Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 12 December 2020 |
KalbarOnline.com – Sekitar tiga dari 10 orang dewasa merasa bahwa kehidupan akan kembali normal dalam waktu enam bulan atau kurang, meningkat dari sekitar satu dari 10 orang kurang lebih dua bulan lalu. Data ini berdasar dari penelitian Kantor Statistik Nasional (Office for National Statistics/ONS) Inggris pada Jumat (11/12).
Angka optimisme tertinggi tercatat di London. Sepertiga orang dewasa di ibu kota Inggris itu merasa kehidupan mereka akan kembali normal dalam enam bulan. Tingkat harapan terendah, 25 persen orang dewasa, tercatat di Inggris Timur serta wilayah Yorkshire dan Humberside.
Secara nasional, tanda-tanda harapan akan masa depan tercatat paling tinggi di kalangan orang dewasa berusia 70 tahun ke atas, dengan hampir satu dari tiga orang merasa kehidupan mereka akan kembali normal dalam enam bulan atau kurang.
Baca juga: Penemu Vaksin Covid-19 yang Manjur Sebut Pandemi Segera Berakhir
Sementara itu, 32 persen pria dan 34 persen wanita meyakini pemulihan pasca COvid-19 akan memakan waktu lebih lama. Mereka percaya kehidupan akan kembali normal dalam tujuh bulan hingga satu tahun.
Menurut ONS, survei terbaru mereka mengungkapkan bahwa 19 persen orang dewasa di Inggris mengalami beberapa bentuk kecemasan dan depresi pada November, dua kali lipat jumlah yang dilaporkan sebelum pandemi.
Hampir setengah dari orang dewasa melaporkan bahwa kesejahteraan mereka terdampak oleh pandemi, meningkat menjadi 81 persen di kalangan orang-orang yang pernah mengalami semacam depresi dan/atau semacam kecemasan.
Di kalangan orang yang mengatakan bahwa virus Korona memengaruhi kesejahteraan mereka, efek yang paling umum dilaporkan adalah merasa stres atau cemas (62 persen), merasa bosan (51 persen), dan merasa khawatir tentang masa depan (49 persen).
Inggris saat ini berada di bawah sistem pembatasan Covid-19 tiga tingkat yang baru. Sistem itu, yang menempatkan sekitar 98 persen kawasan Inggris dalam level tertinggi, Tingkat Dua dan Tingkat Tiga, akan ditinjau ulang pada 16 Desember.
Agar kehidupan dapat kembali normal, sejumlah negara seperti Inggris, Tiongkok, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Bahkan, Inggris sudah memulai vaksinasi massal dengan vaksin Pfizer.
Saksikan video menari berikut ini:
KalbarOnline.com – Sekitar tiga dari 10 orang dewasa merasa bahwa kehidupan akan kembali normal dalam waktu enam bulan atau kurang, meningkat dari sekitar satu dari 10 orang kurang lebih dua bulan lalu. Data ini berdasar dari penelitian Kantor Statistik Nasional (Office for National Statistics/ONS) Inggris pada Jumat (11/12).
Angka optimisme tertinggi tercatat di London. Sepertiga orang dewasa di ibu kota Inggris itu merasa kehidupan mereka akan kembali normal dalam enam bulan. Tingkat harapan terendah, 25 persen orang dewasa, tercatat di Inggris Timur serta wilayah Yorkshire dan Humberside.
Secara nasional, tanda-tanda harapan akan masa depan tercatat paling tinggi di kalangan orang dewasa berusia 70 tahun ke atas, dengan hampir satu dari tiga orang merasa kehidupan mereka akan kembali normal dalam enam bulan atau kurang.
Baca juga: Penemu Vaksin Covid-19 yang Manjur Sebut Pandemi Segera Berakhir
Sementara itu, 32 persen pria dan 34 persen wanita meyakini pemulihan pasca COvid-19 akan memakan waktu lebih lama. Mereka percaya kehidupan akan kembali normal dalam tujuh bulan hingga satu tahun.
Menurut ONS, survei terbaru mereka mengungkapkan bahwa 19 persen orang dewasa di Inggris mengalami beberapa bentuk kecemasan dan depresi pada November, dua kali lipat jumlah yang dilaporkan sebelum pandemi.
Hampir setengah dari orang dewasa melaporkan bahwa kesejahteraan mereka terdampak oleh pandemi, meningkat menjadi 81 persen di kalangan orang-orang yang pernah mengalami semacam depresi dan/atau semacam kecemasan.
Di kalangan orang yang mengatakan bahwa virus Korona memengaruhi kesejahteraan mereka, efek yang paling umum dilaporkan adalah merasa stres atau cemas (62 persen), merasa bosan (51 persen), dan merasa khawatir tentang masa depan (49 persen).
Inggris saat ini berada di bawah sistem pembatasan Covid-19 tiga tingkat yang baru. Sistem itu, yang menempatkan sekitar 98 persen kawasan Inggris dalam level tertinggi, Tingkat Dua dan Tingkat Tiga, akan ditinjau ulang pada 16 Desember.
Agar kehidupan dapat kembali normal, sejumlah negara seperti Inggris, Tiongkok, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Bahkan, Inggris sudah memulai vaksinasi massal dengan vaksin Pfizer.
Saksikan video menari berikut ini:
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini