Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Wednesday, 10 October 2018 |
KalbarOnline, Pontianak
– Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji berharap Provinsi Kalbar bisa dapat
menjadi model percontohan di nasional dalam penanganan masalah-masalah terkait
dengan desa.
“Kita berupaya program utama kita adalah membuat desa
mandiri,” ucap Sutarmidji, saat menghadiri Rapat Kordinasi (Rakor) Sinergitas
Tiga Pilar di wilayah Provinsi Kalbar bertempat di aula Kodam XII/ Tanjungpura,
Selasa (9/10/2018).
Dikatakannya, untuk saat ini desa sangat tertinggal sebanyak
566 desa, desa tertinggal sebanyak 865 desa, desa berkembang sebanyak 349 desa,
desa maju sebanyak 54 desa dan hanya ada 1 desa mandiri, sementara desa yang
belum terklasifikasi ada sebanyak 196 desa.
“Di Kalbar ini, desa mandiri cuma satu desa saja, dengan
sinergitas tiga pilar ini diharapkan bisa mempercepat perubahan perubahan di
desa-desa,” ujarnya.
Guna mewujudkan desa mandiri selama pemerintahannya, Sutarmidji
pun menargetkan ratusan desa di Kalbar menjadi desa mandiri.
“Target kami sesuai dengan RPJMD sebanyak 64 desa, tapi
dengan adanya sinergitas ini saya pun memasang target 20 persen desa yang ada.
Target ini sebenarnya ide gila, tapi Insya Allah Pak Pangdam dan Pak Kapolda
mendukung. Saya optimis,” tegasnya.
Dijelaskannya, sinergitas yang diinisiasi oleh Panglima
Kodam XII/ Tpr Mayjen TNI, Achmad Supriyadi merupakan wujud kerjasama antara
pemerintah daerah dengan TNI dan Polri.
“Saya kaget juga RPJMD kita (Kalbar) itu yang sasarannya
percepatan desa mandiri direspon oleh beliau-beliau (TNI-Polri) dengan cepat.
Dan Sinergi tiga pilar ini Insya Allah akan terus kita lakukan,” tukasnya.
Sementara itu, Panglima Kodam XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad
Supriyadi mengatakan, sinergitas tiga pilar yang didalamnya pihak Koramil,
Kapolsek dan Kecamatan yang mana merupakan ujung tombak tata kelola
pemerintahan di daerah agar bisa sinergi menuju tata kelola pemerintahan yang
baik.
“Tiga pilar ini kan ujung tombak pemerintah di daerah maka
harus sinergi dan kompak untuk tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Achmad
Supriyadi.
Sedangkan untuk target yang telah disampaikan oleh Gubernur Kalbar,
dirinya mengaku siap memenuhi dan bersama-sama mewujudkan desa mandiri.
“Untuk target dari Pak Gubernur, kita bisa terealisasi guna
mewujudkan desa mandiri, tapi kita tidak bisa mengambil perbandingan sama
persis desa mandiri seperti di pulau Jawa,” ujarnya.
Dikatakannya, membentuk desa mandiri ini juga sesuai dengan
Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, maka sangat jelas keberpihakan
pemerintah untuk memberikan regulasi dan penguatan terhadap Desa.
“Dengan harapan terwujud konstruksi desa ke depan menjadikan
desa yang maju, mandiri dan sejahtera tanpa harus kehilangan jati dirinya,”
imbuhnya. (Nasir Humas/Fai)
KalbarOnline, Pontianak
– Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji berharap Provinsi Kalbar bisa dapat
menjadi model percontohan di nasional dalam penanganan masalah-masalah terkait
dengan desa.
“Kita berupaya program utama kita adalah membuat desa
mandiri,” ucap Sutarmidji, saat menghadiri Rapat Kordinasi (Rakor) Sinergitas
Tiga Pilar di wilayah Provinsi Kalbar bertempat di aula Kodam XII/ Tanjungpura,
Selasa (9/10/2018).
Dikatakannya, untuk saat ini desa sangat tertinggal sebanyak
566 desa, desa tertinggal sebanyak 865 desa, desa berkembang sebanyak 349 desa,
desa maju sebanyak 54 desa dan hanya ada 1 desa mandiri, sementara desa yang
belum terklasifikasi ada sebanyak 196 desa.
“Di Kalbar ini, desa mandiri cuma satu desa saja, dengan
sinergitas tiga pilar ini diharapkan bisa mempercepat perubahan perubahan di
desa-desa,” ujarnya.
Guna mewujudkan desa mandiri selama pemerintahannya, Sutarmidji
pun menargetkan ratusan desa di Kalbar menjadi desa mandiri.
“Target kami sesuai dengan RPJMD sebanyak 64 desa, tapi
dengan adanya sinergitas ini saya pun memasang target 20 persen desa yang ada.
Target ini sebenarnya ide gila, tapi Insya Allah Pak Pangdam dan Pak Kapolda
mendukung. Saya optimis,” tegasnya.
Dijelaskannya, sinergitas yang diinisiasi oleh Panglima
Kodam XII/ Tpr Mayjen TNI, Achmad Supriyadi merupakan wujud kerjasama antara
pemerintah daerah dengan TNI dan Polri.
“Saya kaget juga RPJMD kita (Kalbar) itu yang sasarannya
percepatan desa mandiri direspon oleh beliau-beliau (TNI-Polri) dengan cepat.
Dan Sinergi tiga pilar ini Insya Allah akan terus kita lakukan,” tukasnya.
Sementara itu, Panglima Kodam XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad
Supriyadi mengatakan, sinergitas tiga pilar yang didalamnya pihak Koramil,
Kapolsek dan Kecamatan yang mana merupakan ujung tombak tata kelola
pemerintahan di daerah agar bisa sinergi menuju tata kelola pemerintahan yang
baik.
“Tiga pilar ini kan ujung tombak pemerintah di daerah maka
harus sinergi dan kompak untuk tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Achmad
Supriyadi.
Sedangkan untuk target yang telah disampaikan oleh Gubernur Kalbar,
dirinya mengaku siap memenuhi dan bersama-sama mewujudkan desa mandiri.
“Untuk target dari Pak Gubernur, kita bisa terealisasi guna
mewujudkan desa mandiri, tapi kita tidak bisa mengambil perbandingan sama
persis desa mandiri seperti di pulau Jawa,” ujarnya.
Dikatakannya, membentuk desa mandiri ini juga sesuai dengan
Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, maka sangat jelas keberpihakan
pemerintah untuk memberikan regulasi dan penguatan terhadap Desa.
“Dengan harapan terwujud konstruksi desa ke depan menjadikan
desa yang maju, mandiri dan sejahtera tanpa harus kehilangan jati dirinya,”
imbuhnya. (Nasir Humas/Fai)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini