Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Tuesday, 08 August 2023 |
KalbarOnline, Ketapang - Dua orang warga Kabupaten Ketapang meninggal dunia akibat terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kedua korban gigitan nyamuk aedes aegypti itu menghembuskan nafas terakhirnya di ruang perawatan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Feria Kowira mengatakan, dua warga tersebut berasal dari Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) dan Kecamatan Benua Kayong.
"Kalau yang meninggal ada dua orang, satu dari Desa Sungai Nanjung (MHS) dan satunya lagi dari Kelurahan Kauman Kecamatan Benua Kayong," ungkapnya saat ditemui wartawan, Senin (07/08/2023) petang.
Feria menuturkan, korban DBD yang pertama terjadi pada seorang pria dewasa 36 tahun. Sementara yang kedua adalah anak perempuan usia 5 tahun.
"Yang meninggal kasus pertama usia 36 tahun laki-laki meninggal tanggal 6 Mei, kasus yang kedua anak-anak usia 5 tahun perempuan, meninggal tanggal 4 Agustus," jelasnya.
Feria menambahkan, kebanyakan para pasien yang datang berobat ke rumah sakit adalah mereka yang sudah mengalami demam agak parah, sehingga harus ditangani secara ekstra.
Feria pun mengimbau agar masyarakat Ketapang yang mengalami demam dengan ciri-ciri DBB seperti panas tinggi, nyeri pada bagian badan, mual atau muntah, agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan setempat.
"Kalau anak demam panas, kasih dulu obat penurunan panas, kalau satu dua hari belum sembuh, silahkan bawa ke fasilitasi kesehatan," ujarnya. (Adi LC)
KalbarOnline, Ketapang - Dua orang warga Kabupaten Ketapang meninggal dunia akibat terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kedua korban gigitan nyamuk aedes aegypti itu menghembuskan nafas terakhirnya di ruang perawatan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Feria Kowira mengatakan, dua warga tersebut berasal dari Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) dan Kecamatan Benua Kayong.
"Kalau yang meninggal ada dua orang, satu dari Desa Sungai Nanjung (MHS) dan satunya lagi dari Kelurahan Kauman Kecamatan Benua Kayong," ungkapnya saat ditemui wartawan, Senin (07/08/2023) petang.
Feria menuturkan, korban DBD yang pertama terjadi pada seorang pria dewasa 36 tahun. Sementara yang kedua adalah anak perempuan usia 5 tahun.
"Yang meninggal kasus pertama usia 36 tahun laki-laki meninggal tanggal 6 Mei, kasus yang kedua anak-anak usia 5 tahun perempuan, meninggal tanggal 4 Agustus," jelasnya.
Feria menambahkan, kebanyakan para pasien yang datang berobat ke rumah sakit adalah mereka yang sudah mengalami demam agak parah, sehingga harus ditangani secara ekstra.
Feria pun mengimbau agar masyarakat Ketapang yang mengalami demam dengan ciri-ciri DBB seperti panas tinggi, nyeri pada bagian badan, mual atau muntah, agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan setempat.
"Kalau anak demam panas, kasih dulu obat penurunan panas, kalau satu dua hari belum sembuh, silahkan bawa ke fasilitasi kesehatan," ujarnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini