Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : shella |
| Thursday, 12 December 2024 |
KalbarOnline - Perang Kota karya menjadi film penutup dari Festival Film Internasional Rotterdam (IFFR) ke-54.
Starvision bersama Cinesurya juga mengungkap trailer perdana dari film yang diberi judul internasional This City is a Battlefield, pada saat yang bersamaan.
Sejumlah peperangan pada tahun 1946 yang dialami oleh Isa (Chicco Jerikho) dan Hazil (Jerome Kurnia) diperlihatkan dalam trailer berdurasi dua menit itu.
Batin Isa mengalami masalah di perkawinannya dengan Fatimah (Ariel Tatum), sementara Isa diminta untuk memimpin sebuah misi baru.
Kemudian, hadirlah Hazil, seorang pria yang memiliki semangat tinggi untuk merebut hati Fatimah di tengah konflik tersebut.
“Mouly Surya adalah sutradara yang piawai, dan kepiawaiannya menjadikan Perang Kota sebagai sebuah masterclass dalam pembuatan film,” ungkap Direktur Festival IFFR, Vanja Kaludjercic.
“Film ini adalah eksplorasi anti- perang yang menarik dan diceritakan dengan presisi, dan sebagai sebuah ko-produksi Indonesia- Belanda, resonansi budaya film ini menjadi amat dalam,” tambahnya.
“Menayangkan perdana di Belanda sebagai film penutup memiliki makna yang berlapis. Film ini mencerminkan interpretasi saya atas memori bersama negara kita dengan Belanda, secara adegan, dialog, kultur pada saat itu sangat lekat pada memori tersebut,” terang Mouly Surya.
“Semacam berbagi DNA yang bisa punya arti yang juga dalam buat penonton di Belanda, tidak hanya penonton Indonesia,” imbuhnya.
Film yang diproduseri oleh Rama Adi, Chand Parwez Servia, Fauzan Zidni dan Tutut Kolopaking ini merupakan ko-produksi antara Indonesia, Belanda, Singapura, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja.
Perang Kota bakal tayang di IFFR sebelum melanglang buana di bioskop. (she)
KalbarOnline - Perang Kota karya menjadi film penutup dari Festival Film Internasional Rotterdam (IFFR) ke-54.
Starvision bersama Cinesurya juga mengungkap trailer perdana dari film yang diberi judul internasional This City is a Battlefield, pada saat yang bersamaan.
Sejumlah peperangan pada tahun 1946 yang dialami oleh Isa (Chicco Jerikho) dan Hazil (Jerome Kurnia) diperlihatkan dalam trailer berdurasi dua menit itu.
Batin Isa mengalami masalah di perkawinannya dengan Fatimah (Ariel Tatum), sementara Isa diminta untuk memimpin sebuah misi baru.
Kemudian, hadirlah Hazil, seorang pria yang memiliki semangat tinggi untuk merebut hati Fatimah di tengah konflik tersebut.
“Mouly Surya adalah sutradara yang piawai, dan kepiawaiannya menjadikan Perang Kota sebagai sebuah masterclass dalam pembuatan film,” ungkap Direktur Festival IFFR, Vanja Kaludjercic.
“Film ini adalah eksplorasi anti- perang yang menarik dan diceritakan dengan presisi, dan sebagai sebuah ko-produksi Indonesia- Belanda, resonansi budaya film ini menjadi amat dalam,” tambahnya.
“Menayangkan perdana di Belanda sebagai film penutup memiliki makna yang berlapis. Film ini mencerminkan interpretasi saya atas memori bersama negara kita dengan Belanda, secara adegan, dialog, kultur pada saat itu sangat lekat pada memori tersebut,” terang Mouly Surya.
“Semacam berbagi DNA yang bisa punya arti yang juga dalam buat penonton di Belanda, tidak hanya penonton Indonesia,” imbuhnya.
Film yang diproduseri oleh Rama Adi, Chand Parwez Servia, Fauzan Zidni dan Tutut Kolopaking ini merupakan ko-produksi antara Indonesia, Belanda, Singapura, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja.
Perang Kota bakal tayang di IFFR sebelum melanglang buana di bioskop. (she)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini