Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Tuesday, 08 August 2023 |
KalbarOnline, Ketapang - Komunitas Pemancing Sungai Pawan dan Pemerhati Daerah Aliran Sungai (PSP Pedas) mengimbau agar para nelayan khususnya pemancing untuk menggunakan jaket pelampung saat melakukan aktivitas di kawasan Sungai Pawan.
Hal itu dipandang penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan serta meminimalisir terjadinya peristiwa nelayan atau pemancing tenggelam di Sungai Pawan.
"Walaupun sudah sering di sungai, tapi kita sangat perlu untuk waspada sebelum terjadi bencana. Kalau menggunakan baju pelampung tentu mereka tidak kesulitan untuk menyelamatkan diri ketika terjadi hal yang tak diinginkan,’’ ucap Ketua PSP Pedas, Hery Susanto, Selasa (08/08/2023).
Ia menyebut, meskipun para nelayan atau pemancing sebagian besar menggunakan alat tangkap tradisional, namun peralatan untuk keselamatan diri harus tetap diperhatikan guna mengantisipasi kecelakaan, baik akibat cuaca maupun akibat arus sungai.
"Kondisi cuaca tidak menentu dan tidak dapat ditebak sama sekali. Oleh karena itu, sarana keselamatan yang efektif adalah jaket pelampung yang langsung dipakai saat menangkap ikan," ujarnya.
Pihaknya mencatat sejak awal tahun, telah terjadi empat peristiwa tenggelamnya pemancing di Sungai Pawan. Terkini, warga Kelurahan Mulia baru yang tenggelam akibat terseret jangkar perahu. Untuk itu sangat penting menjaga keselamatan dengan sarana pelampung saat beraktivitas di permukaan air.
"Jangan mentang-mentang bisa berenang, lupa keselamatan. Selalu gunakan perlengkapan keselamatan jaket pelampung. Dan selalu mohon perlindungan kepada Allah SWT, supaya tetap aman, sehat dan selamat dan dihindarkan dari segala musibah saat beraktivitas," imbaunya.
Selain itu, pihaknya juga turut berbela sungkawa terhadap peristiwa yang baru saja terjadi, yakni musibah tenggelamnya seorang pemancing di kawasan Kepala Pulau Sungai Pawan pada Senin 7 Agustus kemarin.
"Kami turut berduka cita, semoga amal ibadah almarhumah diterima disisi Allah SWT dan keluarga korban tetap tabah," ucapnya.
Hery Susanto menambahkan, kalau PSP Pedas sebagai komunitas yang konsen terhadap kelestarian kawasan ekosistem pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Pawan juga meminta para nelayan tidak melakukan pencarian ikan dengan cara menggunakan alat setrum. Pihaknya juga telah memasang imbauan itu di beberapa titik.
"Menjaga kelestarian Sungai Pawan kita juga penting. Kita minta agar jangan menggunakan setrum, karena selain merusak ekosistem dan habitat di Sungai Pawan, mencari ikan dengan cara itu sangat membahayakan," tutupnya. (Adi LC)
KalbarOnline, Ketapang - Komunitas Pemancing Sungai Pawan dan Pemerhati Daerah Aliran Sungai (PSP Pedas) mengimbau agar para nelayan khususnya pemancing untuk menggunakan jaket pelampung saat melakukan aktivitas di kawasan Sungai Pawan.
Hal itu dipandang penting untuk menjaga keamanan dan keselamatan serta meminimalisir terjadinya peristiwa nelayan atau pemancing tenggelam di Sungai Pawan.
"Walaupun sudah sering di sungai, tapi kita sangat perlu untuk waspada sebelum terjadi bencana. Kalau menggunakan baju pelampung tentu mereka tidak kesulitan untuk menyelamatkan diri ketika terjadi hal yang tak diinginkan,’’ ucap Ketua PSP Pedas, Hery Susanto, Selasa (08/08/2023).
Ia menyebut, meskipun para nelayan atau pemancing sebagian besar menggunakan alat tangkap tradisional, namun peralatan untuk keselamatan diri harus tetap diperhatikan guna mengantisipasi kecelakaan, baik akibat cuaca maupun akibat arus sungai.
"Kondisi cuaca tidak menentu dan tidak dapat ditebak sama sekali. Oleh karena itu, sarana keselamatan yang efektif adalah jaket pelampung yang langsung dipakai saat menangkap ikan," ujarnya.
Pihaknya mencatat sejak awal tahun, telah terjadi empat peristiwa tenggelamnya pemancing di Sungai Pawan. Terkini, warga Kelurahan Mulia baru yang tenggelam akibat terseret jangkar perahu. Untuk itu sangat penting menjaga keselamatan dengan sarana pelampung saat beraktivitas di permukaan air.
"Jangan mentang-mentang bisa berenang, lupa keselamatan. Selalu gunakan perlengkapan keselamatan jaket pelampung. Dan selalu mohon perlindungan kepada Allah SWT, supaya tetap aman, sehat dan selamat dan dihindarkan dari segala musibah saat beraktivitas," imbaunya.
Selain itu, pihaknya juga turut berbela sungkawa terhadap peristiwa yang baru saja terjadi, yakni musibah tenggelamnya seorang pemancing di kawasan Kepala Pulau Sungai Pawan pada Senin 7 Agustus kemarin.
"Kami turut berduka cita, semoga amal ibadah almarhumah diterima disisi Allah SWT dan keluarga korban tetap tabah," ucapnya.
Hery Susanto menambahkan, kalau PSP Pedas sebagai komunitas yang konsen terhadap kelestarian kawasan ekosistem pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Pawan juga meminta para nelayan tidak melakukan pencarian ikan dengan cara menggunakan alat setrum. Pihaknya juga telah memasang imbauan itu di beberapa titik.
"Menjaga kelestarian Sungai Pawan kita juga penting. Kita minta agar jangan menggunakan setrum, karena selain merusak ekosistem dan habitat di Sungai Pawan, mencari ikan dengan cara itu sangat membahayakan," tutupnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini