Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Monday, 09 September 2024 |
KalbarOnline, Singkawang - Bakal calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji melakukan silaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, yang dipusatkan di Kampung Air Merah, Minggu (08/09/2024).
Sutarmidji yang hadir didampingi tokoh agama Singkawang, Ustadz Jawani dan Ketua Forum Muslim Bersatu Kota Singkawang, Ibrahim Kasim itu disambut hangat para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta antusias masyarakat setempat.
Silaturahmi tersebut diisi dengan dialog dan diskusi tentang pembangunan Kalbar ke depan. Mulai dari infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
Tokoh masyarakat setempat, Slamet Agung mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Sutarmidji yang telah sudi hadir memenuhi undangan mereka.
“Selamat datang ke kampung kami Pak. Terima kasih telah memenuhi undangan kami. Semoga silaturahmi Bapak ke sini diridhoi Allah. Apa yang bapak cita-citakan dimudahkan Allah. Insya Allah Pak, doa yang baik akan dikabulkan oleh Allah,” ucap Slamet Agung.
Dalam kesempatan itu, Agung menyampaikan bahwa mayoritas penduduk Kelurahan Pangmilang merupakan petani. Sehingga dia berharap besar agar Sutarmidji dan Didi Haryono dapat memperhatikan mereka jika diberi amanah kembali memimpin Kalbar.
“Yang jadi persoalan petani sampai hari ini adalah pupuk Pak. Mudah-mudahan jika Bapak diberi amanah kembali memimpin Kalbar, bisa memberi perhatian khusus terkait pupuk,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Sutarmidji memohon doa dan restu kepada masyarakat setempat bahwa dirinya akan maju kembali di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar tahun 2024. Midji—sapaan karib Sutarmidji mengatakan, dirinya maju bersama mantan Kapolda Kalbar, Didi Haryono. Sosok yang menurutnya sangat tidak asing bagi masyarakat Singkawang.
“Saya bersama Pak Didi mohon doa dan restu bahwa kami akan maju kembali dalam pemilihan kepala daerah ke depan, dan percayalah kami akan betul-betul membangun Kalbar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Sutarmidji.
Dalam kesempatan itu, Sutarmidji turut mengajak masyarakat menghadapi pilkada serentak 2024 ini dengan suka cita dan riang gembira, jangan malah terpecah.
“Walau beda warna itu biasa,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, walaupun sama-sama berstatus kota, namun Kota Singkawang ini berbeda dengan Pontianak, luas Singkawang persis seperti DKI. kalau Pontianak hanya seperlimanya. begitupun Kalbar. Jawa Barat ditambah Banten masih luas Kapuas Hulu. APBD-nya pun jauh sekali.
Di hadapan masyarakat serta para tokoh yang hadir, Midji pun menceritakan apa yang telah dilakukannya selama memimpin Kalbar lima tahun lalu. Dia menjelaskan, hal yang menjadi fokus utamanya yakni infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
Sutarmidji menceritakan, pada awal ia menjabat sebagai gubernur, kala itu dirinya dihadapkan pada kondisi infrastruktur jalan dengan status jalan mantap yang hanya sekitar 49 persen. Karena anggaran terbatas, dengan wilayah yang luas, dirinya lalu mengkonsolidasikan seluruh perangkat daerah untuk mencari sumber-sumber pembiayaan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Misalnya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat pesat—dari yang awalnya hanya sebesar Rp 1 triliun lebih (awal menjabat) menjadi sekitar Rp 3 triliun usia dirinya turun menjabat.
“Alhamdulillah dalam masa lima tahun menjabat, kondisi jalan mantap yang awalnya hanya 49 persen bisa bertambah menjadi lebih dari 20 sampai 30 persen. Artinya sekarang menjadi 80-an persen jalan dengan kondisi mantap. Memang banyak yang belum beraspal, karena memang anggaran kita sangat terbatas,” kata Sutarmidji.
Meski infrastruktur merupakan bagian terpenting dalam kemajuan suatu daerah, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) juga tak kalah penting. Mengingat angka rata-rata lama sekolah di Kalbar hanya 7,6 tahun. Karena itu dirinya bertekad membangun SMA/SMK negeri baru sebanyak-banyaknya untuk mengatasi persoalan itu. Hasilnya, selama lima tahun menjabat, Sutarmidji sudah membangun hampir 70 SMA/SMK negeri baru di berbagai daerah Kalbar.
“Memang masih butuh sekitar 60 sampai 70 sekolah lagi supaya seluruh anak tamatan SMP bisa melanjutkan pendidikan ke SMA. Itu yang harus kita lakukan, kita buat pemerataan. Mudah-mudahan Kalbar ini kedepannya bisa lebih maju dari sisi pendidikan. Karena sumber daya alam yang banyak tidak dibarengi dengan sumber daya manusia yang baik, maka kita hanya akan jadi penonton. Makanya SDM yang baik perlu kita ciptakan,” kata Midji.
Karena anggaran yang terbatas, Sutarmidji menyampaikan seorang pemimpin harus piawai dalam menetapkan prioritas pembangunan. Dalam bidang kesehatan, salah satunya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso yang merupakan rumah sakit rujukan.
Di masa kepemimpinannya saat menjabat sebagai Gubernur Kalbar periode 2018 - 2023, Sutarmidji berhasil membangun gedung baru RSUD Soedarso dua tower yang masing-masing enam lantai.
“Yang paling penting yang sudah kita selesaikan itu masalah Rumah Sakit Soedarso, rumah sakit rujukan itu sudah relatif lengkap. Kalau orang kena penyakit kanker stadium empat itu sudah bisa di-kemoterapi di Soedarso, operasi jantung sudah bisa di Soedarso, kemudian layanan untuk anak dan lain sebagainya semuanya sudah bisa, itu rumah sakit yang menjadi prioritas kita dalam menyelesaikan infrastruktur itu,” paparnya.
Kemudian sekolah. Sutarmidji mengaku kalau dirinya memang harus ngotot, bagaimana anggaran APBD dapat dikonsentrasikan dengan cukup untuk membangun sekolah-sekolah sebagai sarana atau fasilitas pendidikan di daerah.
“Bapak ibu, Kalbar ini anak-anak orang Kalbar ini rata-rata tamatan SMP kelas dua lamanya, belajar hanya 7,6 tahun, makanya saya ngotot untuk membangun banyak sekali sekolah,” katanya.
Kemudian untuk percepatan pembangunan wilayah, Pemprov Kalbar juga berupaya memenuhinya, seperti di Singkawang yang kini telah dibangun bandar udara (bandara)-nya. Dengan bandara beroperasi, maka kawasan ini akan cepat maju.
“Kemudian kita bangun juga SPN juga waktu itu jauh sekali tapi kalau jalannya sudah jadi maka jadi tidak jauh lagi. Ini spot-spot untuk mendorong percepatan pembangunan,” katanya.
Sutarmidji kembali mengingatkan, bahwa 5 tahun kepemimpinannya kemarin memang cukup berat, karena hampir kurang lebih 3 tahun, Indonesia termasuk Kalbar, dihantam oleh pandemi Covid-19. Konsekuensinya, dana APBD Kalbar banyak disedot dan dialihkan untuk “penyelamatan” ekonomi dan sosial masyarakat yang terpapar.
“Lima tahun kepemimpinan saya itu 2 tahun tidak bisa apa-apa, karena masa itu covid, masa covid itu anggaran yang dipotong dari pusat untuk covid itu lebih dari 1 triliun yang tidak dicairkan, dan kita harus mencari sumber-sumber pembiayaan lain yang jelas saya tidak mau pinjam, bisa pinjam di bank, tapi saya tidak mau (khawatir akan lebih memberatkan APBD ke depan, red),” terangnya.
Oleh karenanya, ia berharap bisa melanjutkan kembali pembangunan di Kalbar selama 5 tahun ke depan. Ia pun bersyukur dapat menggandeng salah satu putra terbaik asal Singkawang yang tau betul permasalah Kalbar, terutama Singkawang sebagai wilayah pemekaran dari Kabupaten Sambas.
“Mari kita bersama-sama membangun daerah kita untuk lebih maju. Alhamdulillah tahun ini pilgub saya berpasangan dengan orang Singkawang sebelum pecah (pemekaran dari Kabupaten Sambas), beliau itu namanya Pak Didi Haryono mantan Kapolda Kalbar tahun 2017 - 2020, beliau putra asli Singkawang, rumahnya di Singkawang, orang tuanya di Singkawang,” kata Sutarmidji.
“Nanti bapak-ibu ke depan bisa langsung berkoordinasi dengan beliau, tapi mungkin waktu masa kampanye untuk hadir di kawasan ini, supaya dia bisa mengenalkan diri lebih dengan bapak-ibu warga SP1, SP2, kemudian air merah,” terangnya lagi.
Sutarmidji ingin bilang, bahwa perlu sosok yang benar-benar serius dan tangguh untuk mengelola Kalbar ini. Menurutnya, ia bersama Didi Haryono siap memikul tanggung jawab itu dengan segala risikonya.
“Kalbar, cuman harus dipahami juga, anggaran kita itu tidak sampai Rp 6 triliun, (tapi) luas Kalbar itu satu sepertiga kali Pulau Jawa, DKI itu saja Rp 90 triliun, Jawa Barat sekitar Rp 50 triliun, Jawa Timur lebih dari Rp 50 triliun, mungkin kalau seluruh Jawa itu (total APBD-nya) Rp 500 sampai Rp 600 triliun. Nah kita tidak sampai Rp 6 (triliun), (sementara) luas wilayah kita satu sepertiga Pulau Jawa, itu kendala kita, sehingga kita harus prioritaskan pembangunan,” kata Sutarmidji.
“Saya pilih kesehatan infrastruktur dan pendidikan, karena ini yang bisa mengubah wajah Kalbar,” jelasnya. (Jau)
KalbarOnline, Singkawang - Bakal calon Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji melakukan silaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, yang dipusatkan di Kampung Air Merah, Minggu (08/09/2024).
Sutarmidji yang hadir didampingi tokoh agama Singkawang, Ustadz Jawani dan Ketua Forum Muslim Bersatu Kota Singkawang, Ibrahim Kasim itu disambut hangat para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta antusias masyarakat setempat.
Silaturahmi tersebut diisi dengan dialog dan diskusi tentang pembangunan Kalbar ke depan. Mulai dari infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
Tokoh masyarakat setempat, Slamet Agung mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Sutarmidji yang telah sudi hadir memenuhi undangan mereka.
“Selamat datang ke kampung kami Pak. Terima kasih telah memenuhi undangan kami. Semoga silaturahmi Bapak ke sini diridhoi Allah. Apa yang bapak cita-citakan dimudahkan Allah. Insya Allah Pak, doa yang baik akan dikabulkan oleh Allah,” ucap Slamet Agung.
Dalam kesempatan itu, Agung menyampaikan bahwa mayoritas penduduk Kelurahan Pangmilang merupakan petani. Sehingga dia berharap besar agar Sutarmidji dan Didi Haryono dapat memperhatikan mereka jika diberi amanah kembali memimpin Kalbar.
“Yang jadi persoalan petani sampai hari ini adalah pupuk Pak. Mudah-mudahan jika Bapak diberi amanah kembali memimpin Kalbar, bisa memberi perhatian khusus terkait pupuk,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Sutarmidji memohon doa dan restu kepada masyarakat setempat bahwa dirinya akan maju kembali di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar tahun 2024. Midji—sapaan karib Sutarmidji mengatakan, dirinya maju bersama mantan Kapolda Kalbar, Didi Haryono. Sosok yang menurutnya sangat tidak asing bagi masyarakat Singkawang.
“Saya bersama Pak Didi mohon doa dan restu bahwa kami akan maju kembali dalam pemilihan kepala daerah ke depan, dan percayalah kami akan betul-betul membangun Kalbar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Sutarmidji.
Dalam kesempatan itu, Sutarmidji turut mengajak masyarakat menghadapi pilkada serentak 2024 ini dengan suka cita dan riang gembira, jangan malah terpecah.
“Walau beda warna itu biasa,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, walaupun sama-sama berstatus kota, namun Kota Singkawang ini berbeda dengan Pontianak, luas Singkawang persis seperti DKI. kalau Pontianak hanya seperlimanya. begitupun Kalbar. Jawa Barat ditambah Banten masih luas Kapuas Hulu. APBD-nya pun jauh sekali.
Di hadapan masyarakat serta para tokoh yang hadir, Midji pun menceritakan apa yang telah dilakukannya selama memimpin Kalbar lima tahun lalu. Dia menjelaskan, hal yang menjadi fokus utamanya yakni infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
Sutarmidji menceritakan, pada awal ia menjabat sebagai gubernur, kala itu dirinya dihadapkan pada kondisi infrastruktur jalan dengan status jalan mantap yang hanya sekitar 49 persen. Karena anggaran terbatas, dengan wilayah yang luas, dirinya lalu mengkonsolidasikan seluruh perangkat daerah untuk mencari sumber-sumber pembiayaan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Misalnya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat pesat—dari yang awalnya hanya sebesar Rp 1 triliun lebih (awal menjabat) menjadi sekitar Rp 3 triliun usia dirinya turun menjabat.
“Alhamdulillah dalam masa lima tahun menjabat, kondisi jalan mantap yang awalnya hanya 49 persen bisa bertambah menjadi lebih dari 20 sampai 30 persen. Artinya sekarang menjadi 80-an persen jalan dengan kondisi mantap. Memang banyak yang belum beraspal, karena memang anggaran kita sangat terbatas,” kata Sutarmidji.
Meski infrastruktur merupakan bagian terpenting dalam kemajuan suatu daerah, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) juga tak kalah penting. Mengingat angka rata-rata lama sekolah di Kalbar hanya 7,6 tahun. Karena itu dirinya bertekad membangun SMA/SMK negeri baru sebanyak-banyaknya untuk mengatasi persoalan itu. Hasilnya, selama lima tahun menjabat, Sutarmidji sudah membangun hampir 70 SMA/SMK negeri baru di berbagai daerah Kalbar.
“Memang masih butuh sekitar 60 sampai 70 sekolah lagi supaya seluruh anak tamatan SMP bisa melanjutkan pendidikan ke SMA. Itu yang harus kita lakukan, kita buat pemerataan. Mudah-mudahan Kalbar ini kedepannya bisa lebih maju dari sisi pendidikan. Karena sumber daya alam yang banyak tidak dibarengi dengan sumber daya manusia yang baik, maka kita hanya akan jadi penonton. Makanya SDM yang baik perlu kita ciptakan,” kata Midji.
Karena anggaran yang terbatas, Sutarmidji menyampaikan seorang pemimpin harus piawai dalam menetapkan prioritas pembangunan. Dalam bidang kesehatan, salah satunya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso yang merupakan rumah sakit rujukan.
Di masa kepemimpinannya saat menjabat sebagai Gubernur Kalbar periode 2018 - 2023, Sutarmidji berhasil membangun gedung baru RSUD Soedarso dua tower yang masing-masing enam lantai.
“Yang paling penting yang sudah kita selesaikan itu masalah Rumah Sakit Soedarso, rumah sakit rujukan itu sudah relatif lengkap. Kalau orang kena penyakit kanker stadium empat itu sudah bisa di-kemoterapi di Soedarso, operasi jantung sudah bisa di Soedarso, kemudian layanan untuk anak dan lain sebagainya semuanya sudah bisa, itu rumah sakit yang menjadi prioritas kita dalam menyelesaikan infrastruktur itu,” paparnya.
Kemudian sekolah. Sutarmidji mengaku kalau dirinya memang harus ngotot, bagaimana anggaran APBD dapat dikonsentrasikan dengan cukup untuk membangun sekolah-sekolah sebagai sarana atau fasilitas pendidikan di daerah.
“Bapak ibu, Kalbar ini anak-anak orang Kalbar ini rata-rata tamatan SMP kelas dua lamanya, belajar hanya 7,6 tahun, makanya saya ngotot untuk membangun banyak sekali sekolah,” katanya.
Kemudian untuk percepatan pembangunan wilayah, Pemprov Kalbar juga berupaya memenuhinya, seperti di Singkawang yang kini telah dibangun bandar udara (bandara)-nya. Dengan bandara beroperasi, maka kawasan ini akan cepat maju.
“Kemudian kita bangun juga SPN juga waktu itu jauh sekali tapi kalau jalannya sudah jadi maka jadi tidak jauh lagi. Ini spot-spot untuk mendorong percepatan pembangunan,” katanya.
Sutarmidji kembali mengingatkan, bahwa 5 tahun kepemimpinannya kemarin memang cukup berat, karena hampir kurang lebih 3 tahun, Indonesia termasuk Kalbar, dihantam oleh pandemi Covid-19. Konsekuensinya, dana APBD Kalbar banyak disedot dan dialihkan untuk “penyelamatan” ekonomi dan sosial masyarakat yang terpapar.
“Lima tahun kepemimpinan saya itu 2 tahun tidak bisa apa-apa, karena masa itu covid, masa covid itu anggaran yang dipotong dari pusat untuk covid itu lebih dari 1 triliun yang tidak dicairkan, dan kita harus mencari sumber-sumber pembiayaan lain yang jelas saya tidak mau pinjam, bisa pinjam di bank, tapi saya tidak mau (khawatir akan lebih memberatkan APBD ke depan, red),” terangnya.
Oleh karenanya, ia berharap bisa melanjutkan kembali pembangunan di Kalbar selama 5 tahun ke depan. Ia pun bersyukur dapat menggandeng salah satu putra terbaik asal Singkawang yang tau betul permasalah Kalbar, terutama Singkawang sebagai wilayah pemekaran dari Kabupaten Sambas.
“Mari kita bersama-sama membangun daerah kita untuk lebih maju. Alhamdulillah tahun ini pilgub saya berpasangan dengan orang Singkawang sebelum pecah (pemekaran dari Kabupaten Sambas), beliau itu namanya Pak Didi Haryono mantan Kapolda Kalbar tahun 2017 - 2020, beliau putra asli Singkawang, rumahnya di Singkawang, orang tuanya di Singkawang,” kata Sutarmidji.
“Nanti bapak-ibu ke depan bisa langsung berkoordinasi dengan beliau, tapi mungkin waktu masa kampanye untuk hadir di kawasan ini, supaya dia bisa mengenalkan diri lebih dengan bapak-ibu warga SP1, SP2, kemudian air merah,” terangnya lagi.
Sutarmidji ingin bilang, bahwa perlu sosok yang benar-benar serius dan tangguh untuk mengelola Kalbar ini. Menurutnya, ia bersama Didi Haryono siap memikul tanggung jawab itu dengan segala risikonya.
“Kalbar, cuman harus dipahami juga, anggaran kita itu tidak sampai Rp 6 triliun, (tapi) luas Kalbar itu satu sepertiga kali Pulau Jawa, DKI itu saja Rp 90 triliun, Jawa Barat sekitar Rp 50 triliun, Jawa Timur lebih dari Rp 50 triliun, mungkin kalau seluruh Jawa itu (total APBD-nya) Rp 500 sampai Rp 600 triliun. Nah kita tidak sampai Rp 6 (triliun), (sementara) luas wilayah kita satu sepertiga Pulau Jawa, itu kendala kita, sehingga kita harus prioritaskan pembangunan,” kata Sutarmidji.
“Saya pilih kesehatan infrastruktur dan pendidikan, karena ini yang bisa mengubah wajah Kalbar,” jelasnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini