Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Tuesday, 06 June 2023 |
KalbarOnline, Kubu Raya - Kendati kasus bunuh (bundir) diri Plt Ketua Umum Partai Golkar Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Iqbal Zafarullah telah ditutup oleh Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya, namun kematiannya masih menyisakan tanda tanya bagi masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Indrawan dalam keterangan persnya menyampaikan, bahwa hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, sepekan sebelum kematiannya, Iqbal terlihat kerap bertingkah aneh. Gelagat tak biasa itu pun diketahui dari cerita sang istri, di mana korban dikatakan sering merasa sangat cemas dan ketakutan.
“Pada Sabtu, 13 Mei 2023 sekitar 05.00 WIB korban dibawa temannya ke Rumah Sakit ABK karena pada saat itu korban mengeluh sakit dan lemas. Hasil pemeriksaan dokter korban mengalami demam, stres berat dan sangat butuh istirahat. Saat itu diberikan obat dalam pemeriksaan tersebut,” ungkap Indrawan saat konferensi pers di Mapolres Kubu Raya, Senin (05/06/2023).
Hingga pada hari H, Minggu tanggal 14 Mei 2023, sebelum berangkat ke kantor DPD Golkar bersama istri, korban tidak mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter, karena dari keterangan istri kalau korban sudah mengkonsumsi obat sejak subuh pukul 04.00 WIB.
Indrawan menjelaskan, berdasarkan hasil visum tidak ditemukan kekerasan. Bahkan, dari keterangan medis korban kemungkinan menderita skizofrenia.
“Menurut keterangan istri, korban sudah mengalami stres berat selama satu minggu sebelum kejadian, kemudian diagnosa dari dokter menyatakan hal yang sama, dan ada saksi yang ikut dengan korban saat berobat mengatakan hal yang sama,” jelasnya.
[caption id="attachment_133492" align="alignnone" width="1600"]
Sejumlah barang milik almarhum Muhammad Iqbal Zafarullah ditampilkan dalam konferensi pers tekait sejumlah kasus menonjol di Mapolres Kubu Raya, Senin (05/06/2023). (Foto: Indri)[/caption]
Kendati begitu, Indrawan tidak merinci secara detail apa sebenarnya yang dicemaskan atau apa ketakutan terbesar yang dirasakan Iqbal kala itu sehingga mendorong korban sampai nekat mengakhiri hidupnya.
“Seberapa besar tingkat stresnya sampai saat ini, berdasarkan keterangan saksi yang sudah kami tanyakan dan dari pihak rumah sakit menyampaikan demikian, yang sudah kami sampaikan dan kami sudah mengecek obat-obatan, HP milik korban tidak ditemukan unsur-unsur pengancaman hanya ada keterangan istri seminggu secara berturut-turut korban mengalami kecemasan,” kata dia.
Sebelumnya diketahui, Muhammad Iqbal Zafarullah tewas usai menceburkan diri ke Sungai Kapuas yang berlokasi di pangkalan pasir milik PD Pasir Satria di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (14/05/2023) sekitar pukul 10.30 WIB, seusai mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) di Kantor KPU Kubu Raya.
Jenazah almarhum baru ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 18.49 WIB, pada Senin (15/05/2023). Korban ditemukan terapung di Sungai Kapuas sejauh 2 mil dari posisi titik pertama kali korban hilang. Saat ditemukan, jenazah Iqbal masih lengkap mengenakan seragam kuning khas partai Golkar.
Adapun alasan pihak kepolisian menutup kasus ini lantaran tidak ditemukannya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut–selain karena memang hal itu merupakan murni kasus bunuh diri.
"Untuk kasus bunuh diri kami tutup karena tidak ditemukan unsur tindak pidana, dan itu murni bunuh diri," kata Indrawan.
Adapun barang-barang milik korban yang masih diamankan saat ini berupa handphone, sepatu, cincin, baju berwarna kuning, celana panjang dan uang kertas sebanyak 15 lembar senilai Rp 1,5 juta. (Indri)
KalbarOnline, Kubu Raya - Kendati kasus bunuh (bundir) diri Plt Ketua Umum Partai Golkar Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Iqbal Zafarullah telah ditutup oleh Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya, namun kematiannya masih menyisakan tanda tanya bagi masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Indrawan dalam keterangan persnya menyampaikan, bahwa hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, sepekan sebelum kematiannya, Iqbal terlihat kerap bertingkah aneh. Gelagat tak biasa itu pun diketahui dari cerita sang istri, di mana korban dikatakan sering merasa sangat cemas dan ketakutan.
“Pada Sabtu, 13 Mei 2023 sekitar 05.00 WIB korban dibawa temannya ke Rumah Sakit ABK karena pada saat itu korban mengeluh sakit dan lemas. Hasil pemeriksaan dokter korban mengalami demam, stres berat dan sangat butuh istirahat. Saat itu diberikan obat dalam pemeriksaan tersebut,” ungkap Indrawan saat konferensi pers di Mapolres Kubu Raya, Senin (05/06/2023).
Hingga pada hari H, Minggu tanggal 14 Mei 2023, sebelum berangkat ke kantor DPD Golkar bersama istri, korban tidak mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter, karena dari keterangan istri kalau korban sudah mengkonsumsi obat sejak subuh pukul 04.00 WIB.
Indrawan menjelaskan, berdasarkan hasil visum tidak ditemukan kekerasan. Bahkan, dari keterangan medis korban kemungkinan menderita skizofrenia.
“Menurut keterangan istri, korban sudah mengalami stres berat selama satu minggu sebelum kejadian, kemudian diagnosa dari dokter menyatakan hal yang sama, dan ada saksi yang ikut dengan korban saat berobat mengatakan hal yang sama,” jelasnya.
[caption id="attachment_133492" align="alignnone" width="1600"]
Sejumlah barang milik almarhum Muhammad Iqbal Zafarullah ditampilkan dalam konferensi pers tekait sejumlah kasus menonjol di Mapolres Kubu Raya, Senin (05/06/2023). (Foto: Indri)[/caption]
Kendati begitu, Indrawan tidak merinci secara detail apa sebenarnya yang dicemaskan atau apa ketakutan terbesar yang dirasakan Iqbal kala itu sehingga mendorong korban sampai nekat mengakhiri hidupnya.
“Seberapa besar tingkat stresnya sampai saat ini, berdasarkan keterangan saksi yang sudah kami tanyakan dan dari pihak rumah sakit menyampaikan demikian, yang sudah kami sampaikan dan kami sudah mengecek obat-obatan, HP milik korban tidak ditemukan unsur-unsur pengancaman hanya ada keterangan istri seminggu secara berturut-turut korban mengalami kecemasan,” kata dia.
Sebelumnya diketahui, Muhammad Iqbal Zafarullah tewas usai menceburkan diri ke Sungai Kapuas yang berlokasi di pangkalan pasir milik PD Pasir Satria di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (14/05/2023) sekitar pukul 10.30 WIB, seusai mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) di Kantor KPU Kubu Raya.
Jenazah almarhum baru ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 18.49 WIB, pada Senin (15/05/2023). Korban ditemukan terapung di Sungai Kapuas sejauh 2 mil dari posisi titik pertama kali korban hilang. Saat ditemukan, jenazah Iqbal masih lengkap mengenakan seragam kuning khas partai Golkar.
Adapun alasan pihak kepolisian menutup kasus ini lantaran tidak ditemukannya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut–selain karena memang hal itu merupakan murni kasus bunuh diri.
"Untuk kasus bunuh diri kami tutup karena tidak ditemukan unsur tindak pidana, dan itu murni bunuh diri," kata Indrawan.
Adapun barang-barang milik korban yang masih diamankan saat ini berupa handphone, sepatu, cincin, baju berwarna kuning, celana panjang dan uang kertas sebanyak 15 lembar senilai Rp 1,5 juta. (Indri)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini