Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 12 December 2025 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi jajaran Polresta Pontianak yang menggelar simulasi pengamanan menghadapi potensi unjuk rasa di ruas Jalan Rahadi Usman, tepat di depan Taman Alun Kapuas, Jumat (12/12/2025). Latihan tersebut menampilkan skenario penanganan aksi massa secara bertahap, mulai dari situasi paling ringan hingga kondisi kontingensi, sesuai prosedur operasional kepolisian.
Dalam simulasi tersebut, personel Polresta Pontianak memperagakan pendekatan persuasif sebagai langkah awal, seperti negosiasi dan imbauan agar massa membubarkan diri secara damai. Selanjutnya, ditampilkan pula pola pengamanan saat situasi mulai meningkat, termasuk formasi antisipasi dorongan massa dan pengendalian kericuhan berskala terbatas.
Pada tahap paling tinggi, aparat memperagakan respons kontingensi apabila terjadi eskalasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Edi menilai simulasi semacam ini penting sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat di tengah dinamika Kota Pontianak yang terus berkembang.
“Dengan kesiapan seperti ini, masyarakat tentu merasa lebih tenang. Kita ingin Pontianak tetap aman dan nyaman untuk beraktivitas,” ujarnya usai menyaksikan simulasi.
Menurut Edi, latihan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar memahami bahwa pengamanan unjuk rasa memiliki tahapan yang jelas, berjenjang, dan mengedepankan pendekatan humanis sebelum tindakan lanjutan dilakukan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh langkah Polresta dalam menjaga stabilitas keamanan. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dinilainya menjadi kunci agar situasi kota tetap kondusif, terutama ketika aktivitas masyarakat meningkat.
Di sisi lain, Edi mengingatkan warga bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Namun, ia mengimbau agar pelaksanaannya tetap tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat lain.
“Silakan berunjuk rasa, itu hak warga. Tapi mari kita jaga agar tetap damai, sesuai aturan, dan tidak mengganggu aktivitas publik,” katanya.
Ia juga mendorong para koordinator lapangan untuk menjalin komunikasi sejak awal dengan aparat keamanan. Koordinasi yang baik, menurutnya, dapat meminimalkan potensi gesekan dan memastikan pengamanan berjalan profesional tanpa menghambat substansi aspirasi.
Dengan adanya simulasi pengamanan di kawasan ikon kota tersebut, Edi berharap kepercayaan publik terhadap aparat semakin meningkat.
“Pemerintah kota bersama kepolisian berkomitmen menjaga Pontianak tetap aman dan kondusif bagi seluruh warganya,” pungkasnya. (Red)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi jajaran Polresta Pontianak yang menggelar simulasi pengamanan menghadapi potensi unjuk rasa di ruas Jalan Rahadi Usman, tepat di depan Taman Alun Kapuas, Jumat (12/12/2025). Latihan tersebut menampilkan skenario penanganan aksi massa secara bertahap, mulai dari situasi paling ringan hingga kondisi kontingensi, sesuai prosedur operasional kepolisian.
Dalam simulasi tersebut, personel Polresta Pontianak memperagakan pendekatan persuasif sebagai langkah awal, seperti negosiasi dan imbauan agar massa membubarkan diri secara damai. Selanjutnya, ditampilkan pula pola pengamanan saat situasi mulai meningkat, termasuk formasi antisipasi dorongan massa dan pengendalian kericuhan berskala terbatas.
Pada tahap paling tinggi, aparat memperagakan respons kontingensi apabila terjadi eskalasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Edi menilai simulasi semacam ini penting sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat di tengah dinamika Kota Pontianak yang terus berkembang.
“Dengan kesiapan seperti ini, masyarakat tentu merasa lebih tenang. Kita ingin Pontianak tetap aman dan nyaman untuk beraktivitas,” ujarnya usai menyaksikan simulasi.
Menurut Edi, latihan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar memahami bahwa pengamanan unjuk rasa memiliki tahapan yang jelas, berjenjang, dan mengedepankan pendekatan humanis sebelum tindakan lanjutan dilakukan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh langkah Polresta dalam menjaga stabilitas keamanan. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dinilainya menjadi kunci agar situasi kota tetap kondusif, terutama ketika aktivitas masyarakat meningkat.
Di sisi lain, Edi mengingatkan warga bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Namun, ia mengimbau agar pelaksanaannya tetap tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat lain.
“Silakan berunjuk rasa, itu hak warga. Tapi mari kita jaga agar tetap damai, sesuai aturan, dan tidak mengganggu aktivitas publik,” katanya.
Ia juga mendorong para koordinator lapangan untuk menjalin komunikasi sejak awal dengan aparat keamanan. Koordinasi yang baik, menurutnya, dapat meminimalkan potensi gesekan dan memastikan pengamanan berjalan profesional tanpa menghambat substansi aspirasi.
Dengan adanya simulasi pengamanan di kawasan ikon kota tersebut, Edi berharap kepercayaan publik terhadap aparat semakin meningkat.
“Pemerintah kota bersama kepolisian berkomitmen menjaga Pontianak tetap aman dan kondusif bagi seluruh warganya,” pungkasnya. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini