Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : shella |
| Thursday, 10 October 2024 |
KalbarOnline.com - Foto-foto film “Pernikahan Arwah (The Butterfly House)” resmi dirilis oleh Entelekey Media Indonesia (EMI) berkolaborasi dengan Relate Films.
Pernikahan Arwah merupakan sebuah film horor yang menggabungkan unsur tradisi Tionghoa dengan alur cerita mencekam.
Film tersebut menceritakan tentang Salim dan Tasya, sepasang calon suami istri yang memindahkan proses foto prewedding mereka ke rumah keluarga Salim setelah bibi Salim, satu-satunya, baru saja meninggal dunia.
Salim yang harus mengurus pemakaman bibinya, juga harus melanjutkan ritual keluarganya untuk membakar dupa setiap hari di altar misterius. Jika tidak, nyawanya bisa terancam.
Kehadiran pasangan tersebut dan tim foto prewedding di rumah itu, ternyata membuat arwah leluhur Salim di masa pendudukan Jepang muncul dan meneror mereka.
Melihat hal itu, Tasya tergerak untuk menguak misteri masa lalu dari keluarga Salim. Tujuannya agar bisa menenangkan arwah tersebut sekaligus membebaskan calon suaminya dari kewajibannya. Dengan demikian, mereka bisa pergi dari rumah itu.
[caption id="attachment_180509" align="aligncenter" width="700"]
Foto: Dok. Pernikahan Arwah[/caption]
"Film Pernikahan Arwah (The Butterfly House) membawa elemen horor yang tidak hanya berfokus pada ketegangan, tetapi juga tentang budaya peranakan Tionghoa, terutama tradisi pernikahan arwah,” tutur sang sutradara, Paul Agusta dari siaran media pada Rabu (9/10/2024).
“Ini adalah tantangan bagi saya untuk menggabungkan dua elemen ini menjadi sebuah narasi yang kuat dalam film,” imbuhnya.
Film yang dibintangi oleh Morgan Oey, Zulfa Maharani, Jourdy Pranata, dan Brigitta Cynthia itu, juga mengharuskan para pemain untuk melakukan pendalaman karakter yang intens. Pasalnya, cerita film tersebut menggabungkan elemen spiritual dan tradisional. (*)
KalbarOnline.com - Foto-foto film “Pernikahan Arwah (The Butterfly House)” resmi dirilis oleh Entelekey Media Indonesia (EMI) berkolaborasi dengan Relate Films.
Pernikahan Arwah merupakan sebuah film horor yang menggabungkan unsur tradisi Tionghoa dengan alur cerita mencekam.
Film tersebut menceritakan tentang Salim dan Tasya, sepasang calon suami istri yang memindahkan proses foto prewedding mereka ke rumah keluarga Salim setelah bibi Salim, satu-satunya, baru saja meninggal dunia.
Salim yang harus mengurus pemakaman bibinya, juga harus melanjutkan ritual keluarganya untuk membakar dupa setiap hari di altar misterius. Jika tidak, nyawanya bisa terancam.
Kehadiran pasangan tersebut dan tim foto prewedding di rumah itu, ternyata membuat arwah leluhur Salim di masa pendudukan Jepang muncul dan meneror mereka.
Melihat hal itu, Tasya tergerak untuk menguak misteri masa lalu dari keluarga Salim. Tujuannya agar bisa menenangkan arwah tersebut sekaligus membebaskan calon suaminya dari kewajibannya. Dengan demikian, mereka bisa pergi dari rumah itu.
[caption id="attachment_180509" align="aligncenter" width="700"]
Foto: Dok. Pernikahan Arwah[/caption]
"Film Pernikahan Arwah (The Butterfly House) membawa elemen horor yang tidak hanya berfokus pada ketegangan, tetapi juga tentang budaya peranakan Tionghoa, terutama tradisi pernikahan arwah,” tutur sang sutradara, Paul Agusta dari siaran media pada Rabu (9/10/2024).
“Ini adalah tantangan bagi saya untuk menggabungkan dua elemen ini menjadi sebuah narasi yang kuat dalam film,” imbuhnya.
Film yang dibintangi oleh Morgan Oey, Zulfa Maharani, Jourdy Pranata, dan Brigitta Cynthia itu, juga mengharuskan para pemain untuk melakukan pendalaman karakter yang intens. Pasalnya, cerita film tersebut menggabungkan elemen spiritual dan tradisional. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini