Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 02 February 2021 |
KalbarOnline.com–Dua kendaraan yang mengangkut bahan baku 10 juta dosis vaksin Covid-19 tiba di kompleks PT Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (2/2). Aparat TNI dan Polri mengawal pengiriman bahan baku vaksin buatan perusahaan farmasi Tiongkok, Sinovac, tersebut hingga penurunan bahan baku dari kendaraan untuk dipindahkan ke fasilitas produksi vaksin milik PT Bio Farma.
Sekretaris PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, bahan baku tersebut akan diolah menjadi produk vaksin.
”Semua bulk (bahan baku) ini, setelah diolah menjadi produk jadi, terlebih dahulu harus melalui serangkaian uji mutu atau quality control yang ketat yang dilakukan di laboratorium Bio Farma dan juga laboratorium BPOM. Ini untuk memastikan produk yang dihasilkan mempunyai kualitas yang memenuhi syarat,” kata Bambang seperti dilansir dari Antara, Selasa (2/2).
Dia mengatakan, dengan adanya komitmen dari pemerintah untuk mendatangkan bahan baku vaksin lebih cepat, proses penyediaan vaksin untuk keperluan vaksinasi Covid-19 bisa lebih cepat pula.
”Kita bisa juga percepat sampai dengan Juli. Jadi pada Juli, 140 juta dosis sudah datang bisa kita proses,” terang Bambang Heriyanto.
Dia mengatakan, PT Bio Farma menggunakan fasilitas dengan kapasitas produksi 100 juta dosis vaksin dalam satu tahun untuk mengolah bahan baku vaksin Covid-19. Kapasitas fasilitas produksi, bisa ditingkatkan menjadi 150 juta dosis vaksin per tahun pada Maret kalau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan penggunaan fasilitas produksi lagi.
”Sebetulnya kita punya total kapasitas 250 juta, tapi baru satu fasilitas produksi yang disetujui BPOM, karena untuk produksi harus dilihat juga kualitasnya,” tutur Bambang Heriyanto.
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com–Dua kendaraan yang mengangkut bahan baku 10 juta dosis vaksin Covid-19 tiba di kompleks PT Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (2/2). Aparat TNI dan Polri mengawal pengiriman bahan baku vaksin buatan perusahaan farmasi Tiongkok, Sinovac, tersebut hingga penurunan bahan baku dari kendaraan untuk dipindahkan ke fasilitas produksi vaksin milik PT Bio Farma.
Sekretaris PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, bahan baku tersebut akan diolah menjadi produk vaksin.
”Semua bulk (bahan baku) ini, setelah diolah menjadi produk jadi, terlebih dahulu harus melalui serangkaian uji mutu atau quality control yang ketat yang dilakukan di laboratorium Bio Farma dan juga laboratorium BPOM. Ini untuk memastikan produk yang dihasilkan mempunyai kualitas yang memenuhi syarat,” kata Bambang seperti dilansir dari Antara, Selasa (2/2).
Dia mengatakan, dengan adanya komitmen dari pemerintah untuk mendatangkan bahan baku vaksin lebih cepat, proses penyediaan vaksin untuk keperluan vaksinasi Covid-19 bisa lebih cepat pula.
”Kita bisa juga percepat sampai dengan Juli. Jadi pada Juli, 140 juta dosis sudah datang bisa kita proses,” terang Bambang Heriyanto.
Dia mengatakan, PT Bio Farma menggunakan fasilitas dengan kapasitas produksi 100 juta dosis vaksin dalam satu tahun untuk mengolah bahan baku vaksin Covid-19. Kapasitas fasilitas produksi, bisa ditingkatkan menjadi 150 juta dosis vaksin per tahun pada Maret kalau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan penggunaan fasilitas produksi lagi.
”Sebetulnya kita punya total kapasitas 250 juta, tapi baru satu fasilitas produksi yang disetujui BPOM, karena untuk produksi harus dilihat juga kualitasnya,” tutur Bambang Heriyanto.
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini