Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 12 May 2026 |
KALBARONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Hanta setelah terdeteksi satu kasus di wilayah Kalimantan Barat.
Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus yang menjadi media penularan virus tersebut.
Peringatan itu disampaikan menyusul rilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait perkembangan kasus Virus Hanta di tanah air.
Berdasarkan data yang dipublikasikan, terdapat 23 kasus terkonfirmasi di Indonesia dan satu di antaranya berasal dari Kalimantan Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Feria Kowira menjelaskan, bahwa penularan Hantavirus dapat terjadi melalui partikel dari kotoran, urine, maupun air liur tikus yang mengering lalu terhirup manusia.
“Virus Hanta dapat menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering lalu terhirup manusia. Karena itu masyarakat harus rutin menjaga kebersihan rumah, termasuk gudang maupun plafon rumah yang jarang dibersihkan,” ujarnya, Senin (11/05/2026).
Menurut Feria, pencegahan paling efektif adalah menciptakan lingkungan yang bersih agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus. Ia menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat, terutama menjaga sanitasi rumah serta area penyimpanan bahan makanan.
“Pastikan makanan disimpan dalam wadah tertutup rapat. Lingkungan rumah juga harus bebas dari tumpukan barang atau sampah yang dapat menjadi sarang tikus,” katanya.
Ia juga mengingatkan warga untuk berhati-hati saat membersihkan area yang lama tidak digunakan, seperti loteng, gudang, maupun plafon rumah, karena berpotensi terkontaminasi.
“Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi tercemar. Sebaiknya area berdebu disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu sebelum disapu agar partikel virus tidak beterbangan di udara,” tambahnya.
Selain langkah pencegahan, Dinkes Ketapang meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, mual, hingga gangguan pernapasan setelah berada di lingkungan yang banyak terdapat tikus.
Secara medis, Virus Hanta diketahui dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome yang menyerang paru-paru serta Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.
Feria menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan di wilayah yang dinilai memiliki risiko tinggi. Namun, ia menilai keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan tetap menjadi langkah utama pencegahan.
“Kami akan terus melakukan surveilans aktif, terutama di wilayah dengan populasi tikus yang tinggi. Namun, peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi benteng pertahanan pertama yang paling efektif,” pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Hanta setelah terdeteksi satu kasus di wilayah Kalimantan Barat.
Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus yang menjadi media penularan virus tersebut.
Peringatan itu disampaikan menyusul rilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait perkembangan kasus Virus Hanta di tanah air.
Berdasarkan data yang dipublikasikan, terdapat 23 kasus terkonfirmasi di Indonesia dan satu di antaranya berasal dari Kalimantan Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Feria Kowira menjelaskan, bahwa penularan Hantavirus dapat terjadi melalui partikel dari kotoran, urine, maupun air liur tikus yang mengering lalu terhirup manusia.
“Virus Hanta dapat menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering lalu terhirup manusia. Karena itu masyarakat harus rutin menjaga kebersihan rumah, termasuk gudang maupun plafon rumah yang jarang dibersihkan,” ujarnya, Senin (11/05/2026).
Menurut Feria, pencegahan paling efektif adalah menciptakan lingkungan yang bersih agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus. Ia menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat, terutama menjaga sanitasi rumah serta area penyimpanan bahan makanan.
“Pastikan makanan disimpan dalam wadah tertutup rapat. Lingkungan rumah juga harus bebas dari tumpukan barang atau sampah yang dapat menjadi sarang tikus,” katanya.
Ia juga mengingatkan warga untuk berhati-hati saat membersihkan area yang lama tidak digunakan, seperti loteng, gudang, maupun plafon rumah, karena berpotensi terkontaminasi.
“Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi tercemar. Sebaiknya area berdebu disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu sebelum disapu agar partikel virus tidak beterbangan di udara,” tambahnya.
Selain langkah pencegahan, Dinkes Ketapang meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, mual, hingga gangguan pernapasan setelah berada di lingkungan yang banyak terdapat tikus.
Secara medis, Virus Hanta diketahui dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome yang menyerang paru-paru serta Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.
Feria menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan di wilayah yang dinilai memiliki risiko tinggi. Namun, ia menilai keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan tetap menjadi langkah utama pencegahan.
“Kami akan terus melakukan surveilans aktif, terutama di wilayah dengan populasi tikus yang tinggi. Namun, peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi benteng pertahanan pertama yang paling efektif,” pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini