Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 01 January 2021 |
KalbarOnline.com – Siapa bilang malam tahun baru tidak meriah meskipun sedang diselimuti pandemi Covid-19. Walau sudah tidak ada semarak pesta dan parade, namun kembang api serta petasan nyatanya tidak absen dalam selebrasi pergantian tahun 2020 ke 2021.
Itulah yang tampak di Berlin, Jerman. Wartawan KalbarOnline.com yang berada di Ibu Kota Jerman itu memantau, pada Kamis (1/1) malam, kembang api dan petasan mulai mendominasi langit kota yang dulunya dipisahkan tembok Berlin itu. Padahal, sejak sore, suasana jalanan tampak lengang. Toko-toko tutup lebih awal.
Keriuhan itu semakin menjadi-jadi saat jarum jam menunjukkan pergantian hari. Mendadak langit meriah diwarnai aneka kembang api dan telinga “diteror” oleh bunyi petasan yang memekakkan. Seperti yang tampak di kawasan Hermannplatz, sejumlah warga nekat keluar rumah dan berkerumun demi bermain kembang api. Kalau pun tidak keluar rumah, sebagian warga menembakkan kembang api dari balkon atau jendela apartemen mereka.
Padahal, sejatinya Jerman masih berada dalam status lockdown. Dan, bermain kembang api adalah salah satu hal yang dilarang untuk dilakukan selama lockdown diberlakukan.
Mehmet Sahin adalah salah yang nekat bermain kembang api, meski sudah ada larangan resmi dari pemerintah. Dia keluar bersama teman-temannya yang berjumlah 5 orang. Mereka bermain kembang api di kawasan Tempelhof. ’’Ini setahun sekali. Tetap harus dirayakan walaupun sedang lockdown,’’ ucapnya.
Meskipun polisi terus berpatroli, dan berjaga di sejumlah titik yang biasa digunakan warga untuk berkumpul, nyatanya tidak mampu mencegah antusiasme warga Berlin untuk bermain kembang api.
Jerman sendiri masih di-lockdown sampai 10 Januari mendatang karena lonjakan kasus Covid-19 di akhir tahun. Itu adalah lanjutan dari lockdown parsial yang berlangsung pada 2 November 2020 sampai 16 Desember 2020.
Lockdown kali ini lebih ketat daripada sebelumnya, dengan tidak mengizinkan beroperasi pusat perbelanjaan dan usaha jasa yang dianggap tidak esensial, seperti barber shop. Namun, ternyata kasus Covid di Jerman masih saja tinggi. Seperti dilansir dari Reuters, rekor infeksi tertinggi terjadi pada Rabu (30/12), dimana pada hari itu saja, 1.129 terinfeksi Covid-19. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
KalbarOnline.com – Siapa bilang malam tahun baru tidak meriah meskipun sedang diselimuti pandemi Covid-19. Walau sudah tidak ada semarak pesta dan parade, namun kembang api serta petasan nyatanya tidak absen dalam selebrasi pergantian tahun 2020 ke 2021.
Itulah yang tampak di Berlin, Jerman. Wartawan KalbarOnline.com yang berada di Ibu Kota Jerman itu memantau, pada Kamis (1/1) malam, kembang api dan petasan mulai mendominasi langit kota yang dulunya dipisahkan tembok Berlin itu. Padahal, sejak sore, suasana jalanan tampak lengang. Toko-toko tutup lebih awal.
Keriuhan itu semakin menjadi-jadi saat jarum jam menunjukkan pergantian hari. Mendadak langit meriah diwarnai aneka kembang api dan telinga “diteror” oleh bunyi petasan yang memekakkan. Seperti yang tampak di kawasan Hermannplatz, sejumlah warga nekat keluar rumah dan berkerumun demi bermain kembang api. Kalau pun tidak keluar rumah, sebagian warga menembakkan kembang api dari balkon atau jendela apartemen mereka.
Padahal, sejatinya Jerman masih berada dalam status lockdown. Dan, bermain kembang api adalah salah satu hal yang dilarang untuk dilakukan selama lockdown diberlakukan.
Mehmet Sahin adalah salah yang nekat bermain kembang api, meski sudah ada larangan resmi dari pemerintah. Dia keluar bersama teman-temannya yang berjumlah 5 orang. Mereka bermain kembang api di kawasan Tempelhof. ’’Ini setahun sekali. Tetap harus dirayakan walaupun sedang lockdown,’’ ucapnya.
Meskipun polisi terus berpatroli, dan berjaga di sejumlah titik yang biasa digunakan warga untuk berkumpul, nyatanya tidak mampu mencegah antusiasme warga Berlin untuk bermain kembang api.
Jerman sendiri masih di-lockdown sampai 10 Januari mendatang karena lonjakan kasus Covid-19 di akhir tahun. Itu adalah lanjutan dari lockdown parsial yang berlangsung pada 2 November 2020 sampai 16 Desember 2020.
Lockdown kali ini lebih ketat daripada sebelumnya, dengan tidak mengizinkan beroperasi pusat perbelanjaan dan usaha jasa yang dianggap tidak esensial, seperti barber shop. Namun, ternyata kasus Covid di Jerman masih saja tinggi. Seperti dilansir dari Reuters, rekor infeksi tertinggi terjadi pada Rabu (30/12), dimana pada hari itu saja, 1.129 terinfeksi Covid-19. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini