Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 23 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif.
Hal itu disampaikannya saat membuka workshop “Pokok Telok” dalam rangka Ladies Program Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Regional Kalimantan yang digelar di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan Ladies Program tersebut diikuti peserta dari berbagai kota di Kalimantan sebagai ruang berbagi budaya sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah.
Yanieta menjelaskan, pokok telok bukan sekadar keterampilan, tetapi memiliki nilai filosofi budaya yang kuat. Tradisi ini melambangkan kerapian, ketekunan, doa, keberkahan, kesuburan, hingga kebahagiaan, yang biasa hadir dalam berbagai acara adat seperti khitanan, pernikahan, akikah, hingga khataman Al-Qur’an.
“Melalui workshop ini, kami ingin membagikan budaya tradisional agar tetap hidup dan lestari. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kesabaran dan ketelitian,” katanya.
Ia menambahkan, keterampilan membuat pokok telok juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena itu, Dekranasda Kota Pontianak turut melakukan pembinaan kepada kelompok disabilitas agar ikut terlibat dalam pengembangan kerajinan tersebut.
Selain workshop, kegiatan ini juga diramaikan dengan fashion show yang menampilkan motif dan kearifan lokal Kota Pontianak, termasuk motif caping yang terinspirasi dari topi tradisional nelayan di Kampung Caping, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara.
Yanieta menyebut Kampung Caping kini berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif masyarakat yang mendapat perhatian luas. Bahkan, istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda, disebut sempat berkunjung dan memberikan apresiasi terhadap kreativitas warga setempat.
Mengusung tema “Perempuan Berdaya Mendukung Fiskal Tangguh Menuju Kota Tumbuh”, Yanieta menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi, pelestari budaya, dan penjaga nilai sosial.
“Peran Tim Penggerak PKK, Dekranasda, Dharma Wanita, dan organisasi perempuan lainnya sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Dari tangan perempuan lahir banyak gagasan baik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas kolaborasi antarkota di Kalimantan, sehingga masing-masing daerah bisa saling belajar dan memperkaya budaya maupun produk kreatif.
Dalam kesempatan itu, Yanieta juga memperkenalkan Kota Pontianak sebagai kota kuliner dengan daya tarik tersendiri meski tidak memiliki wilayah yang luas.
“Kota Pontianak memang tidak terlalu luas, namun cukup dirindukan bagi siapa pun yang pernah berkunjung karena terkenal dengan wisata kulinernya. Selain itu, Pontianak juga dikenal sebagai kota dengan seribu warung kopi,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif.
Hal itu disampaikannya saat membuka workshop “Pokok Telok” dalam rangka Ladies Program Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Regional Kalimantan yang digelar di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan Ladies Program tersebut diikuti peserta dari berbagai kota di Kalimantan sebagai ruang berbagi budaya sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah.
Yanieta menjelaskan, pokok telok bukan sekadar keterampilan, tetapi memiliki nilai filosofi budaya yang kuat. Tradisi ini melambangkan kerapian, ketekunan, doa, keberkahan, kesuburan, hingga kebahagiaan, yang biasa hadir dalam berbagai acara adat seperti khitanan, pernikahan, akikah, hingga khataman Al-Qur’an.
“Melalui workshop ini, kami ingin membagikan budaya tradisional agar tetap hidup dan lestari. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kesabaran dan ketelitian,” katanya.
Ia menambahkan, keterampilan membuat pokok telok juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena itu, Dekranasda Kota Pontianak turut melakukan pembinaan kepada kelompok disabilitas agar ikut terlibat dalam pengembangan kerajinan tersebut.
Selain workshop, kegiatan ini juga diramaikan dengan fashion show yang menampilkan motif dan kearifan lokal Kota Pontianak, termasuk motif caping yang terinspirasi dari topi tradisional nelayan di Kampung Caping, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara.
Yanieta menyebut Kampung Caping kini berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif masyarakat yang mendapat perhatian luas. Bahkan, istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda, disebut sempat berkunjung dan memberikan apresiasi terhadap kreativitas warga setempat.
Mengusung tema “Perempuan Berdaya Mendukung Fiskal Tangguh Menuju Kota Tumbuh”, Yanieta menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi, pelestari budaya, dan penjaga nilai sosial.
“Peran Tim Penggerak PKK, Dekranasda, Dharma Wanita, dan organisasi perempuan lainnya sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Dari tangan perempuan lahir banyak gagasan baik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas kolaborasi antarkota di Kalimantan, sehingga masing-masing daerah bisa saling belajar dan memperkaya budaya maupun produk kreatif.
Dalam kesempatan itu, Yanieta juga memperkenalkan Kota Pontianak sebagai kota kuliner dengan daya tarik tersendiri meski tidak memiliki wilayah yang luas.
“Kota Pontianak memang tidak terlalu luas, namun cukup dirindukan bagi siapa pun yang pernah berkunjung karena terkenal dengan wisata kulinernya. Selain itu, Pontianak juga dikenal sebagai kota dengan seribu warung kopi,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini