Pontianak    

Pedagang di Pontianak Menjerit! Harga Plastik dan Minyak Goreng Terus Meroket

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 08 April 2026
Pedagang di Pontianak Menjerit! Harga Plastik dan Minyak Goreng Terus Meroket
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Harga plastik dan minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Pontianak mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dikeluhkan pedagang hingga pelaku usaha kecil karena berdampak langsung pada penjualan.

Pantauan di Pasar Kemuning, Jalan Prof. M. Yamin, Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (08/04/2026), menunjukkan harga minyak goreng dan plastik mengalami lonjakan meski tidak terjadi kelangkaan barang.

Seorang pedagang, Sapardi, mengatakan harga minyak goreng saat ini berada di kisaran Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per liter, naik dari sebelumnya sekitar Rp 20 ribu.

“Barang tidak langka, cuma stok terbatas. Kenaikan ini mulai terasa sejak ada konflik di Timur Tengah, terutama untuk minyak dan bahan plastik,” ujarnya.

Tak hanya minyak goreng, harga plastik juga melonjak signifikan. Plastik kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp 8 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 12 ribu. Sementara untuk ukuran lebih besar, harga naik dari Rp 15 ribu menjadi sekitar Rp 26 ribu.

“Semua ukuran plastik naik. Kita sebagai pedagang hanya menyesuaikan harga dari distributor. Keuntungan juga tipis, paling sekitar dua sampai tiga persen,” tambahnya.

Menurut Sapardi, kenaikan harga tersebut turut memengaruhi daya beli masyarakat. Meski tidak ada keluhan yang signifikan, pembeli mulai mengurangi konsumsi dan hanya membeli kebutuhan yang dianggap penting.

“Pembeli ada yang berkurang, mereka sekarang lebih selektif,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Siti Mariam (50 tahun), seorang pembeli sekaligus pelaku usaha kue. Ia mengaku kenaikan harga bahan baku, terutama plastik dan minyak goreng, sangat berdampak pada usahanya.

“Bukan cuma minyak, semua naik, gula, tepung, termasuk plastik. Ini sangat berpengaruh karena kami jualan kue,” ungkapnya.

Ia menyebut harga plastik bahkan naik hingga tiga kali sejak Ramadan. Dari semula sekitar Rp 14.500, kini mencapai Rp 22 ribu per pak.

“Plastik ini penting untuk jualan. Tidak mungkin pembeli disuruh bawa wadah sendiri. Jadi mau tidak mau kita ikut terdampak,” katanya.

Akibat kenaikan harga bahan baku, Siti terpaksa menaikkan harga jual produknya. Kue yang sebelumnya dijual Rp 1.000 kini naik menjadi Rp 1.500.

Namun, kenaikan harga itu justru berdampak pada penurunan penjualan. Ia mengaku omzet usahanya turun hingga 50 persen.

“Biasanya bisa dapat Rp 2 juta, sekarang paling Rp 1 juta. Penjualan menurun jauh,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah dapat mengendalikan harga bahan pokok agar tidak naik secara bersamaan, terutama bagi pelaku usaha kecil.

“Kalau bisa jangan semua naik sekaligus. Kami ini usaha kecil, tidak ada penghasilan tetap,” harapnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
RSUD Pontianak Utara Komitmen Tingkatkan SDM dan Sapras
Wednesday, 08 April 2026
Artikel Sebelumnya
Gandeng Optik Malioboro, Polsek Silat Hulu Adakan Pemeriksaan Mata Secara Gratis
Wednesday, 08 April 2026

Berita terkait