Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 12 December 2025 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan terus memperkuat langkah stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Fokus utama diarahkan pada ketersediaan pasokan, pengendalian gejolak harga, serta memastikan masyarakat bisa berbelanja dengan aman dan terjangkau selama momentum Nataru.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kalbar, Dr. Syarif Kamaruzaman, menyampaikan bahwa pengendalian harga sudah dipersiapkan sejak awal Desember melalui koordinasi lintas sektor. Hal itu disampaikannya usai mendampingi Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dalam kunjungan kerja di Pontianak, Selasa (9/12/2025).
“Langkah ini dilakukan untuk menyamakan strategi pengendalian harga, memperkuat ketersediaan barang kebutuhan pokok, sekaligus memastikan perlindungan konsumen di seluruh kabupaten dan kota,” ujar Syarif.
Berdasarkan hasil pemantauan harga pada pekan pertama Desember, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan di beberapa daerah. Komoditas tersebut antara lain cabai rawit merah, cabai merah besar, cabai merah keriting, dan bawang merah. Komoditas ini dikenal cukup sensitif karena dipengaruhi kondisi cuaca dan kelancaran distribusi.
Sementara itu, harga beras medium, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging babi, dan telur ayam relatif stabil, meski permintaan mulai meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Kondisi ini dinilai cukup positif di tengah tren konsumsi masyarakat yang biasanya melonjak pada akhir tahun.
Satgas Pengendalian Harga Beras juga terus melakukan pemantauan sejak 23 Oktober 2025. Hasilnya, beras medium di sejumlah wilayah Kalbar mulai berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, beras premium masih tercatat di atas HET karena pasokan lokal belum tersedia dan harga bahan baku masih mengikuti pergerakan pasokan dari luar Kalimantan Barat.
Sepanjang Januari hingga 9 Desember 2025, Pemprov Kalbar bersama Bulog dan pemerintah kabupaten/kota telah menggelar 113 kali operasi pasar. Dari kegiatan tersebut, pemerintah telah menyalurkan 492.860 kilogram beras, 98.572 liter minyak goreng, serta 98.572 kilogram gula pasir. Operasi pasar dilakukan merata di dua kota dan 12 kabupaten, dengan intensitas tertinggi pada Februari–Maret serta November–Desember.
Meski demikian, Syarif mengakui masih terdapat tantangan menjelang puncak perayaan Nataru. Di antaranya fluktuasi produksi cabai akibat faktor cuaca, belum tersedianya beras premium dari produksi dalam daerah, lonjakan konsumsi pada pekan ketiga Desember, hingga tingginya biaya logistik yang kerap memicu disparitas harga antardaerah.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Kalbar mengusulkan peningkatan pengawasan distribusi guna mencegah penimbunan, optimalisasi peran Satgas Pangan dan Satgas Beras, serta percepatan pasokan komoditas hortikultura. Pemerintah juga meminta dukungan penuh Forkopimda dalam menjaga keamanan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di lapangan.
Dengan rangkaian langkah tersebut, Pemprov Kalbar berharap stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, serta tanpa tekanan harga yang berlebihan. (Red)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan terus memperkuat langkah stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Fokus utama diarahkan pada ketersediaan pasokan, pengendalian gejolak harga, serta memastikan masyarakat bisa berbelanja dengan aman dan terjangkau selama momentum Nataru.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kalbar, Dr. Syarif Kamaruzaman, menyampaikan bahwa pengendalian harga sudah dipersiapkan sejak awal Desember melalui koordinasi lintas sektor. Hal itu disampaikannya usai mendampingi Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dalam kunjungan kerja di Pontianak, Selasa (9/12/2025).
“Langkah ini dilakukan untuk menyamakan strategi pengendalian harga, memperkuat ketersediaan barang kebutuhan pokok, sekaligus memastikan perlindungan konsumen di seluruh kabupaten dan kota,” ujar Syarif.
Berdasarkan hasil pemantauan harga pada pekan pertama Desember, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan di beberapa daerah. Komoditas tersebut antara lain cabai rawit merah, cabai merah besar, cabai merah keriting, dan bawang merah. Komoditas ini dikenal cukup sensitif karena dipengaruhi kondisi cuaca dan kelancaran distribusi.
Sementara itu, harga beras medium, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging babi, dan telur ayam relatif stabil, meski permintaan mulai meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Kondisi ini dinilai cukup positif di tengah tren konsumsi masyarakat yang biasanya melonjak pada akhir tahun.
Satgas Pengendalian Harga Beras juga terus melakukan pemantauan sejak 23 Oktober 2025. Hasilnya, beras medium di sejumlah wilayah Kalbar mulai berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, beras premium masih tercatat di atas HET karena pasokan lokal belum tersedia dan harga bahan baku masih mengikuti pergerakan pasokan dari luar Kalimantan Barat.
Sepanjang Januari hingga 9 Desember 2025, Pemprov Kalbar bersama Bulog dan pemerintah kabupaten/kota telah menggelar 113 kali operasi pasar. Dari kegiatan tersebut, pemerintah telah menyalurkan 492.860 kilogram beras, 98.572 liter minyak goreng, serta 98.572 kilogram gula pasir. Operasi pasar dilakukan merata di dua kota dan 12 kabupaten, dengan intensitas tertinggi pada Februari–Maret serta November–Desember.
Meski demikian, Syarif mengakui masih terdapat tantangan menjelang puncak perayaan Nataru. Di antaranya fluktuasi produksi cabai akibat faktor cuaca, belum tersedianya beras premium dari produksi dalam daerah, lonjakan konsumsi pada pekan ketiga Desember, hingga tingginya biaya logistik yang kerap memicu disparitas harga antardaerah.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Kalbar mengusulkan peningkatan pengawasan distribusi guna mencegah penimbunan, optimalisasi peran Satgas Pangan dan Satgas Beras, serta percepatan pasokan komoditas hortikultura. Pemerintah juga meminta dukungan penuh Forkopimda dalam menjaga keamanan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di lapangan.
Dengan rangkaian langkah tersebut, Pemprov Kalbar berharap stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, serta tanpa tekanan harga yang berlebihan. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini