Ketapang    

Kasus Pertama Hanta Virus di Ketapang, Satu Warga Dilaporkan Meninggal

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 13 May 2026
Kasus Pertama Hanta Virus di Ketapang, Satu Warga Dilaporkan Meninggal
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mengonfirmasi satu warga meninggal dunia akibat terpapar Hantavirus infection pada Maret 2026 lalu.

Kasus ini menjadi temuan pertama Hanta Virus di wilayah tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Feria Kowira menjelaskan, pasien sempat menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Pasien sempat dirawat di RSUD dr Agoesdjam Ketapang dan meninggal dunia. Selain terpapar Hanta Virus, pasien juga memiliki penyakit penyerta yang memperburuk kondisi kesehatannya,” kata Feria saat dikonfirmasi, Selasa (12/05/2026).

Ia menyebut, kepastian diagnosis diperoleh setelah sampel pasien diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan Salatiga. Hasil pemeriksaan tersebut memastikan pasien terinfeksi Hanta Virus.

Menurut Feria, penularan virus pada kasus ini berasal dari tikus ke manusia, bukan melalui kontak antar manusia. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Penularannya dari tikus ke manusia, bukan dari manusia ke manusia. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus tetap waspada,” ujarnya.

Setelah temuan kasus tersebut, dinas kesehatan bersama tim kesehatan setempat melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi pasien.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kasus positif lain di lingkungan tersebut.

“Hasil pemeriksaan terhadap warga di sekitar lokasi tidak ditemukan adanya kasus positif lainnya,” tegas Feria.

Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran virus.

Warga diminta memastikan makanan dan minuman tidak terkontaminasi kotoran atau urin tikus, serta menutup akses masuk tikus ke dalam rumah.

“Tidak perlu panik, namun wajib waspada. Pastikan rumah tetap bersih, sampah jangan menumpuk, dan tutup akses tikus masuk ke rumah,” pungkasnya. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Berani Protes Keputusan Juri LCC 4 Pilar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke China
Tuesday, 12 May 2026
Artikel Sebelumnya
DPRD Kapuas Hulu Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPJ Kepala Daerah Tahun 2025
Tuesday, 12 May 2026

Berita terkait