Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 09 September 2021 |
Sutarmidji dan Forkopimda Kalbar Janji Carikan Solusi Permanen Soal Ahmadiyah
KalbarOnline, Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji akhirnya buka suara mengenai peristiwa yang terjadi di Kabupaten Sintang. Midji meminta semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan aparat.
"Saya minta semuanya tahan diri, biar kita selesaikan, saya bersama Kapolda dan Pangdam akan mencarikan solusi yang permanen. Bukan solusi jangka pendek," kata Midji kepada wartawan, Kamis, 9 September 2021.
Solusi permanen, kata Midji, diperlukan langkah strategis. Untuk itu dia semua pihak untuk menahan diri dan bersabar.
"Seluruhnya harus memahami, termasuk Ahmadiyah sendiri harus memahami siapa mereka dan kenapa ada fatwa Majelis Ulama Indonesia. Intinya semuanya tahan diri, biarkan kita yang selesaikan," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Kabupaten Sintang melakukan aksi penolakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Jumat, 3 September 2021.
Sedikitnya 300 personil gabungan TNI-Polri diturunkan untuk mengamankan lokasi aksi.
Dalam aksi tersebut terdapat bangunan yang dirusak dan dibakar oleh massa yang diperkirakan berjumlah 200 orang. Hal inipun dibenarkan Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 3 September 2021. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Untuk masjidnya sendiri ada yang rusak karena dilempar. Sedangkan bangunan yang terbakar adalah bangunan di belakang Masjid,” kata Kombes Donny Charles.
“Kita fokus mengamankan Jamaah Ahmadiyah yang berjumlah 72 orang atau sebanyak 20 KK dan bangunan masjid. Saat ini situasi sudah terkendali, masa sudah kembali,” kata dia.
Sutarmidji dan Forkopimda Kalbar Janji Carikan Solusi Permanen Soal Ahmadiyah
KalbarOnline, Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji akhirnya buka suara mengenai peristiwa yang terjadi di Kabupaten Sintang. Midji meminta semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan aparat.
"Saya minta semuanya tahan diri, biar kita selesaikan, saya bersama Kapolda dan Pangdam akan mencarikan solusi yang permanen. Bukan solusi jangka pendek," kata Midji kepada wartawan, Kamis, 9 September 2021.
Solusi permanen, kata Midji, diperlukan langkah strategis. Untuk itu dia semua pihak untuk menahan diri dan bersabar.
"Seluruhnya harus memahami, termasuk Ahmadiyah sendiri harus memahami siapa mereka dan kenapa ada fatwa Majelis Ulama Indonesia. Intinya semuanya tahan diri, biarkan kita yang selesaikan," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Kabupaten Sintang melakukan aksi penolakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Jumat, 3 September 2021.
Sedikitnya 300 personil gabungan TNI-Polri diturunkan untuk mengamankan lokasi aksi.
Dalam aksi tersebut terdapat bangunan yang dirusak dan dibakar oleh massa yang diperkirakan berjumlah 200 orang. Hal inipun dibenarkan Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 3 September 2021. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Untuk masjidnya sendiri ada yang rusak karena dilempar. Sedangkan bangunan yang terbakar adalah bangunan di belakang Masjid,” kata Kombes Donny Charles.
“Kita fokus mengamankan Jamaah Ahmadiyah yang berjumlah 72 orang atau sebanyak 20 KK dan bangunan masjid. Saat ini situasi sudah terkendali, masa sudah kembali,” kata dia.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini