Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 13 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Provinsi Kalimantan Barat kembali mencatat capaian positif di sektor ekonomi. Di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, Kalbar berhasil menempati peringkat ke-8 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada 2026.
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kalbar yang mencapai 6,14 persen juga menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan. Angka tersebut membuat Kalbar unggul dibanding Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara.
Capaian ini dinilai menjadi hasil dari kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari beragam sektor strategis.
Gubernur Ria Norsan menyebut pertumbuhan ekonomi Kalbar tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Ini hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Mari terus bahu-membahu membangun Kalbar yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi Kalbar sendiri didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat serta tumbuhnya sejumlah sektor strategis seperti pertambangan, perdagangan, industri pengolahan, hingga konstruksi.
Selain itu, penguatan investasi juga menjadi salah satu faktor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi Kalbar dalam beberapa tahun terakhir.
Pemprov Kalbar juga terus mendorong optimalisasi Pelabuhan Kijing sebagai pelabuhan internasional guna memperkuat mobilisasi logistik, meningkatkan daya saing ekspor, hingga membuka peluang investasi dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalbar pun menjadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Mulai dari pembangunan infrastruktur di kabupaten/kota, penguatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM lokal, hingga pemerataan pembangunan dari desa ke kota.
Capaian tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi Kalbar menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir dan diyakini masih berpotensi terus meningkat ke depan. (*)
KALBARONLINE.com – Provinsi Kalimantan Barat kembali mencatat capaian positif di sektor ekonomi. Di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, Kalbar berhasil menempati peringkat ke-8 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada 2026.
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kalbar yang mencapai 6,14 persen juga menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan. Angka tersebut membuat Kalbar unggul dibanding Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara.
Capaian ini dinilai menjadi hasil dari kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari beragam sektor strategis.
Gubernur Ria Norsan menyebut pertumbuhan ekonomi Kalbar tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Ini hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Mari terus bahu-membahu membangun Kalbar yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi Kalbar sendiri didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat serta tumbuhnya sejumlah sektor strategis seperti pertambangan, perdagangan, industri pengolahan, hingga konstruksi.
Selain itu, penguatan investasi juga menjadi salah satu faktor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi Kalbar dalam beberapa tahun terakhir.
Pemprov Kalbar juga terus mendorong optimalisasi Pelabuhan Kijing sebagai pelabuhan internasional guna memperkuat mobilisasi logistik, meningkatkan daya saing ekspor, hingga membuka peluang investasi dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalbar pun menjadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Mulai dari pembangunan infrastruktur di kabupaten/kota, penguatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM lokal, hingga pemerataan pembangunan dari desa ke kota.
Capaian tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi Kalbar menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir dan diyakini masih berpotensi terus meningkat ke depan. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini