Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Tuesday, 09 September 2025 |
KALBARONLINE.com - Warga Kota Pontianak kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram. Seperti di pangkalan resmi Pertamina di SPBU Jalan Martadinata, pada Selasa (09/09/2025), terlihat antrean panjang pembelian.
SBM Kalbar V Gas PT Patra Niaga Kalimantan, Muhammad Fadlan Ariska membantah adanya kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Menurutnya, antrean mengular karena efek libur panjang sebelumnya. Serta banyaknya konsumsi saat hari besar Maulid Nabi.
“Jadi sebenarnya isu-isu yang sekarang ini mungkin karena efek hari libur kemarin, dan juga memang ada peningkatan konsumsi mungkin karena pada saat Maulid Nabi kemarin,” ungkap Fadlan saat ditemui.
“Bahkan pun nih tanggal hari Jumat itu kan tanggal merah, itu tuh kita ada penyaluran. Penyaluran extra dropping itu sebesar 50 persen sebagai antisipasi,” tambahnya.
Ia melanjutkan, distribusi elpiji dilakukan secara bertahap dari SPBE ke agen, lalu ke pangkalan. Karena itu, antrean panjang biasanya terjadi saat masyarakat sudah mengetahui jadwal kedatangan pasokan.
“Warga sudah terbiasa menunggu di pangkalan beberapa saat sebelum truk datang, sehingga tampak antrean panjang. Setelah pasokan sampai, stok langsung terpenuhi,” terangnya.
Fadlan juga mengingatkan, bahwa elpiji 3 Kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, UMKM, nelayan, dan petani sasaran. Namun, pihaknya menduga ada oknum pengecer yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
“Hal ini yang kita khawatirkan. Karena itu, kita sudah koordinasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pontianak untuk sama-sama memantau distribusi,” katanya.
Pertamina juga tengah memperketat pengawasan dengan sistem digitalisasi melalui aplikasi MyPertamina. Setiap pembelian di pangkalan akan tercatat berdasarkan KTP, sehingga warga tidak bisa berulang kali membeli di lokasi berbeda.
Terkait laporan harga elpiji 3 Kg yang melambung hingga Rp 35 ribu - Rp 40 ribu di tingkat pengecer, Fadlan menegaskan, hal tersebut di luar kewenangan Pertamina.
“Kami hanya menyalurkan sampai level pangkalan dengan harga Rp 18 ribu sesuai HET. Jika ada penjualan di atas harga itu di tingkat pengecer, ranahnya sudah ke aparat penegak hukum,” jelasnya.
Ia memastikan, pasokan elpiji 3 Kg di Pontianak dan sekitarnya tetap aman. “Kami bersama agen terus memantau kebutuhan di lapangan. Jika diperlukan, kami siap melakukan tambahan pasokan sesuai arahan pemerintah daerah,” pungkas Fadlan. (Lid)
KALBARONLINE.com - Warga Kota Pontianak kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram. Seperti di pangkalan resmi Pertamina di SPBU Jalan Martadinata, pada Selasa (09/09/2025), terlihat antrean panjang pembelian.
SBM Kalbar V Gas PT Patra Niaga Kalimantan, Muhammad Fadlan Ariska membantah adanya kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Menurutnya, antrean mengular karena efek libur panjang sebelumnya. Serta banyaknya konsumsi saat hari besar Maulid Nabi.
“Jadi sebenarnya isu-isu yang sekarang ini mungkin karena efek hari libur kemarin, dan juga memang ada peningkatan konsumsi mungkin karena pada saat Maulid Nabi kemarin,” ungkap Fadlan saat ditemui.
“Bahkan pun nih tanggal hari Jumat itu kan tanggal merah, itu tuh kita ada penyaluran. Penyaluran extra dropping itu sebesar 50 persen sebagai antisipasi,” tambahnya.
Ia melanjutkan, distribusi elpiji dilakukan secara bertahap dari SPBE ke agen, lalu ke pangkalan. Karena itu, antrean panjang biasanya terjadi saat masyarakat sudah mengetahui jadwal kedatangan pasokan.
“Warga sudah terbiasa menunggu di pangkalan beberapa saat sebelum truk datang, sehingga tampak antrean panjang. Setelah pasokan sampai, stok langsung terpenuhi,” terangnya.
Fadlan juga mengingatkan, bahwa elpiji 3 Kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, UMKM, nelayan, dan petani sasaran. Namun, pihaknya menduga ada oknum pengecer yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
“Hal ini yang kita khawatirkan. Karena itu, kita sudah koordinasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pontianak untuk sama-sama memantau distribusi,” katanya.
Pertamina juga tengah memperketat pengawasan dengan sistem digitalisasi melalui aplikasi MyPertamina. Setiap pembelian di pangkalan akan tercatat berdasarkan KTP, sehingga warga tidak bisa berulang kali membeli di lokasi berbeda.
Terkait laporan harga elpiji 3 Kg yang melambung hingga Rp 35 ribu - Rp 40 ribu di tingkat pengecer, Fadlan menegaskan, hal tersebut di luar kewenangan Pertamina.
“Kami hanya menyalurkan sampai level pangkalan dengan harga Rp 18 ribu sesuai HET. Jika ada penjualan di atas harga itu di tingkat pengecer, ranahnya sudah ke aparat penegak hukum,” jelasnya.
Ia memastikan, pasokan elpiji 3 Kg di Pontianak dan sekitarnya tetap aman. “Kami bersama agen terus memantau kebutuhan di lapangan. Jika diperlukan, kami siap melakukan tambahan pasokan sesuai arahan pemerintah daerah,” pungkas Fadlan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini