Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Wednesday, 10 October 2018 |
KalbarOnline, Sintang
– Wakil Bupati Sintang, Askiman melakukan kunjungan ke SMP Negeri 3 Ketungau
Tengah, Sabtu siang (6/10/2018). Kunjungan orang nomor dua di Sintang ini dalam
rangka memberikan motivasi bagi para pelajar di wilayah pedalam dan perbatasan,
agar menjadi generasi yang semangat bagi penerus bangsa dan negara di Republik
Indonesia ini.
Dihadapan para siswa siswi SMPN 3 Ketungau Tengah, Wabup
Askiman berharap agar para siswa siswi walaupun dengan kondisi yang masih serba
terbatas ini semangat belajarnya tetap tinggi dan bisa berprestasi.
“Karena semangat belajar dari kita sendiri. Anak-anak, kita
jangan kalah apalagi minder dengan anak SMP di Jakarta, karena kita orang di kampung
pun mempunyai kemampuan yang sama, contohnya
seperti saya, bukannya sekolah di kota tapi juga di kampung daerah
terpencil yaitu di Desa Tanjung Bungai, Kayan Hulu tempat kelahiran saya,”
tutur Askiman.
Wabup Askiman juga menjelaskan bahwa setelah lulus SMP dan SMA
nanti, sebaiknya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tingginya ke AKI
yang nantinya bisa memberikan biasiswa gratis kuliah, karena biaya kuliahnya per
semester hanya bayar sebesar Rp1.500.000,- itu sudah lengkap termasuk biaya
hidup.
Setelah pertemuan dengan para siswa siswi di SMPN 3 Ketungau Tengah, Wabup Askiman juga
melakukan pertemuan dengan para guru dalam rangka membahas permasalahan tunjangan
Khusus yaitu permasalahan tunjungangan khusus guru agama yang diangkat oleh Kementerian
Agama, tunjungan khusus guru sekolah dan tunjangan khusus masalah guru garis depan
(GGD).
“Saya jelaskan, bagi guru agama yang diangkat oleh Kementerian
Agama adalah tanggung jawab Kemenag dalam hal menyediakan dana tunjangan khususnya,
demikian adanya. Lalu yang diangkat oleh Kemendikbud adalah tanggung jawab
Kemendikbud, sementara untuk GGD karena ada kekhususannya yang ditempatkan di kawasan
3T, otomatis mereka wajib mendapatkan tunjungan khusus,” tegas Wabup Askiman.
Menurutnya yang menjadi permasalahan yang disampaikan para
Guru SMPN 3 Ketungau Tengah, bahwa mereka tidak mendapatkan tunjungan khusus bagi
sekolah yang bersangkutan, sedangkan GGD dapat yang menimbulkan kecemburuannya.
“Dalam pertemuan juga dijelaskan bahwa Desa Gut Jaya Bhakti,
Kecamatan Ketungau Tengah ternayata masuk wilayah desa tertinggal, bukan desa
sangat tertinggal sehingga mereka tidak mendapatkan bantuan dana tunjangan khusus,
sedangkan GGD ini adalah program khusus dari Pusat. Sehingga ini ada
kesenjangan bahwa menurut mereka ketidakadilan, ketidakmerataan, namun saya
sudah menjelaskan tentang peraturan yang sudah diatur dari Pemerintah Pusat,”
jelasnnya.
Askiman menambahkan, menyikapi permasalahan nasib tunjangan
khusus bagi guru, yang masih menjadi dilema ini, Pemerintah Kabupaten Sintang akan
semaksimal mungkin memperjuangkan kepada Pemerintah Pusat, tidak hanya bagi
guru yang ada di Kecamatan Ketungau Tengah, namun juga nasib bagi guru-guru yang
ada di kecamatan-kecamatan lain yang ada di Sintang.
Sementara itu, Wakil Kepala SMPN 3 Ketungau Tengah berharap
dengan pertemuan dengan Wakil Bupati Sintang, Askiman ini nantinya bisa
disampikan melalui Pemerintah Kabupaten Sintang kepada Pemerintah pusat tentang tunjangan khusus guru tersebut, agar
mendapatkan pertimbangan dari Pemerintah Pusat. (*/Sg)
KalbarOnline, Sintang
– Wakil Bupati Sintang, Askiman melakukan kunjungan ke SMP Negeri 3 Ketungau
Tengah, Sabtu siang (6/10/2018). Kunjungan orang nomor dua di Sintang ini dalam
rangka memberikan motivasi bagi para pelajar di wilayah pedalam dan perbatasan,
agar menjadi generasi yang semangat bagi penerus bangsa dan negara di Republik
Indonesia ini.
Dihadapan para siswa siswi SMPN 3 Ketungau Tengah, Wabup
Askiman berharap agar para siswa siswi walaupun dengan kondisi yang masih serba
terbatas ini semangat belajarnya tetap tinggi dan bisa berprestasi.
“Karena semangat belajar dari kita sendiri. Anak-anak, kita
jangan kalah apalagi minder dengan anak SMP di Jakarta, karena kita orang di kampung
pun mempunyai kemampuan yang sama, contohnya
seperti saya, bukannya sekolah di kota tapi juga di kampung daerah
terpencil yaitu di Desa Tanjung Bungai, Kayan Hulu tempat kelahiran saya,”
tutur Askiman.
Wabup Askiman juga menjelaskan bahwa setelah lulus SMP dan SMA
nanti, sebaiknya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tingginya ke AKI
yang nantinya bisa memberikan biasiswa gratis kuliah, karena biaya kuliahnya per
semester hanya bayar sebesar Rp1.500.000,- itu sudah lengkap termasuk biaya
hidup.
Setelah pertemuan dengan para siswa siswi di SMPN 3 Ketungau Tengah, Wabup Askiman juga
melakukan pertemuan dengan para guru dalam rangka membahas permasalahan tunjangan
Khusus yaitu permasalahan tunjungangan khusus guru agama yang diangkat oleh Kementerian
Agama, tunjungan khusus guru sekolah dan tunjangan khusus masalah guru garis depan
(GGD).
“Saya jelaskan, bagi guru agama yang diangkat oleh Kementerian
Agama adalah tanggung jawab Kemenag dalam hal menyediakan dana tunjangan khususnya,
demikian adanya. Lalu yang diangkat oleh Kemendikbud adalah tanggung jawab
Kemendikbud, sementara untuk GGD karena ada kekhususannya yang ditempatkan di kawasan
3T, otomatis mereka wajib mendapatkan tunjungan khusus,” tegas Wabup Askiman.
Menurutnya yang menjadi permasalahan yang disampaikan para
Guru SMPN 3 Ketungau Tengah, bahwa mereka tidak mendapatkan tunjungan khusus bagi
sekolah yang bersangkutan, sedangkan GGD dapat yang menimbulkan kecemburuannya.
“Dalam pertemuan juga dijelaskan bahwa Desa Gut Jaya Bhakti,
Kecamatan Ketungau Tengah ternayata masuk wilayah desa tertinggal, bukan desa
sangat tertinggal sehingga mereka tidak mendapatkan bantuan dana tunjangan khusus,
sedangkan GGD ini adalah program khusus dari Pusat. Sehingga ini ada
kesenjangan bahwa menurut mereka ketidakadilan, ketidakmerataan, namun saya
sudah menjelaskan tentang peraturan yang sudah diatur dari Pemerintah Pusat,”
jelasnnya.
Askiman menambahkan, menyikapi permasalahan nasib tunjangan
khusus bagi guru, yang masih menjadi dilema ini, Pemerintah Kabupaten Sintang akan
semaksimal mungkin memperjuangkan kepada Pemerintah Pusat, tidak hanya bagi
guru yang ada di Kecamatan Ketungau Tengah, namun juga nasib bagi guru-guru yang
ada di kecamatan-kecamatan lain yang ada di Sintang.
Sementara itu, Wakil Kepala SMPN 3 Ketungau Tengah berharap
dengan pertemuan dengan Wakil Bupati Sintang, Askiman ini nantinya bisa
disampikan melalui Pemerintah Kabupaten Sintang kepada Pemerintah pusat tentang tunjangan khusus guru tersebut, agar
mendapatkan pertimbangan dari Pemerintah Pusat. (*/Sg)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini