Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 07 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Ketersediaan susu UHT full cream di sejumlah ritel modern di Pontianak, Kalimantan Barat, mulai terbatas. Kondisi ini dipicu lonjakan permintaan, termasuk untuk kebutuhan program MBG. Kekosongan stok itu pun dikeluhan oleh warga.
Menindaklanjuti keluhan warga terkait kelangkaan itu, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak melakukan pemantauan langsung ke sejumlah ritel modern terkait ketersediaan susu UHT, pada Selasa (07/04/2026).
Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan tersebut diketahui bahwa peningkatan permintaan, khususnya untuk susu UHT varian full cream (plain), menjadi salah satu penyebab stok di pasaran terasa terbatas.
“Memang ada peningkatan permintaan yang cukup tinggi, terutama untuk susu UHT full cream yang banyak digunakan akhir-akhir ini,” ujarnya.
Selain itu, kata Ibrahim, ketersediaan barang juga sangat bergantung pada distribusi dari supplier ke ritel. Ia menyebut adanya kendala dalam proses pengiriman, termasuk antrean kontainer di pelabuhan yang bisa memakan waktu hingga satu hingga dua minggu.
“Distribusi ini juga dipengaruhi faktor transportasi dan kondisi di pelabuhan. Kontainer kadang harus menunggu satu sampai dua minggu sebelum bisa dikirim,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan juga berkaitan dengan kebutuhan program MBG, sehingga pasokan harus dibagi antara kebutuhan program tersebut dan masyarakat umum.
Meski demikian, Ibrahim memastikan stok susu UHT di pasaran masih tersedia, hanya saja belum sepenuhnya mencukupi tingginya permintaan.
“Stok tetap ada, namun apakah mencukupi itu masih dalam proses penyesuaian. Kami harap masyarakat tidak perlu resah,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan varian rasa lain seperti cokelat, vanila, atau stroberi yang masih relatif tersedia di pasaran.
“Tidak hanya full cream, masih banyak pilihan rasa lain yang tersedia dan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat,” tambahnya.
Ibrahim menambahkan, keterbatasan stok juga dipengaruhi oleh kapasitas produksi pabrik yang belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan permintaan. Namun, pelaku usaha telah berupaya membagi distribusi agar kebutuhan program MBG dan masyarakat tetap terpenuhi. (Lid)
KALBARONLINE.com - Ketersediaan susu UHT full cream di sejumlah ritel modern di Pontianak, Kalimantan Barat, mulai terbatas. Kondisi ini dipicu lonjakan permintaan, termasuk untuk kebutuhan program MBG. Kekosongan stok itu pun dikeluhan oleh warga.
Menindaklanjuti keluhan warga terkait kelangkaan itu, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak melakukan pemantauan langsung ke sejumlah ritel modern terkait ketersediaan susu UHT, pada Selasa (07/04/2026).
Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan tersebut diketahui bahwa peningkatan permintaan, khususnya untuk susu UHT varian full cream (plain), menjadi salah satu penyebab stok di pasaran terasa terbatas.
“Memang ada peningkatan permintaan yang cukup tinggi, terutama untuk susu UHT full cream yang banyak digunakan akhir-akhir ini,” ujarnya.
Selain itu, kata Ibrahim, ketersediaan barang juga sangat bergantung pada distribusi dari supplier ke ritel. Ia menyebut adanya kendala dalam proses pengiriman, termasuk antrean kontainer di pelabuhan yang bisa memakan waktu hingga satu hingga dua minggu.
“Distribusi ini juga dipengaruhi faktor transportasi dan kondisi di pelabuhan. Kontainer kadang harus menunggu satu sampai dua minggu sebelum bisa dikirim,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan juga berkaitan dengan kebutuhan program MBG, sehingga pasokan harus dibagi antara kebutuhan program tersebut dan masyarakat umum.
Meski demikian, Ibrahim memastikan stok susu UHT di pasaran masih tersedia, hanya saja belum sepenuhnya mencukupi tingginya permintaan.
“Stok tetap ada, namun apakah mencukupi itu masih dalam proses penyesuaian. Kami harap masyarakat tidak perlu resah,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan varian rasa lain seperti cokelat, vanila, atau stroberi yang masih relatif tersedia di pasaran.
“Tidak hanya full cream, masih banyak pilihan rasa lain yang tersedia dan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat,” tambahnya.
Ibrahim menambahkan, keterbatasan stok juga dipengaruhi oleh kapasitas produksi pabrik yang belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan permintaan. Namun, pelaku usaha telah berupaya membagi distribusi agar kebutuhan program MBG dan masyarakat tetap terpenuhi. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini