Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Tuesday, 10 October 2023 |
KalbarOnline, Pontianak - Harga beras mengalami kenaikan di Pasar Tradisional Dahlia, Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (10/10/2023).
Abdurrahman (21 tahun), seorang pedagang membenarkan perihal kenaikan harga tersebut.
"Untuk beras tipe bulan saat ini, benar lagi naik, untuk sekarang per kilogramnya itu bisa Rp 15.000 bahkan ada yang Rp 18.000," ungkapnya.
Abdurrahman menjelaskan, kenaikan harga beras ini sudah terjadi dari bulan sebelumnya. Harga beras pada bulan-bulan yang lalu tergolong agak murah dan bisa dijangkau masyarakat.
"Sebelumnya sih murah, beras bulan antara harga Rp 13.000 ada juga Rp 11.000 per kilogramnya," jelasnya.
Menurutnya, dengan kenaikan harga beras saat ini, membuat masyarakat kesulitan untuk membeli beras karungan.
"Itulah, dengan melihat sulitnya ekonomi sekarang ini, terkadang sebagian masyarakat tak mampu untuk membeli sekarung beras, namun ada satu beras dari pemerintah SPHP yaitu tipe bulog, Alhamdulillah masih terjangkau lah untuk dibeli masyarakat," ungkapnya.
Namun dari berbagai beras, tipe bulog merupakan salah satu solusi bagi masyarakat demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, dikarenakan harga yang terjangkau dan murah.
"Untuk beras, sekarang dominan masyarakat lebih memilih bulog, untuk sekarung beras bulog ini 5 kilogram seharga Rp 60.000 dan itu bisa dikatakan harga yang paling murah dan bisa dijangkau lah untuk masyarakat," katanya.
Abdurahman berharap, pemerintah dapat menjual harga beras secara merata, baik itu orang berkecukupan maupun tidak, agar masyarakat bawah dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan jangan sampai dijual kepada pengepul beras, sehingga membuat sebagian masyarakat tidak dapat kebagian.
Penulis: Firmansyah Purnama Aji/Mahasiswa PPL IAIN Pontianak.
KalbarOnline, Pontianak - Harga beras mengalami kenaikan di Pasar Tradisional Dahlia, Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (10/10/2023).
Abdurrahman (21 tahun), seorang pedagang membenarkan perihal kenaikan harga tersebut.
"Untuk beras tipe bulan saat ini, benar lagi naik, untuk sekarang per kilogramnya itu bisa Rp 15.000 bahkan ada yang Rp 18.000," ungkapnya.
Abdurrahman menjelaskan, kenaikan harga beras ini sudah terjadi dari bulan sebelumnya. Harga beras pada bulan-bulan yang lalu tergolong agak murah dan bisa dijangkau masyarakat.
"Sebelumnya sih murah, beras bulan antara harga Rp 13.000 ada juga Rp 11.000 per kilogramnya," jelasnya.
Menurutnya, dengan kenaikan harga beras saat ini, membuat masyarakat kesulitan untuk membeli beras karungan.
"Itulah, dengan melihat sulitnya ekonomi sekarang ini, terkadang sebagian masyarakat tak mampu untuk membeli sekarung beras, namun ada satu beras dari pemerintah SPHP yaitu tipe bulog, Alhamdulillah masih terjangkau lah untuk dibeli masyarakat," ungkapnya.
Namun dari berbagai beras, tipe bulog merupakan salah satu solusi bagi masyarakat demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, dikarenakan harga yang terjangkau dan murah.
"Untuk beras, sekarang dominan masyarakat lebih memilih bulog, untuk sekarung beras bulog ini 5 kilogram seharga Rp 60.000 dan itu bisa dikatakan harga yang paling murah dan bisa dijangkau lah untuk masyarakat," katanya.
Abdurahman berharap, pemerintah dapat menjual harga beras secara merata, baik itu orang berkecukupan maupun tidak, agar masyarakat bawah dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan jangan sampai dijual kepada pengepul beras, sehingga membuat sebagian masyarakat tidak dapat kebagian.
Penulis: Firmansyah Purnama Aji/Mahasiswa PPL IAIN Pontianak.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini