Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Friday, 09 September 2022 |
KalbarOnline, Pontianak - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kantor DPRD Provinsi Kalbar pada Kamis, tanggal 8 September 2022.
Para pengunjuk rasa ini bergerak dari Bundaran Tugu Digulis Untan menuju Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Jalan A Yani Pontianak, dengan berjalan kaki dan membawa spanduk. Aksi massa ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.
Diantara spanduk yang dibawa mahasiswa diantaranya bertuliskan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan berantas mafia migas.
Ketua koordinator aksi unjuk rasa, A Rahman menegaskan, melalui aksi ini pihaknya menolak kenaikan harga BBM dan menuntut pemerintah segera mencabut kebijakan tersebut.
"Kemudian selanjutnya kami meminta Anggota DPRD Provinsi Kalbar untuk turun dan menolak naiknya harga BBM bersubsidi dan berpihak kepada rakyat. Selanjutnya meminta kepada BPH Migas Kalbar agar mengawasi penyaluran BBM bersubsidi," terang Rahman kepada sejumlah wartawan.
Lebih lanjut, Rahman mengatakan, jika tuntutan dalam aksi tersebut tidak ditindaklanjuti, maka mereka akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan masa yang lebih banyak.
"Jika aksi unjuk rasa kami hari ini tidak di tindak lanjuti kami akan datang lagi dengan jumlah massa yang lebih besar," ujarnya.
Pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa sempat memanas lantaran pengunjuk rasa hendak memaksa masuk ke kantor DPRD Provinsi Kalbar. Aksi dorong-dorongan antara aparat keamanan dan mahasiswa pun tak terelakkan, hingga pelemparan botol plastik air mineral dari arah pendemo ke arah polisi yang berjaga.
Setelah situasi mulai memanas, polisi bergerak cepat mengamankan satu batang bambu dan satu kain hitam. Selanjutnya, situasi berangsur-angsur kondusif setelah Kapolres Pontianak Kota, Kombes Pol Andi Herindra turun langsung menemui pengunjuk rasa. (Jau)
KalbarOnline, Pontianak - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kantor DPRD Provinsi Kalbar pada Kamis, tanggal 8 September 2022.
Para pengunjuk rasa ini bergerak dari Bundaran Tugu Digulis Untan menuju Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Jalan A Yani Pontianak, dengan berjalan kaki dan membawa spanduk. Aksi massa ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.
Diantara spanduk yang dibawa mahasiswa diantaranya bertuliskan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan berantas mafia migas.
Ketua koordinator aksi unjuk rasa, A Rahman menegaskan, melalui aksi ini pihaknya menolak kenaikan harga BBM dan menuntut pemerintah segera mencabut kebijakan tersebut.
"Kemudian selanjutnya kami meminta Anggota DPRD Provinsi Kalbar untuk turun dan menolak naiknya harga BBM bersubsidi dan berpihak kepada rakyat. Selanjutnya meminta kepada BPH Migas Kalbar agar mengawasi penyaluran BBM bersubsidi," terang Rahman kepada sejumlah wartawan.
Lebih lanjut, Rahman mengatakan, jika tuntutan dalam aksi tersebut tidak ditindaklanjuti, maka mereka akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan masa yang lebih banyak.
"Jika aksi unjuk rasa kami hari ini tidak di tindak lanjuti kami akan datang lagi dengan jumlah massa yang lebih besar," ujarnya.
Pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa sempat memanas lantaran pengunjuk rasa hendak memaksa masuk ke kantor DPRD Provinsi Kalbar. Aksi dorong-dorongan antara aparat keamanan dan mahasiswa pun tak terelakkan, hingga pelemparan botol plastik air mineral dari arah pendemo ke arah polisi yang berjaga.
Setelah situasi mulai memanas, polisi bergerak cepat mengamankan satu batang bambu dan satu kain hitam. Selanjutnya, situasi berangsur-angsur kondusif setelah Kapolres Pontianak Kota, Kombes Pol Andi Herindra turun langsung menemui pengunjuk rasa. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini