan
persepsi dalam menetapkan kebijakan dan strategi peningkatan capaian imunisasi
bayi dan pelaksanaan imunisasi massal campak rubella di wilayah Kubu Raya.
Menurutnya, pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab semua komponen
masyarakat.
“Saya minta tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa dan
muspika ikut memantau imunisasi campak rubella di wilayah masing-masing. Jika
ada anak yang belum mendapatkan imunisasi MR, agar melaporkan ke petugas
kesehatan terdekat sehingga bisa diberikan imunisasi di bulan Oktober ini,” tukasnya.
Hermanus berharap perpanjangan waktu yang diberikan
pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan begitu angka capaian imunisasi
bisa meningkat minimal mendekati 95 persen.
“Harapan kita tentu mencapai 100 persen. Karena itu, kita
melakukan konsolidasi agar ada kesamaan persepsi sehingga kegiatan imunisasi
berjalan sukses. Karena kesuksesan tidak hanya ditentukan Pemerintah daerah.
Perlu dukungan semua pihak, baik SKPD terkait maupun tokoh masyarakat dan tokoh
agama. Jika dilakukan, mudah-mudahan hasilnya bisa lebih baik,” tuturnya. (ian/Rio)
KalbarOnline, Kubu
Raya – Hingga batas akhir 30 September 2018, kampanye imunisasi
measles/campak dan rubella (MR) di Kabupaten Kubu Raya belum mencapai target.
Dari target semula 95 persen, pemerintah daerah hanya mampu mencapai 45,1
persen atau sekitar 71.602 anak dari sasaran 158.762 anak usia 9 bulan-15 tahun
kurang satu hari. Alhasil pelaksanaan imunisasi MR diperpanjang selama satu
bulan hingga 31 Oktober 2018.
Hal ini sesuai surat dari Menteri Kesehatan RI. Merespons
hal itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar pertemuan evaluasi kampanye
imunisasi MR di Aula Bank Kalbar Kubu Raya, Rabu (3/10) lalu yang dihadiri Wakil
Bupati Kubu Raya, Hermanus.
“Ternyata anak-anak di Kubu Raya masih banyak yang tidak
terimunisasi dikarenakan sejumlah hal. Diantaranya masih adanya penolakan,
kurangnya pengetahuan tentang manfaat imunisasi, budaya lokal sebelum anak usia
40 hari tidak boleh keluar rumah, informasi vaksin palsu dan kendala geografis
di Kabupaten Kubu Raya,” kata Hermanus dalam sambutannya.
Terkait hal itu, Hermanus menyebut pentingnya pertemuan
seluruh pemangku kepentingan lintas program dan lintas sektor. Termasuk dari
unsur pimpinan Pondok Pesantren dan Kepala sekolah di wilayah Kabupaten Kubu
Raya.
Dirinya berharap melalui pertemuan akan diperoleh kesamaan
persepsi dalam menetapkan kebijakan dan strategi peningkatan capaian imunisasi
bayi dan pelaksanaan imunisasi massal campak rubella di wilayah Kubu Raya.
Menurutnya, pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab semua komponen
masyarakat.
“Saya minta tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa dan
muspika ikut memantau imunisasi campak rubella di wilayah masing-masing. Jika
ada anak yang belum mendapatkan imunisasi MR, agar melaporkan ke petugas
kesehatan terdekat sehingga bisa diberikan imunisasi di bulan Oktober ini,” tukasnya.
Hermanus berharap perpanjangan waktu yang diberikan
pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan begitu angka capaian imunisasi
bisa meningkat minimal mendekati 95 persen.
“Harapan kita tentu mencapai 100 persen. Karena itu, kita
melakukan konsolidasi agar ada kesamaan persepsi sehingga kegiatan imunisasi
berjalan sukses. Karena kesuksesan tidak hanya ditentukan Pemerintah daerah.
Perlu dukungan semua pihak, baik SKPD terkait maupun tokoh masyarakat dan tokoh
agama. Jika dilakukan, mudah-mudahan hasilnya bisa lebih baik,” tuturnya. (ian/Rio)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini