Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 19 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (Untan) resmi membuka dua program studi baru, yakni Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Program Spesialis serta Program Studi Ilmu Farmasi Program Magister.
Peluncuran dua prodi baru tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Fauzan, di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (19/5/2026).
Rektor Universitas Tanjungpura, Garuda Wiko mengatakan, pembukaan Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif menjadi bagian dari upaya Untan membantu memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Kalimantan Barat yang hingga kini masih terbatas.
Menurutnya, Untan mendapat kepercayaan sekaligus penugasan dari kementerian untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis di daerah.
“Kita mendapat kepercayaan dan penugasan dari kementerian untuk menyelenggarakan program spesialis. Yang pertama kita launching adalah anestesiologi dan terapi intensif,” ujar Garuda Wiko.
Ia mengungkapkan, jumlah dokter spesialis anestesi di Kalbar saat ini masih belum mencukupi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Karena itu, kehadiran program spesialis baru ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat.
“Mudah-mudahan ini dapat menjawab kebutuhan dokter spesialis anestesi di Kalbar dan mempertinggi layanan kesehatan di Kalbar,” katanya.
Dalam penyelenggaraannya, Fakultas Kedokteran Untan juga bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai institusi pembina. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mendukung kualitas pendidikan serta transfer pengalaman dalam pengelolaan program spesialis.
“Mereka akan menjadi pembina kami karena pengalaman mereka akan dibagikan kepada Untan,” jelasnya.
Garuda menambahkan, peserta program spesialis nantinya diprioritaskan berasal dari daerah yang memiliki komitmen mengirimkan dokter untuk menempuh pendidikan spesialis. Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter diharapkan kembali bertugas di daerah asal masing-masing.
“Dokter yang dikirim daerah nantinya harus kembali lagi ke kabupaten atau kota yang mengirimkannya,” tegasnya.
Selain membuka dua program studi baru, Untan saat ini juga masih mengajukan sejumlah program studi lain yang sedang dalam tahap rekomendasi dan evaluasi kementerian.
Garuda menegaskan, sejak awal Fakultas Kedokteran Untan memang dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis di Kalimantan Barat, termasuk dokter spesialis yang hingga kini masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.
“Sejak awal Fakultas Kedokteran Untan memang dibangun untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di daerah. Karena itu, kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota di Kalbar terus diperkuat, termasuk dalam program pendidikan dokter spesialis,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (Untan) resmi membuka dua program studi baru, yakni Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Program Spesialis serta Program Studi Ilmu Farmasi Program Magister.
Peluncuran dua prodi baru tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Fauzan, di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (19/5/2026).
Rektor Universitas Tanjungpura, Garuda Wiko mengatakan, pembukaan Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif menjadi bagian dari upaya Untan membantu memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Kalimantan Barat yang hingga kini masih terbatas.
Menurutnya, Untan mendapat kepercayaan sekaligus penugasan dari kementerian untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis di daerah.
“Kita mendapat kepercayaan dan penugasan dari kementerian untuk menyelenggarakan program spesialis. Yang pertama kita launching adalah anestesiologi dan terapi intensif,” ujar Garuda Wiko.
Ia mengungkapkan, jumlah dokter spesialis anestesi di Kalbar saat ini masih belum mencukupi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Karena itu, kehadiran program spesialis baru ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat.
“Mudah-mudahan ini dapat menjawab kebutuhan dokter spesialis anestesi di Kalbar dan mempertinggi layanan kesehatan di Kalbar,” katanya.
Dalam penyelenggaraannya, Fakultas Kedokteran Untan juga bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai institusi pembina. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mendukung kualitas pendidikan serta transfer pengalaman dalam pengelolaan program spesialis.
“Mereka akan menjadi pembina kami karena pengalaman mereka akan dibagikan kepada Untan,” jelasnya.
Garuda menambahkan, peserta program spesialis nantinya diprioritaskan berasal dari daerah yang memiliki komitmen mengirimkan dokter untuk menempuh pendidikan spesialis. Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter diharapkan kembali bertugas di daerah asal masing-masing.
“Dokter yang dikirim daerah nantinya harus kembali lagi ke kabupaten atau kota yang mengirimkannya,” tegasnya.
Selain membuka dua program studi baru, Untan saat ini juga masih mengajukan sejumlah program studi lain yang sedang dalam tahap rekomendasi dan evaluasi kementerian.
Garuda menegaskan, sejak awal Fakultas Kedokteran Untan memang dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis di Kalimantan Barat, termasuk dokter spesialis yang hingga kini masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.
“Sejak awal Fakultas Kedokteran Untan memang dibangun untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di daerah. Karena itu, kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota di Kalbar terus diperkuat, termasuk dalam program pendidikan dokter spesialis,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini