Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Friday, 09 September 2022 |
KalbarOnline, Sambas - Memasuki hari kedua kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Sambas, Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan memimpin rapat koordinasi (rakor) terkait penanganan stunting serta audit kasus stunting, di Hotel Pantura Sambas, Kamis (08/09/2022).
"Tujuan kita turun langsung ke daerah-daerah tak lain untuk mengetahui secara langsung kondisi yang mengalami stunting dan perkembangannya. Kita cari penyebabnya dan kita carikan solusinya," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ini Wagub Kalbar yang juga sebagai Ketua TP2S Provinsi Barat menyatakan, kalau pihaknya betul-betul serius dalam hal menurunkan prevalensi angka stunting.
"Upaya-upaya yang kita lakukan adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui tim dan satgas, kemudian mengajak pola hidup sehat, mengajak untuk memberikan asupan gizi kepada anak dan mencegah pernikahan dini karena organ reproduksinya belum siap untuk hamil yang juga menyebabkan salah satu stunting," papar Norsan.
Selanjutnya, mantan Bupati Mempawah 2 periode ini juga menyampaikan, bahwa di dalam penuntasan atau percepatan penurunan stunting ini diharapkan dapat dilakukan secara keroyokan atau bersama-sama dengan seluruh stakeholder yang ada.
"Insya Allah kalau kita kompak, maka tujuan kita untuk menurunkan stunting ini cepat tercapai. Kemarin kami juga mengukuhkan Bapak Asuh Stunting (di Kota Singkawang)," ujarnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Kalbar terus berupaya dengan mengerahkan semua potensi yang ada untuk menurunkan angka prevalensi stunting dari 29,8 persen (berdasarkan data SSGI Tahun 2021) dan 17,24 persen (berdasarkan data e-PPGBM Tahun 2021).
Sementara itu, Kabupaten Sambas merupakan kabupaten dengan angka prevalensi stunting tertinggi ke empat se-Kalbar–dengan angka stunting sebesar 32,6 persen. Sehingga untuk mencapai target nasional, Provinsi Kalbar ditargetkan dapat menurunkan angka prevalensi stunting-nya menjadi 17,07 persen pada tahun 2024.
Usai membuka kegiatan Audit Kasus Stunting Kabupaten Sambas, Wagub Kalbar, bersama Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi, Kepala BKKBN Kalbar, Muslimat dan kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas mengunjungi salah satu anak penderita stunting serta memberikan bantuan. Motivasi dan sosialisasi secara langsung juga disampaikan kepada orang tua dari anak tersebut. (Jau)
KalbarOnline, Sambas - Memasuki hari kedua kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Sambas, Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan memimpin rapat koordinasi (rakor) terkait penanganan stunting serta audit kasus stunting, di Hotel Pantura Sambas, Kamis (08/09/2022).
"Tujuan kita turun langsung ke daerah-daerah tak lain untuk mengetahui secara langsung kondisi yang mengalami stunting dan perkembangannya. Kita cari penyebabnya dan kita carikan solusinya," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ini Wagub Kalbar yang juga sebagai Ketua TP2S Provinsi Barat menyatakan, kalau pihaknya betul-betul serius dalam hal menurunkan prevalensi angka stunting.
"Upaya-upaya yang kita lakukan adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui tim dan satgas, kemudian mengajak pola hidup sehat, mengajak untuk memberikan asupan gizi kepada anak dan mencegah pernikahan dini karena organ reproduksinya belum siap untuk hamil yang juga menyebabkan salah satu stunting," papar Norsan.
Selanjutnya, mantan Bupati Mempawah 2 periode ini juga menyampaikan, bahwa di dalam penuntasan atau percepatan penurunan stunting ini diharapkan dapat dilakukan secara keroyokan atau bersama-sama dengan seluruh stakeholder yang ada.
"Insya Allah kalau kita kompak, maka tujuan kita untuk menurunkan stunting ini cepat tercapai. Kemarin kami juga mengukuhkan Bapak Asuh Stunting (di Kota Singkawang)," ujarnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Kalbar terus berupaya dengan mengerahkan semua potensi yang ada untuk menurunkan angka prevalensi stunting dari 29,8 persen (berdasarkan data SSGI Tahun 2021) dan 17,24 persen (berdasarkan data e-PPGBM Tahun 2021).
Sementara itu, Kabupaten Sambas merupakan kabupaten dengan angka prevalensi stunting tertinggi ke empat se-Kalbar–dengan angka stunting sebesar 32,6 persen. Sehingga untuk mencapai target nasional, Provinsi Kalbar ditargetkan dapat menurunkan angka prevalensi stunting-nya menjadi 17,07 persen pada tahun 2024.
Usai membuka kegiatan Audit Kasus Stunting Kabupaten Sambas, Wagub Kalbar, bersama Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi, Kepala BKKBN Kalbar, Muslimat dan kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas mengunjungi salah satu anak penderita stunting serta memberikan bantuan. Motivasi dan sosialisasi secara langsung juga disampaikan kepada orang tua dari anak tersebut. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini