Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 10 October 2020 |
KalbarOnline.com – Pemerintah Indonesia melalui Kemenpora bertekad membangun laboratorium antidoping di tanah air. Keinginan tersebut disampaikan Menpora Zainudin Amali saat mengadakan virtual meeting dengan President of the World Antidoping Agency (WADA) Witold Banka.
Tekad untuk membangun laboratorium memiliki beberapa tujuan. Salah satunya, menunjukkan keseriusan Indonesia dalam upaya bidding tuan rumah Olimpiade 2032.
Amali menyatakan, bentuk komitmen pemerintah terhadap Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) adalah meningkatkan rencana anggaran sekitar 500 persen pada 2021. ”Di antaranya, akan digunakan untuk peningkatan jumlah tes doping dan pembangunan laboratorium antidoping di Indonesia,” katanya.
Tes doping sangat penting bagi atlet. Namun, biaya yang dibutuhkan lumayan besar. Selama ini, mereka harus mengirim sampel tes ke luar negeri. Hal itu berdampak pada minimnya atlet yang melakukan tes.
Amali berharap tahun depan LADI bisa menjalankan program-program WADA untuk mengembangkan laboratorium doping di Indonesia. ”Oleh karenanya, kami terus bekerja keras dan berharap semua program WADA dapat dilaksanakan di Indonesia,” ujarnya.
Ketua LADI Zaini Khadafi Saragih menyambut baik rencana pemerintah. Sebab, saat ini jumlah laboratorium antidoping masih sangat terbatas. Khususnya untuk wilayah Asia.
Untuk diketahui, di antara 30 laboratorium di seluruh dunia, hanya 2 yang berada di Asia Tenggara. Tepatnya di Penang dan Bangkok.
”Jadi, kalau kami kirim sampel, harus ke India, Qatar, atau Bangkok. Oleh karenanya, saya menyambut baik dan mendukung apa yang disampaikan Menpora yang berencana membangun laboratorium antidoping di Indonesia,” jelasnya.
KalbarOnline.com – Pemerintah Indonesia melalui Kemenpora bertekad membangun laboratorium antidoping di tanah air. Keinginan tersebut disampaikan Menpora Zainudin Amali saat mengadakan virtual meeting dengan President of the World Antidoping Agency (WADA) Witold Banka.
Tekad untuk membangun laboratorium memiliki beberapa tujuan. Salah satunya, menunjukkan keseriusan Indonesia dalam upaya bidding tuan rumah Olimpiade 2032.
Amali menyatakan, bentuk komitmen pemerintah terhadap Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) adalah meningkatkan rencana anggaran sekitar 500 persen pada 2021. ”Di antaranya, akan digunakan untuk peningkatan jumlah tes doping dan pembangunan laboratorium antidoping di Indonesia,” katanya.
Tes doping sangat penting bagi atlet. Namun, biaya yang dibutuhkan lumayan besar. Selama ini, mereka harus mengirim sampel tes ke luar negeri. Hal itu berdampak pada minimnya atlet yang melakukan tes.
Amali berharap tahun depan LADI bisa menjalankan program-program WADA untuk mengembangkan laboratorium doping di Indonesia. ”Oleh karenanya, kami terus bekerja keras dan berharap semua program WADA dapat dilaksanakan di Indonesia,” ujarnya.
Ketua LADI Zaini Khadafi Saragih menyambut baik rencana pemerintah. Sebab, saat ini jumlah laboratorium antidoping masih sangat terbatas. Khususnya untuk wilayah Asia.
Untuk diketahui, di antara 30 laboratorium di seluruh dunia, hanya 2 yang berada di Asia Tenggara. Tepatnya di Penang dan Bangkok.
”Jadi, kalau kami kirim sampel, harus ke India, Qatar, atau Bangkok. Oleh karenanya, saya menyambut baik dan mendukung apa yang disampaikan Menpora yang berencana membangun laboratorium antidoping di Indonesia,” jelasnya.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini