Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 02 February 2021 |
KalbarOnline.com – Pemerintah Malaysia mengumumkan akan melanjutkan lockdown atau Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) yang semestinya berakhir pada 4 Februari 2021. Pemerintah memutuskan lockdown dilanjutkan hingga 18 Februari 2021 untuk membendung penularan Covid-19 yang masih tinggi.
Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yakoob mengemukakan hal itu di Putrajaya, Selasa (2/2), dalam siaran pers harian perkembangan PKP dan PKP Bersyarat (PKPB) di negara tersebut. “Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) juga membentangkan penilaian risiko PKP 2.0 yang sedang dilaksanakan di semua negeri (provinsi) di Semenanjung dan negeri Sabah yang dijadwalkan berakhir pada 4 Februari 2021,” ungkapnya.
Kementerian Kesehatan membenarkan kasus harian di semua wilayah masih menunjukkan tren peningkatan dengan kadar penularan dalam klaster antara 20 persen hingga 40 persen. “Selain itu, penularan sporadis dalam komunitas juga tinggi yang melibatkan warga negara dan bukan warga negara,” ungkapnya.
Sehubungan dengan itu, atas penilaian risiko dan nasihat sidang KKM, setuju untuk melanjutkan PKP di seluruh wilayah hingga 18 Februari 2021. Ini kecuali Sarawak yang memberlakukan PKPD (PKP Diperketat).
Hanya saja, PKP kedua berbeda dengan PKP pertama kali yang pernah dilaksanakan tahun lalu. Saat itu dilakukan total lockdown.
“PKP 2.0 ini sektor perdagangan dan ekonomi diperbolehkan beroperasi dengan SOP yang sangat ketat. Perincian sektor-sektor mana yang diperbolehkan dan tak diizinkan beroperasi bisa dilihat di laman Majelis Keselamatan Negara (MKN),” sebut Ismail.
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com – Pemerintah Malaysia mengumumkan akan melanjutkan lockdown atau Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) yang semestinya berakhir pada 4 Februari 2021. Pemerintah memutuskan lockdown dilanjutkan hingga 18 Februari 2021 untuk membendung penularan Covid-19 yang masih tinggi.
Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yakoob mengemukakan hal itu di Putrajaya, Selasa (2/2), dalam siaran pers harian perkembangan PKP dan PKP Bersyarat (PKPB) di negara tersebut. “Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) juga membentangkan penilaian risiko PKP 2.0 yang sedang dilaksanakan di semua negeri (provinsi) di Semenanjung dan negeri Sabah yang dijadwalkan berakhir pada 4 Februari 2021,” ungkapnya.
Kementerian Kesehatan membenarkan kasus harian di semua wilayah masih menunjukkan tren peningkatan dengan kadar penularan dalam klaster antara 20 persen hingga 40 persen. “Selain itu, penularan sporadis dalam komunitas juga tinggi yang melibatkan warga negara dan bukan warga negara,” ungkapnya.
Sehubungan dengan itu, atas penilaian risiko dan nasihat sidang KKM, setuju untuk melanjutkan PKP di seluruh wilayah hingga 18 Februari 2021. Ini kecuali Sarawak yang memberlakukan PKPD (PKP Diperketat).
Hanya saja, PKP kedua berbeda dengan PKP pertama kali yang pernah dilaksanakan tahun lalu. Saat itu dilakukan total lockdown.
“PKP 2.0 ini sektor perdagangan dan ekonomi diperbolehkan beroperasi dengan SOP yang sangat ketat. Perincian sektor-sektor mana yang diperbolehkan dan tak diizinkan beroperasi bisa dilihat di laman Majelis Keselamatan Negara (MKN),” sebut Ismail.
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini