Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 03 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebuah kapal kayu bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar hebat di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (02/05/2026) malam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.30 WIB saat kapal tengah bersandar di sungai di belakang permukiman warga. Kapal tersebut diketahui akan mengangkut barang menuju perusahaan di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.
Salah seorang warga, Yudi, mengatakan kebakaran diawali dengan suara ledakan dari arah kapal.
“Kejadiannya sekitar pukul 22.30 WIB. Sempat ada suara ledakan dari arah kapal yang terbakar,” ujarnya di lokasi kejadian.
Usai ledakan, warga berhamburan keluar rumah dan melihat asap tebal membumbung tinggi dari kapal. Api dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian kapal.
Diduga, kobaran api cepat meluas karena kapal membawa BBM dalam jumlah besar. Bahkan, api sempat menjalar di permukaan air di sekitar lokasi kejadian.
“Api cepat membesar karena kapal membawa minyak. Bahkan sempat menjalar di permukaan air,” tambah Yudi.
Warga lainnya, Apek, menyebut kapal tersebut sebelumnya merupakan kapal nelayan yang kini difungsikan sebagai kapal angkut barang.
“Setahu saya awalnya kapal itu untuk mencari ikan, tapi sekarang dipakai untuk bawa barang,” katanya.
Apek juga mengaku mengalami luka pada telunjuk tangan kiri saat membantu memotong tali kapal untuk mencegah api semakin meluas.
“Kami panik karena apinya menyebar. Tangan saya luka saat ikut memotong tali kapal dan membantu memadamkan api,” ungkapnya.
Sementara itu, warga lain, Agung, mengatakan ledakan yang terjadi sempat membuat rumahnya bergetar.
“Saya di dalam rumah, tiba-tiba ada suara ledakan dan rumah bergetar. Begitu keluar, suasana sudah terang karena api,” katanya.
Menurut Agung, kapal tersebut membawa berbagai jenis BBM seperti Pertalite, solar, dan Pertamax. Selain itu, terdapat pula tabung oksigen berukuran besar serta bahan kebutuhan pokok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, terdapat enam anak buah kapal (ABK) dalam kejadian tersebut. Satu orang dilaporkan selamat, empat lainnya mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Sementara satu ABK lainnya hingga sekitar pukul 01.30 WIB masih belum ditemukan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran maupun jumlah korban secara rinci. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Sebuah kapal kayu bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar hebat di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (02/05/2026) malam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.30 WIB saat kapal tengah bersandar di sungai di belakang permukiman warga. Kapal tersebut diketahui akan mengangkut barang menuju perusahaan di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.
Salah seorang warga, Yudi, mengatakan kebakaran diawali dengan suara ledakan dari arah kapal.
“Kejadiannya sekitar pukul 22.30 WIB. Sempat ada suara ledakan dari arah kapal yang terbakar,” ujarnya di lokasi kejadian.
Usai ledakan, warga berhamburan keluar rumah dan melihat asap tebal membumbung tinggi dari kapal. Api dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian kapal.
Diduga, kobaran api cepat meluas karena kapal membawa BBM dalam jumlah besar. Bahkan, api sempat menjalar di permukaan air di sekitar lokasi kejadian.
“Api cepat membesar karena kapal membawa minyak. Bahkan sempat menjalar di permukaan air,” tambah Yudi.
Warga lainnya, Apek, menyebut kapal tersebut sebelumnya merupakan kapal nelayan yang kini difungsikan sebagai kapal angkut barang.
“Setahu saya awalnya kapal itu untuk mencari ikan, tapi sekarang dipakai untuk bawa barang,” katanya.
Apek juga mengaku mengalami luka pada telunjuk tangan kiri saat membantu memotong tali kapal untuk mencegah api semakin meluas.
“Kami panik karena apinya menyebar. Tangan saya luka saat ikut memotong tali kapal dan membantu memadamkan api,” ungkapnya.
Sementara itu, warga lain, Agung, mengatakan ledakan yang terjadi sempat membuat rumahnya bergetar.
“Saya di dalam rumah, tiba-tiba ada suara ledakan dan rumah bergetar. Begitu keluar, suasana sudah terang karena api,” katanya.
Menurut Agung, kapal tersebut membawa berbagai jenis BBM seperti Pertalite, solar, dan Pertamax. Selain itu, terdapat pula tabung oksigen berukuran besar serta bahan kebutuhan pokok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, terdapat enam anak buah kapal (ABK) dalam kejadian tersebut. Satu orang dilaporkan selamat, empat lainnya mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Sementara satu ABK lainnya hingga sekitar pukul 01.30 WIB masih belum ditemukan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran maupun jumlah korban secara rinci. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini