Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 24 April 2026 |
KALBARONLINE.com – Memperingati Hari Bumi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkolaborasi dengan Pranaraya menggelar Talkshow Expo Produk KUPS dan Pameran Fotografi di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis (24/04/2026).
Pada kesempatan itu juga diluncurkan Yayasan Pranaraya, sebagai wadah baru yang fokus pada konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat. Peresmian yayasan itu dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan.
Krisantus menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut yang dinilainya sebagai langkah konkret dalam upaya pelestarian hutan dan lingkungan di Kalbar.
“Tentu saya sangat senang dan mengapresiasi kegiatan ini. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun, sebagai bentuk dukungan kepada para pecinta hutan dan pegiat lingkungan,” ujarnya.
Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi dalam menjaga kelestarian hutan, di tengah berbagai kepentingan yang berpotensi merusak lingkungan. Menurutnya, luas hutan di Kalbar semakin berkurang sehingga perlu upaya bersama untuk menjaganya.
“Investasi di Kalbar sudah cukup. Sekarang hutan kita tinggal sedikit, mari kita lestarikan bersama, kita jaga bersama,” tegasnya.
Terkait peluncuran Yayasan Pranaraya, Krisantus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi lingkungan, dan pihak swasta, termasuk dengan Fauna & Flora International (FFI), dalam menjaga keberlanjutan hutan.
“Kita akan selalu bersinergi. Pemerintah tentu akan membuat kebijakan yang mendukung upaya pelestarian, sepanjang tidak bertentangan dengan tujuan para penggiat lingkungan,” katanya.
Dalam acara tersebut, Krisantus juga meninjau sejumlah stan yang menampilkan produk-produk hasil hutan dari berbagai daerah di Kalbar.
Ia mengungkapkan potensi hasil hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.
“Hasil hutan sangat bermanfaat dan bisa diolah menjadi bernilai ekonomi. Ini bisa mengangkat ekonomi keluarga hingga ekonomi secara umum,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya pengendalian investasi serta pengawasan dampak lingkungan oleh perusahaan agar tidak merusak alam.
“Setiap perusahaan harus menjaga lingkungan dan mengendalikan dampak yang ditimbulkan. Hutan yang masih lestari harus kita jaga, bahkan kalau bisa kita tambah melalui penanaman kembali,” tegasnya.
Krisantus juga mengaitkan kerusakan lingkungan dengan meningkatnya suhu dan bencana yang kini mulai dirasakan masyarakat.
“Sekarang suhu semakin panas, banjir makin sering, kebakaran juga meningkat. Ini akibat kerusakan lingkungan yang harus segera kita kendalikan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pranaraya, Rahmawati, menjelaskan bahwa Pranaraya merupakan entitas baru yang masih berafiliasi dengan Fauna & Flora International (FFI) dan melanjutkan berbagai program konservasi yang telah berjalan sejak 2006 di Kalimantan Barat.
“Pranaraya ini melanjutkan kerja-kerja sebelumnya, terutama dalam pendampingan masyarakat, konservasi, dan perhutanan sosial, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya selama ini telah bersinergi dengan pemerintah dan sektor swasta dalam berbagai program, termasuk pendampingan hutan desa dan mekanisme dukungan dari perusahaan.
“Kami fokus pada konservasi hutan, satwa, dan biodiversitas, dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan,” katanya.
Rahmawati menegaskan, peluncuran Yayasan Pranaraya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan untuk menjaga lingkungan.
“Kami berharap Pranaraya ini menjadi bibit yang akan tumbuh besar, sehingga bumi tetap menjadi tempat yang layak dan nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Yayasan Pranaraya akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pihak swasta, termasuk melalui program reboisasi dan pengamanan kawasan hutan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Memperingati Hari Bumi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkolaborasi dengan Pranaraya menggelar Talkshow Expo Produk KUPS dan Pameran Fotografi di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis (24/04/2026).
Pada kesempatan itu juga diluncurkan Yayasan Pranaraya, sebagai wadah baru yang fokus pada konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat. Peresmian yayasan itu dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan.
Krisantus menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut yang dinilainya sebagai langkah konkret dalam upaya pelestarian hutan dan lingkungan di Kalbar.
“Tentu saya sangat senang dan mengapresiasi kegiatan ini. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun, sebagai bentuk dukungan kepada para pecinta hutan dan pegiat lingkungan,” ujarnya.
Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi dalam menjaga kelestarian hutan, di tengah berbagai kepentingan yang berpotensi merusak lingkungan. Menurutnya, luas hutan di Kalbar semakin berkurang sehingga perlu upaya bersama untuk menjaganya.
“Investasi di Kalbar sudah cukup. Sekarang hutan kita tinggal sedikit, mari kita lestarikan bersama, kita jaga bersama,” tegasnya.
Terkait peluncuran Yayasan Pranaraya, Krisantus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi lingkungan, dan pihak swasta, termasuk dengan Fauna & Flora International (FFI), dalam menjaga keberlanjutan hutan.
“Kita akan selalu bersinergi. Pemerintah tentu akan membuat kebijakan yang mendukung upaya pelestarian, sepanjang tidak bertentangan dengan tujuan para penggiat lingkungan,” katanya.
Dalam acara tersebut, Krisantus juga meninjau sejumlah stan yang menampilkan produk-produk hasil hutan dari berbagai daerah di Kalbar.
Ia mengungkapkan potensi hasil hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.
“Hasil hutan sangat bermanfaat dan bisa diolah menjadi bernilai ekonomi. Ini bisa mengangkat ekonomi keluarga hingga ekonomi secara umum,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya pengendalian investasi serta pengawasan dampak lingkungan oleh perusahaan agar tidak merusak alam.
“Setiap perusahaan harus menjaga lingkungan dan mengendalikan dampak yang ditimbulkan. Hutan yang masih lestari harus kita jaga, bahkan kalau bisa kita tambah melalui penanaman kembali,” tegasnya.
Krisantus juga mengaitkan kerusakan lingkungan dengan meningkatnya suhu dan bencana yang kini mulai dirasakan masyarakat.
“Sekarang suhu semakin panas, banjir makin sering, kebakaran juga meningkat. Ini akibat kerusakan lingkungan yang harus segera kita kendalikan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pranaraya, Rahmawati, menjelaskan bahwa Pranaraya merupakan entitas baru yang masih berafiliasi dengan Fauna & Flora International (FFI) dan melanjutkan berbagai program konservasi yang telah berjalan sejak 2006 di Kalimantan Barat.
“Pranaraya ini melanjutkan kerja-kerja sebelumnya, terutama dalam pendampingan masyarakat, konservasi, dan perhutanan sosial, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya selama ini telah bersinergi dengan pemerintah dan sektor swasta dalam berbagai program, termasuk pendampingan hutan desa dan mekanisme dukungan dari perusahaan.
“Kami fokus pada konservasi hutan, satwa, dan biodiversitas, dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan,” katanya.
Rahmawati menegaskan, peluncuran Yayasan Pranaraya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan untuk menjaga lingkungan.
“Kami berharap Pranaraya ini menjadi bibit yang akan tumbuh besar, sehingga bumi tetap menjadi tempat yang layak dan nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Yayasan Pranaraya akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pihak swasta, termasuk melalui program reboisasi dan pengamanan kawasan hutan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini