Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 08 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Di tengah ribuan jemaah haji Indonesia musim haji 2026, sosok Aila Afifah menjadi perhatian. Gadis asal Pontianak yang baru berusia 13 tahun itu resmi bertolak dari Embarkasi Batam menuju Tanah Suci, Jumat (8/5/2026) dini hari.
Bukan tanpa alasan nama Aila ramai diperbincangkan. Calon haji termuda asal Pontianak ini berangkat dengan niat yang begitu menyentuh. Ia ingin mendoakan almarhumah ibunya di Tanah Suci.
Saat ditemui di Embarkasi Batam, Aila mengaku sangat bahagia akhirnya mendapat kesempatan menjalankan ibadah haji. Namun raut wajahnya berubah haru ketika mengingat sang ibu.
“Saya ingin mendoakan ibu, memohonkan ampun untuk ibu,” ucap Aila pelan.
Di usianya yang masih sangat muda, Aila membawa perjalanan spiritual yang penuh makna. Kerinduan kepada ibunya menjadi doa yang ingin ia panjatkan langsung di depan Ka’bah.
Ayah Aila, Ismail Oemar, menjelaskan bahwa putrinya berangkat menggantikan ibunya yang telah meninggal dunia. Menurutnya, keluarga menilai Aila sudah cukup siap secara fisik maupun mental untuk menjalani rangkaian ibadah haji.
“Dari pertimbangan saya, memungkinkan dia untuk menggantikan ibunya. Saya berharap nanti dia bisa menjalankan ibadah sucinya di Tanah Suci Mekkah,” ujarnya.
Selama menjalankan ibadah, Aila akan didampingi langsung oleh sang ayah. Meski masih anak-anak, ia dinilai mampu mengikuti seluruh proses ibadah haji dengan baik.
Kehadiran Aila di tengah hiruk-pikuk keberangkatan jemaah haji di Embarkasi Batam memang mencuri perhatian. Dengan wajah polos dan pembawaannya yang sederhana, Aila membawa kisah yang membuat banyak orang tersentuh.
Perjalanan gadis kecil asal Pontianak itu bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang bakti seorang anak kepada orang tua.
Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang turut melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH), menilai kisah Aila menjadi inspirasi bagi banyak orang.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa usia muda bukan penghalang untuk memiliki niat ibadah yang kuat dan ketulusan hati. Aila membawa doa untuk ibunya, dan itu sangat menyentuh,” ucapnya.
Ia juga mengaku bangga karena Pontianak memiliki jemaah haji termuda Indonesia pada musim haji tahun ini. Pemerintah Kota Pontianak berharap Aila dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan sehat hingga kembali ke tanah air.
Selain itu, Wali Kota menyebut musim haji sebagai perjalanan spiritual yang istimewa karena tidak semua umat muslim mendapat kesempatan yang sama.
“Kami berharap dengan niat, meluruskan hati, dan keikhlasan sebaik langkah ibadah haji Bapak-Ibu menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Tahun ini, sebanyak 1.509 jemaah haji asal Kota Pontianak diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji. Pemerintah Kota Pontianak juga memastikan kesiapan jemaah melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, mulai dari aspek kesehatan, fisik, mental hingga spiritual.
“Semoga jemaah haji kita selalu diberikan kesehatan yang paling utama, lancarkan dalam beribadah, dan insyaallah menjadi haji yang mabrur,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Di tengah ribuan jemaah haji Indonesia musim haji 2026, sosok Aila Afifah menjadi perhatian. Gadis asal Pontianak yang baru berusia 13 tahun itu resmi bertolak dari Embarkasi Batam menuju Tanah Suci, Jumat (8/5/2026) dini hari.
Bukan tanpa alasan nama Aila ramai diperbincangkan. Calon haji termuda asal Pontianak ini berangkat dengan niat yang begitu menyentuh. Ia ingin mendoakan almarhumah ibunya di Tanah Suci.
Saat ditemui di Embarkasi Batam, Aila mengaku sangat bahagia akhirnya mendapat kesempatan menjalankan ibadah haji. Namun raut wajahnya berubah haru ketika mengingat sang ibu.
“Saya ingin mendoakan ibu, memohonkan ampun untuk ibu,” ucap Aila pelan.
Di usianya yang masih sangat muda, Aila membawa perjalanan spiritual yang penuh makna. Kerinduan kepada ibunya menjadi doa yang ingin ia panjatkan langsung di depan Ka’bah.
Ayah Aila, Ismail Oemar, menjelaskan bahwa putrinya berangkat menggantikan ibunya yang telah meninggal dunia. Menurutnya, keluarga menilai Aila sudah cukup siap secara fisik maupun mental untuk menjalani rangkaian ibadah haji.
“Dari pertimbangan saya, memungkinkan dia untuk menggantikan ibunya. Saya berharap nanti dia bisa menjalankan ibadah sucinya di Tanah Suci Mekkah,” ujarnya.
Selama menjalankan ibadah, Aila akan didampingi langsung oleh sang ayah. Meski masih anak-anak, ia dinilai mampu mengikuti seluruh proses ibadah haji dengan baik.
Kehadiran Aila di tengah hiruk-pikuk keberangkatan jemaah haji di Embarkasi Batam memang mencuri perhatian. Dengan wajah polos dan pembawaannya yang sederhana, Aila membawa kisah yang membuat banyak orang tersentuh.
Perjalanan gadis kecil asal Pontianak itu bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang bakti seorang anak kepada orang tua.
Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang turut melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH), menilai kisah Aila menjadi inspirasi bagi banyak orang.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa usia muda bukan penghalang untuk memiliki niat ibadah yang kuat dan ketulusan hati. Aila membawa doa untuk ibunya, dan itu sangat menyentuh,” ucapnya.
Ia juga mengaku bangga karena Pontianak memiliki jemaah haji termuda Indonesia pada musim haji tahun ini. Pemerintah Kota Pontianak berharap Aila dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan sehat hingga kembali ke tanah air.
Selain itu, Wali Kota menyebut musim haji sebagai perjalanan spiritual yang istimewa karena tidak semua umat muslim mendapat kesempatan yang sama.
“Kami berharap dengan niat, meluruskan hati, dan keikhlasan sebaik langkah ibadah haji Bapak-Ibu menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Tahun ini, sebanyak 1.509 jemaah haji asal Kota Pontianak diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji. Pemerintah Kota Pontianak juga memastikan kesiapan jemaah melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, mulai dari aspek kesehatan, fisik, mental hingga spiritual.
“Semoga jemaah haji kita selalu diberikan kesehatan yang paling utama, lancarkan dalam beribadah, dan insyaallah menjadi haji yang mabrur,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini