Sintang    

Kunjungan ke SMPN 3 Ketungau Tengah, Wabup Askiman Serap Aspirasi Guru Soal Tunjangan Khusus

Oleh : Jauhari Fatria
Wednesday, 10 October 2018
Kunjungan ke SMPN 3 Ketungau Tengah, Wabup Askiman Serap Aspirasi Guru Soal Tunjangan Khusus
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline, Sintang

Wakil Bupati Sintang, Askiman melakukan kunjungan ke SMP Negeri 3 Ketungau

Tengah, Sabtu siang (6/10/2018). Kunjungan orang nomor dua di Sintang ini dalam

rangka memberikan motivasi bagi para pelajar di wilayah pedalam dan perbatasan,

agar menjadi generasi yang semangat bagi penerus bangsa dan negara di Republik

Indonesia ini.

Dihadapan para siswa siswi SMPN 3 Ketungau Tengah, Wabup

Askiman berharap agar para siswa siswi walaupun dengan kondisi yang masih serba

terbatas ini semangat belajarnya tetap tinggi dan  bisa berprestasi.

“Karena semangat belajar dari kita sendiri. Anak-anak, kita

jangan kalah apalagi minder dengan anak SMP di Jakarta, karena kita orang di kampung

pun mempunyai kemampuan yang sama, contohnya 

seperti saya, bukannya sekolah di kota tapi juga di kampung daerah

terpencil yaitu di Desa Tanjung Bungai, Kayan Hulu tempat kelahiran saya,”

tutur Askiman.

Wabup Askiman juga menjelaskan bahwa setelah lulus SMP dan SMA

nanti, sebaiknya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tingginya ke AKI

yang nantinya bisa memberikan biasiswa gratis kuliah, karena biaya kuliahnya per

semester hanya bayar sebesar Rp1.500.000,- itu sudah lengkap termasuk biaya

hidup.

Setelah pertemuan dengan para siswa siswi  di SMPN 3 Ketungau Tengah, Wabup Askiman juga

melakukan pertemuan dengan para guru dalam rangka membahas permasalahan tunjangan

Khusus yaitu permasalahan tunjungangan khusus guru agama yang diangkat oleh Kementerian

Agama, tunjungan khusus guru sekolah dan tunjangan khusus masalah guru garis depan

(GGD).

“Saya jelaskan, bagi guru agama yang diangkat oleh Kementerian

Agama adalah tanggung jawab Kemenag dalam hal menyediakan dana tunjangan khususnya,

demikian adanya. Lalu yang diangkat oleh Kemendikbud adalah tanggung jawab

Kemendikbud, sementara untuk GGD karena ada kekhususannya yang ditempatkan di kawasan

3T, otomatis mereka wajib mendapatkan tunjungan khusus,” tegas Wabup Askiman.

Menurutnya yang menjadi permasalahan yang disampaikan para

Guru SMPN 3 Ketungau Tengah, bahwa mereka tidak mendapatkan tunjungan khusus bagi

sekolah yang bersangkutan, sedangkan GGD dapat yang menimbulkan kecemburuannya.

“Dalam pertemuan juga dijelaskan bahwa Desa Gut Jaya Bhakti,

Kecamatan Ketungau Tengah ternayata masuk wilayah desa tertinggal, bukan desa

sangat tertinggal sehingga mereka tidak mendapatkan bantuan dana tunjangan khusus,

sedangkan GGD ini adalah program khusus dari Pusat. Sehingga ini ada

kesenjangan bahwa menurut mereka ketidakadilan, ketidakmerataan, namun saya

sudah menjelaskan tentang peraturan yang sudah diatur dari Pemerintah Pusat,”

jelasnnya.

Askiman menambahkan, menyikapi permasalahan nasib tunjangan

khusus bagi guru, yang masih menjadi dilema ini, Pemerintah Kabupaten Sintang akan

semaksimal mungkin memperjuangkan kepada Pemerintah Pusat, tidak hanya bagi

guru yang ada di Kecamatan Ketungau Tengah, namun juga nasib bagi guru-guru yang

ada di kecamatan-kecamatan lain yang ada di Sintang.

Sementara itu, Wakil Kepala SMPN 3 Ketungau Tengah berharap

dengan pertemuan dengan Wakil Bupati Sintang, Askiman ini nantinya bisa

disampikan melalui Pemerintah Kabupaten Sintang kepada Pemerintah pusat  tentang tunjangan khusus guru tersebut, agar

mendapatkan pertimbangan dari Pemerintah Pusat. (*/Sg)

Artikel Selanjutnya
Buka Seminar dan KKR di GSPK Nanga Enteloi, Askiman Harap Jemaat Terus Pupuk Toleransi Umat Beragama
Wednesday, 10 October 2018
Artikel Sebelumnya
Buka Bimtek LPJ Desa, Wabup Askiman Minta Perangkat Desa Tingkatkan Kemampuan
Wednesday, 10 October 2018

Berita terkait