Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 25 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Putussibau M Khilnan Rianda mengatakan kalau pihaknya saat ini memiliki stok sebanyak 1.500 ton beras.
“Penyerapan gabah/beras petani terus di laksanakan oleh Bulog Cabang Putussibau, sehingga ketahanan stok pangan untuk di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu sangat aman dan stabil,” ujarnya.
Terpisah, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5.000.198 ton menjadi bukti nyata keberhasilan swasembada pangan, bukan sekadar rekayasa data.
Tinjauan Dirut Bulog bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di gudang filial Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis, dikatakan Rizal, fasilitas penyimpanan Bulog, baik gudang milik sendiri maupun gudang yang disewa, saat ini terisi penuh oleh hasil produksi petani dalam negeri.
“Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri, gudang-gudang swasta yang disewa juga mengalami kondisi serupa. Nah ini menunjukkan negara kita betul-betul swasembada pangan, bukan rekayasa dan lain sebagainya,” kata Rizal.
Menurut Rizal, melimpahnya stok tersebut menunjukkan tingginya produktivitas pertanian nasional sekaligus keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
Ia menyebut, Perum Bulog menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Karena untuk pertama kalinya, stok beras yang dikelola BUMN pangan itu berhasil menembus angka 5 juta ton.
"Menjadikan tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," ungkapnya. (Haq)
KALBARONLINE.com - Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Putussibau M Khilnan Rianda mengatakan kalau pihaknya saat ini memiliki stok sebanyak 1.500 ton beras.
“Penyerapan gabah/beras petani terus di laksanakan oleh Bulog Cabang Putussibau, sehingga ketahanan stok pangan untuk di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu sangat aman dan stabil,” ujarnya.
Terpisah, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5.000.198 ton menjadi bukti nyata keberhasilan swasembada pangan, bukan sekadar rekayasa data.
Tinjauan Dirut Bulog bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di gudang filial Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis, dikatakan Rizal, fasilitas penyimpanan Bulog, baik gudang milik sendiri maupun gudang yang disewa, saat ini terisi penuh oleh hasil produksi petani dalam negeri.
“Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri, gudang-gudang swasta yang disewa juga mengalami kondisi serupa. Nah ini menunjukkan negara kita betul-betul swasembada pangan, bukan rekayasa dan lain sebagainya,” kata Rizal.
Menurut Rizal, melimpahnya stok tersebut menunjukkan tingginya produktivitas pertanian nasional sekaligus keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
Ia menyebut, Perum Bulog menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Karena untuk pertama kalinya, stok beras yang dikelola BUMN pangan itu berhasil menembus angka 5 juta ton.
"Menjadikan tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," ungkapnya. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini