Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Friday, 08 August 2025 |
KALBARONLINE.com - Usai menanam magrove di pesisir Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Magrove di Hotel Aston, Pontianak, Jumat (08/08/2025).
Hanif menegaskan, bahwa rakornas ini digelar untuk menyusun rencana perlindungan dan pengelolaan mangrove yang sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Mangrove.
“Selama lebih dari 17 tahun kita belum memiliki rencana pengelolaan mangrove yang terintegrasi. Akibatnya, tekanan terhadap habitat mangrove kita sangat besar, padahal ini adalah ekosistem yang sangat penting,” ujar Hanif usai memberikan arahan dalam rakornas tersebut.
Ia menyebutkan, bahwa Indonesia memiliki 3,4 juta hektare hutan mangrove, luasan terbesar di dunia dari total 17,2 juta hektare hutan mangrove global.
“Maka mari kita lakukan penanaman mangrove dengan sangat presisi tidak ada lagi kegiatan kegiatan yang boleh mengganggu dengan masif ekosistem mangrove yang kita miliki yang hampir berada di seluruh provinsi di tanah air,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hanif mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat untuk bersama-sama merumuskan langkah perlindungan dan pengembangan mangrove.
“Kita minta kepada para expert dunia usaha pemerintah dan masyarakat untuk bersama sama merumuskan bagimana rencana perlindungan dan pengelolaan mangrove itu mampu kita lakukan,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan yang turut hadir dalam rakornas tersebut menyebutkan, bahwa Kalbar memiliki kekayaan ekosistem mangrove yang luar biasa, dengan luas mencapai lebih dari 162 ribu hektare yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Kabupaten Kubu Raya menjadi wilayah dengan luasan mangrove terbesar, yakni hampir 68 persen dari total provinsi.
“Tak hanya luas, mangrove kita juga kaya spesies terdapat 40 jenis, termasuk dua spesies langka dunia, yaitu bruguiera hainesii dan candelia candel. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua,” ucapnya.
Namun di balik potensi itu, ia menyebut Kalbar juga menghadapi tantangan serius. Banyak kawasan mangrove yang beralih fungsi menjadi permukiman, tambak, bahkan pelabuhan. Aktivitas pembangunan, penebangan liar (illegal logging) turut memperparah kerusakan mangrove.
“Kita masih memiliki lebih dari 14 ribu hektare lahan potensial untuk rehabilitasi mangrove. Ini peluang besar untuk memperkuat ketahanan pesisir, meningkatkan kualitas lingkungan, dan membuka ruang bagi ekonomi hijau,” tambahnya.
Komitmen Bersama untuk Rehabilitasi
Gubernur juga mengungkapkan bahwa kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan di pesisir Mempawah bersama Menteri LHK dan Kapolri menunjukkan komitmen nyata dalam memperbaiki ekosistem pesisir.
“Alhamdulillah, di sana kegiatan budidaya mangrove sudah menjadi perhatian sejak beberapa tahun terakhir. Banyak pihak seperti NGO, CSR BUMD dan BUMN juga sudah berpartisipasi,” jelasnya.
Ia menekankan, bahwa penanaman mangrove harus dilakukan secara terencana, memperhatikan musim dan cuaca, agar hasilnya maksimal.
“Ini bukan semata untuk hari ini, tapi untuk warisan bagi anak cucu kita. Mari kita jaga lingkungan agar tetap hijau dan lestari,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Usai menanam magrove di pesisir Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Magrove di Hotel Aston, Pontianak, Jumat (08/08/2025).
Hanif menegaskan, bahwa rakornas ini digelar untuk menyusun rencana perlindungan dan pengelolaan mangrove yang sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Mangrove.
“Selama lebih dari 17 tahun kita belum memiliki rencana pengelolaan mangrove yang terintegrasi. Akibatnya, tekanan terhadap habitat mangrove kita sangat besar, padahal ini adalah ekosistem yang sangat penting,” ujar Hanif usai memberikan arahan dalam rakornas tersebut.
Ia menyebutkan, bahwa Indonesia memiliki 3,4 juta hektare hutan mangrove, luasan terbesar di dunia dari total 17,2 juta hektare hutan mangrove global.
“Maka mari kita lakukan penanaman mangrove dengan sangat presisi tidak ada lagi kegiatan kegiatan yang boleh mengganggu dengan masif ekosistem mangrove yang kita miliki yang hampir berada di seluruh provinsi di tanah air,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hanif mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat untuk bersama-sama merumuskan langkah perlindungan dan pengembangan mangrove.
“Kita minta kepada para expert dunia usaha pemerintah dan masyarakat untuk bersama sama merumuskan bagimana rencana perlindungan dan pengelolaan mangrove itu mampu kita lakukan,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan yang turut hadir dalam rakornas tersebut menyebutkan, bahwa Kalbar memiliki kekayaan ekosistem mangrove yang luar biasa, dengan luas mencapai lebih dari 162 ribu hektare yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Kabupaten Kubu Raya menjadi wilayah dengan luasan mangrove terbesar, yakni hampir 68 persen dari total provinsi.
“Tak hanya luas, mangrove kita juga kaya spesies terdapat 40 jenis, termasuk dua spesies langka dunia, yaitu bruguiera hainesii dan candelia candel. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua,” ucapnya.
Namun di balik potensi itu, ia menyebut Kalbar juga menghadapi tantangan serius. Banyak kawasan mangrove yang beralih fungsi menjadi permukiman, tambak, bahkan pelabuhan. Aktivitas pembangunan, penebangan liar (illegal logging) turut memperparah kerusakan mangrove.
“Kita masih memiliki lebih dari 14 ribu hektare lahan potensial untuk rehabilitasi mangrove. Ini peluang besar untuk memperkuat ketahanan pesisir, meningkatkan kualitas lingkungan, dan membuka ruang bagi ekonomi hijau,” tambahnya.
Komitmen Bersama untuk Rehabilitasi
Gubernur juga mengungkapkan bahwa kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan di pesisir Mempawah bersama Menteri LHK dan Kapolri menunjukkan komitmen nyata dalam memperbaiki ekosistem pesisir.
“Alhamdulillah, di sana kegiatan budidaya mangrove sudah menjadi perhatian sejak beberapa tahun terakhir. Banyak pihak seperti NGO, CSR BUMD dan BUMN juga sudah berpartisipasi,” jelasnya.
Ia menekankan, bahwa penanaman mangrove harus dilakukan secara terencana, memperhatikan musim dan cuaca, agar hasilnya maksimal.
“Ini bukan semata untuk hari ini, tapi untuk warisan bagi anak cucu kita. Mari kita jaga lingkungan agar tetap hijau dan lestari,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini