Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 18 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi banyak keluarga prasejahtera di Indonesia, kehadiran pendamping usaha kecil menjadi hal penting yang sering kali luput dari perhatian.
Di saat sebagian anak muda usia 17 hingga 25 tahun masih berada dalam fase mencari jati diri atau menikmati masa transisi menuju kedewasaan, ada generasi muda yang memilih mengambil peran lebih cepat sebagai Account Officer (AO) Permodalan Nasional Madani atau PNM.
Mayoritas merupakan lulusan SMA dan SMK, para AO muda ini turun langsung mendampingi ibu-ibu prasejahtera yang berjuang menghidupi keluarga lewat usaha kecil.
Mereka hadir di tengah masyarakat, membersamai perjuangan para ibu yang menjadikan usaha sederhana sebagai jalan keluar dari tekanan ekonomi dan kemiskinan.
“Menjadi AO bukan pekerjaan mudah. Ada hari-hari ketika lelah datang lebih dulu daripada waktu istirahat. Ada saat ketika mereka harus belajar menjadi dewasa lebih cepat dibanding teman-teman sebayanya. Terik matahari, jalanan rusak, perjalanan panjang berkilometer, hingga medan yang tak selalu ramah menjadi bagian dari keseharian mereka,” demikian keterangan resmi yang diterima dari PNM.
Meski penuh tantangan, para AO tetap menjalankan tugas dengan satu tujuan besar, yakni memastikan usaha kecil para nasabah tetap berjalan dan keluarga-keluarga prasejahtera tetap memiliki harapan untuk hidup lebih baik.
Di lapangan, tantangan yang dihadapi tidak hanya soal jarak dan cuaca.
Mereka juga harus menghadapi berbagai dinamika dalam pertemuan kelompok, mulai dari nasabah yang berhalangan hadir karena kebutuhan mendesak, usaha yang belum berkembang optimal, hingga persoalan keluarga yang memengaruhi kemampuan para ibu dalam menjalankan usaha.
Di titik inilah peran AO disebut tidak sekadar administratif.
Mereka hadir untuk mendengar, menguatkan, sekaligus mendampingi proses jatuh bangun para ibu agar tetap memiliki semangat menuju kemandirian ekonomi.
Tak jarang, hubungan antara AO dan nasabah pun berkembang menjadi lebih dekat layaknya keluarga sendiri.
Banyak ibu nasabah yang menyambut hangat kedatangan para AO, menitipkan cerita kehidupan, hingga menjadikan setiap pertemuan sebagai ruang saling menguatkan.
Kondisi itu menunjukkan bahwa pemberdayaan usaha kecil bukan hanya soal bantuan modal, tetapi juga tentang hadirnya sosok yang mau berjalan bersama di tengah perjuangan masyarakat kecil.
Di tangan para AO muda PNM, pendampingan menjadi bentuk kepedulian nyata yang mungkin jarang terlihat di permukaan, namun sangat berarti bagi keluarga-keluarga pengusaha kecil yang terus bertahan menghadapi kerasnya kehidupan. (*)
KALBARONLINE.com – Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi banyak keluarga prasejahtera di Indonesia, kehadiran pendamping usaha kecil menjadi hal penting yang sering kali luput dari perhatian.
Di saat sebagian anak muda usia 17 hingga 25 tahun masih berada dalam fase mencari jati diri atau menikmati masa transisi menuju kedewasaan, ada generasi muda yang memilih mengambil peran lebih cepat sebagai Account Officer (AO) Permodalan Nasional Madani atau PNM.
Mayoritas merupakan lulusan SMA dan SMK, para AO muda ini turun langsung mendampingi ibu-ibu prasejahtera yang berjuang menghidupi keluarga lewat usaha kecil.
Mereka hadir di tengah masyarakat, membersamai perjuangan para ibu yang menjadikan usaha sederhana sebagai jalan keluar dari tekanan ekonomi dan kemiskinan.
“Menjadi AO bukan pekerjaan mudah. Ada hari-hari ketika lelah datang lebih dulu daripada waktu istirahat. Ada saat ketika mereka harus belajar menjadi dewasa lebih cepat dibanding teman-teman sebayanya. Terik matahari, jalanan rusak, perjalanan panjang berkilometer, hingga medan yang tak selalu ramah menjadi bagian dari keseharian mereka,” demikian keterangan resmi yang diterima dari PNM.
Meski penuh tantangan, para AO tetap menjalankan tugas dengan satu tujuan besar, yakni memastikan usaha kecil para nasabah tetap berjalan dan keluarga-keluarga prasejahtera tetap memiliki harapan untuk hidup lebih baik.
Di lapangan, tantangan yang dihadapi tidak hanya soal jarak dan cuaca.
Mereka juga harus menghadapi berbagai dinamika dalam pertemuan kelompok, mulai dari nasabah yang berhalangan hadir karena kebutuhan mendesak, usaha yang belum berkembang optimal, hingga persoalan keluarga yang memengaruhi kemampuan para ibu dalam menjalankan usaha.
Di titik inilah peran AO disebut tidak sekadar administratif.
Mereka hadir untuk mendengar, menguatkan, sekaligus mendampingi proses jatuh bangun para ibu agar tetap memiliki semangat menuju kemandirian ekonomi.
Tak jarang, hubungan antara AO dan nasabah pun berkembang menjadi lebih dekat layaknya keluarga sendiri.
Banyak ibu nasabah yang menyambut hangat kedatangan para AO, menitipkan cerita kehidupan, hingga menjadikan setiap pertemuan sebagai ruang saling menguatkan.
Kondisi itu menunjukkan bahwa pemberdayaan usaha kecil bukan hanya soal bantuan modal, tetapi juga tentang hadirnya sosok yang mau berjalan bersama di tengah perjuangan masyarakat kecil.
Di tangan para AO muda PNM, pendampingan menjadi bentuk kepedulian nyata yang mungkin jarang terlihat di permukaan, namun sangat berarti bagi keluarga-keluarga pengusaha kecil yang terus bertahan menghadapi kerasnya kehidupan. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini