Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Friday, 10 October 2025 |
KALBARONLINE.com - Warga Kota Pontianak mengeluhkan tidak beroperasinya penyeberangan kapal feri rute Bardanadi - Siantan yang sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir.
Pantauan di lokasi, sebuah banner bertuliskan “Kapal Stop Operasi Sedang Dalam Perawatan” terpampang di area depan pintu masuk penyeberangan.
Keluhan salah satunya disampaikan oleh Maya (29 tahun), warga Siantan yang setiap hari bekerja di kawasan Pontianak Kota. Ia mengaku kesulitan sejak feri berhenti beroperasi karena terpaksa menempuh jalur darat yang padat, terutama pada jam-jam sibuk.
“Udah sekitar dua bulan gak aktif. Saya emang tiap pergi kerja lewat penyebrangan feri, karena dekat ke tempat kerja saya. Kalau bisa sih pemkot cepat mengatasinya, karena banyak juga warga lain ngeluh kok penyebrangan gak buka-buka, udah lama banget,” ujar Maya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak, Trisna Ibrahim menjelaskan, bahwa penghentian sementara operasional feri disebabkan oleh kendala teknis dan proses perawatan rutin yang harus dilakukan oleh pihak pengelola.
“Hanya kendala teknis. KSOP sebagai pihak yang mengeluarkan izin juga tidak mau sembarangan. Waktunya memang harus maintenance, itu demi keselamatan,” jelas Trisna.
Ia menambahkan, perawatan kali ini memakan waktu lebih lama, karena adanya antrean panjang di perusahaan yang menangani perbaikan jembatan dan sarana penyeberangan.
“Sekarang antreannya panjang, tidak seperti dulu. Jembatan Nusantara baru dapat giliran, sekarang mungkin sudah dalam tahap penyelesaian akhir,” katanya.
Lebih lanjut Trisna memastikan, bahwa operasional penyeberangan akan segera dibuka kembali setelah seluruh proses perawatan dinyatakan selesai dan aman oleh pihak berwenang.
“Mungkin dalam satu atau dua minggu sudah bisa beroperasi kembali. Kami masih menunggu laporan dari manajer Jembatan Nusantara. Sementara ini memang padat, tapi masyarakat masih bisa lewat Jembatan Duplikasi,” ujarnya.
Penyeberangan Bardanadi - Siantan selama ini menjadi jalur alternatif penting yang menghubungkan dua wilayah padat aktivitas di Kota Pontianak. Tidak berfungsinya penyeberangan ini membuat arus lalu lintas di Jembatan Kapuas dan Jembatan Kapuas II menjadi lebih padat, terutama pada pagi dan sore hari. (Lid)
KALBARONLINE.com - Warga Kota Pontianak mengeluhkan tidak beroperasinya penyeberangan kapal feri rute Bardanadi - Siantan yang sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir.
Pantauan di lokasi, sebuah banner bertuliskan “Kapal Stop Operasi Sedang Dalam Perawatan” terpampang di area depan pintu masuk penyeberangan.
Keluhan salah satunya disampaikan oleh Maya (29 tahun), warga Siantan yang setiap hari bekerja di kawasan Pontianak Kota. Ia mengaku kesulitan sejak feri berhenti beroperasi karena terpaksa menempuh jalur darat yang padat, terutama pada jam-jam sibuk.
“Udah sekitar dua bulan gak aktif. Saya emang tiap pergi kerja lewat penyebrangan feri, karena dekat ke tempat kerja saya. Kalau bisa sih pemkot cepat mengatasinya, karena banyak juga warga lain ngeluh kok penyebrangan gak buka-buka, udah lama banget,” ujar Maya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak, Trisna Ibrahim menjelaskan, bahwa penghentian sementara operasional feri disebabkan oleh kendala teknis dan proses perawatan rutin yang harus dilakukan oleh pihak pengelola.
“Hanya kendala teknis. KSOP sebagai pihak yang mengeluarkan izin juga tidak mau sembarangan. Waktunya memang harus maintenance, itu demi keselamatan,” jelas Trisna.
Ia menambahkan, perawatan kali ini memakan waktu lebih lama, karena adanya antrean panjang di perusahaan yang menangani perbaikan jembatan dan sarana penyeberangan.
“Sekarang antreannya panjang, tidak seperti dulu. Jembatan Nusantara baru dapat giliran, sekarang mungkin sudah dalam tahap penyelesaian akhir,” katanya.
Lebih lanjut Trisna memastikan, bahwa operasional penyeberangan akan segera dibuka kembali setelah seluruh proses perawatan dinyatakan selesai dan aman oleh pihak berwenang.
“Mungkin dalam satu atau dua minggu sudah bisa beroperasi kembali. Kami masih menunggu laporan dari manajer Jembatan Nusantara. Sementara ini memang padat, tapi masyarakat masih bisa lewat Jembatan Duplikasi,” ujarnya.
Penyeberangan Bardanadi - Siantan selama ini menjadi jalur alternatif penting yang menghubungkan dua wilayah padat aktivitas di Kota Pontianak. Tidak berfungsinya penyeberangan ini membuat arus lalu lintas di Jembatan Kapuas dan Jembatan Kapuas II menjadi lebih padat, terutama pada pagi dan sore hari. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini