Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Sunday, 07 July 2024 |
KalbarOnline, Pontianak – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap upaya Kapolda Kalbar, Irjen Pipit Rismanto, dalam memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kalbar. Harisson menilai keberadaan PETI sangat meresahkan dan merugikan warga sekitar.
"Saya selaku Penjabat Gubernur Kalbar mendukung langkah kapolda dalam memberantas PETI. PETI ini sangat merusak lingkungan padahal kita sedang gencar memperbaiki lingkungan," ungkap Harisson usai mengukuhkan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Barat di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (06/07/2024).
Menurut Harisson, penggunaan merkuri dalam kegiatan PETI dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Limbah merkuri yang berasal dari PETI dapat mencemari sungai dan berdampak pada rantai makanan, mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti stunting dan kasus kanker yang tinggi di Kalbar.
"PETI ini kan sebenarnya banyak merusak lingkungan termasuk penggunaan merkuri yang akhirnya akan tumpah ke sungai. Merkuri ini kan akan masuk ke plankton, plankton masuk ke ikan-ikan yang kecil lalu dimakan ikan yang besar. Ikan yang besar ini kan ujungnya masyarakat kita yang makan. Ini akan meracuni masyarakat di pinggir sungai atau masyarakat yang mengkonsumsi ikan yang sudah tercemar," ungkap Harisson.
“Dan tidak mungkin tingginya stunting dan tingginya kasus-kasus kanker di Kalbar diakibatkan karena kerusakan lingkungan dan pemakaian bahan kimia pada pengolahan PETI,” tambahnya.
Harisson juga menegaskan, bahwa pemerintah bersama kementerian lingkungan hidup akan terus berupaya keras untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan PETI di Kalbar.
“Dukungan kita bersama Kementerian Lingkungan Hidup sangat kuat untuk memperbaiki kondisi lingkungan kita, terutama terkait masalah PETI ini. Kita perlu melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak negatif kegiatan illegal ini," tukasnya. (Lid)
KalbarOnline, Pontianak – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap upaya Kapolda Kalbar, Irjen Pipit Rismanto, dalam memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kalbar. Harisson menilai keberadaan PETI sangat meresahkan dan merugikan warga sekitar.
"Saya selaku Penjabat Gubernur Kalbar mendukung langkah kapolda dalam memberantas PETI. PETI ini sangat merusak lingkungan padahal kita sedang gencar memperbaiki lingkungan," ungkap Harisson usai mengukuhkan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Barat di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (06/07/2024).
Menurut Harisson, penggunaan merkuri dalam kegiatan PETI dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Limbah merkuri yang berasal dari PETI dapat mencemari sungai dan berdampak pada rantai makanan, mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti stunting dan kasus kanker yang tinggi di Kalbar.
"PETI ini kan sebenarnya banyak merusak lingkungan termasuk penggunaan merkuri yang akhirnya akan tumpah ke sungai. Merkuri ini kan akan masuk ke plankton, plankton masuk ke ikan-ikan yang kecil lalu dimakan ikan yang besar. Ikan yang besar ini kan ujungnya masyarakat kita yang makan. Ini akan meracuni masyarakat di pinggir sungai atau masyarakat yang mengkonsumsi ikan yang sudah tercemar," ungkap Harisson.
“Dan tidak mungkin tingginya stunting dan tingginya kasus-kasus kanker di Kalbar diakibatkan karena kerusakan lingkungan dan pemakaian bahan kimia pada pengolahan PETI,” tambahnya.
Harisson juga menegaskan, bahwa pemerintah bersama kementerian lingkungan hidup akan terus berupaya keras untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan PETI di Kalbar.
“Dukungan kita bersama Kementerian Lingkungan Hidup sangat kuat untuk memperbaiki kondisi lingkungan kita, terutama terkait masalah PETI ini. Kita perlu melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak negatif kegiatan illegal ini," tukasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini