Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Tuesday, 06 June 2023 |
KalbarOnline, Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menerima audiensi pejabat baru General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, AB Wahyu Jatmiko, sekaligus pisah pamit pejabat lama Mochamad Soffin Hadi di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Senin (05/06/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalbar didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Syarif Kamaruzaman.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Sutarmidji berharap PLN selalu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat di wilayah Kalbar.
"Saya harap pelayanan PLN harus ditingkatkan dan berikan yang terbaik kepada masyarakat," katanya.
Pada kesempatan yang lalu, Gubernur telah menyampaikan rencananya untuk menyelesaikan permasalahan listrik di Kalimantan Barat. Di mana untuk saat ini terdata masih sekitar 25 persen daerah Kalbar yang desa-desanya belum dialiri listrik.
"Tahun ini ada 305 titik, nanti saya akan segera bicara dengan Pak Maman dari Komisi VII DPR RI dan Pak Syarif Abdullah, kiranya dapat membantu anggaran PLN terutama di SDM supaya mendapat tambahan anggaran," ujarnya beberapa waktu lalu.
Dirinya menambahkan, untuk menyelesaikan permasalahan awal terkait penyediaan aliran listrik tersebut diperlukan anggaran sekitar Rp 700 miliar dan itu pun masih terdapat desa yang belum teraliri listrik.
"Desa yang belum terlistriki itu daerah yang tidak bisa dijangkau melalui darat. Nanti kita carikan solusinya dengan PLTS dan sebagainya supaya ada percepatan-percepatan, jadi tidak hanya jalan saja tetapi listrik juga diperhatikan, bagaimana kita mau bersaing kalau listrik belum ada," terangnya. (Jau)
KalbarOnline, Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menerima audiensi pejabat baru General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, AB Wahyu Jatmiko, sekaligus pisah pamit pejabat lama Mochamad Soffin Hadi di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Senin (05/06/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalbar didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Syarif Kamaruzaman.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Sutarmidji berharap PLN selalu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat di wilayah Kalbar.
"Saya harap pelayanan PLN harus ditingkatkan dan berikan yang terbaik kepada masyarakat," katanya.
Pada kesempatan yang lalu, Gubernur telah menyampaikan rencananya untuk menyelesaikan permasalahan listrik di Kalimantan Barat. Di mana untuk saat ini terdata masih sekitar 25 persen daerah Kalbar yang desa-desanya belum dialiri listrik.
"Tahun ini ada 305 titik, nanti saya akan segera bicara dengan Pak Maman dari Komisi VII DPR RI dan Pak Syarif Abdullah, kiranya dapat membantu anggaran PLN terutama di SDM supaya mendapat tambahan anggaran," ujarnya beberapa waktu lalu.
Dirinya menambahkan, untuk menyelesaikan permasalahan awal terkait penyediaan aliran listrik tersebut diperlukan anggaran sekitar Rp 700 miliar dan itu pun masih terdapat desa yang belum teraliri listrik.
"Desa yang belum terlistriki itu daerah yang tidak bisa dijangkau melalui darat. Nanti kita carikan solusinya dengan PLTS dan sebagainya supaya ada percepatan-percepatan, jadi tidak hanya jalan saja tetapi listrik juga diperhatikan, bagaimana kita mau bersaing kalau listrik belum ada," terangnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini