Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 10 October 2020 |
KalbarOnline.com – Dua petenis muda akan bentrok di partai final tunggal putri grand slam Prancis Terbuka malam nanti. Petenis 21 tahun Amerika Serikat Sofia Kenin akan meladeni perlawanan petenis 19 tahun asal Polandia Iga Swiatek.
Itu sekaligus pesta bagi para petenis muda di ajang Prancis Terbuka.
Sebab, kali ini tidak ada nama-nama top Serena Williams, Victoria Azarenka, Naomi Osaka, Simona Halep, ataupun Petra Kvitova. Bagi Swiatek, itu bahkan menjadi pengalaman pertamanya tampil di final ajang mayor.
Sebelumnya paling banter dia hanya mampu mencapai babak keempat. Itu terjadi di Australia Terbuka tahun ini. Dengan menduduki peringkat ke-54 dunia saat ini, Swiatek tercatat sebagai finalis grand slam Prancis Terbuka dengan peringkat terendah, sejak WTA memberlakukan sistem ranking elektronik mulai 1975.
”Aku menikmati peran sebagai underdog,” ucap Swiatek dilansir ESPN. ”Tampil di final masih terasa belum nyata untukku. Tapi, di sisi lain aku masih yakin bisa tampil apik di final,” tambahnya.
Di semifinal, Swiatek menumbangkan perlawanan petenis Argentina Nadia Podorska. Dia menang dua set langsung 6-2, 6-1.
Sementara itu, Kenin akan datang ke partai puncak dengan status unggulan. Ranking ke-6 dunia itu akan merasakan final keduanya di ajang mayor sepanjang karir.
Pada penampilan perdananya Februari lalu, dia sanggup menjadi juara dengan mengempaskan Garbine Muguruza di final Australia Terbuka. ”Jelas, aku ingin menang sekali lagi kali ini,” ucap Kenin.
Di semifinal, dia melumat Kvitova. Juara grand slam Wimbledon dua kali itu takluk dua set langsung 4-6, 5-7. ”Dia memang layak berada di final,” ucap Kvitova tentang Kenin.
Jika mampu menjadi juara, ranking Kenin akan melonjak ke peringkat ke-3 dunia. Dia juga akan tercatat sebagai petenis tunggal putri pertama yang mampu menjuarai grand slam dua kali dalam satu musim sejak Angelique Kerber melakukannya pada 2016.
KalbarOnline.com – Dua petenis muda akan bentrok di partai final tunggal putri grand slam Prancis Terbuka malam nanti. Petenis 21 tahun Amerika Serikat Sofia Kenin akan meladeni perlawanan petenis 19 tahun asal Polandia Iga Swiatek.
Itu sekaligus pesta bagi para petenis muda di ajang Prancis Terbuka.
Sebab, kali ini tidak ada nama-nama top Serena Williams, Victoria Azarenka, Naomi Osaka, Simona Halep, ataupun Petra Kvitova. Bagi Swiatek, itu bahkan menjadi pengalaman pertamanya tampil di final ajang mayor.
Sebelumnya paling banter dia hanya mampu mencapai babak keempat. Itu terjadi di Australia Terbuka tahun ini. Dengan menduduki peringkat ke-54 dunia saat ini, Swiatek tercatat sebagai finalis grand slam Prancis Terbuka dengan peringkat terendah, sejak WTA memberlakukan sistem ranking elektronik mulai 1975.
”Aku menikmati peran sebagai underdog,” ucap Swiatek dilansir ESPN. ”Tampil di final masih terasa belum nyata untukku. Tapi, di sisi lain aku masih yakin bisa tampil apik di final,” tambahnya.
Di semifinal, Swiatek menumbangkan perlawanan petenis Argentina Nadia Podorska. Dia menang dua set langsung 6-2, 6-1.
Sementara itu, Kenin akan datang ke partai puncak dengan status unggulan. Ranking ke-6 dunia itu akan merasakan final keduanya di ajang mayor sepanjang karir.
Pada penampilan perdananya Februari lalu, dia sanggup menjadi juara dengan mengempaskan Garbine Muguruza di final Australia Terbuka. ”Jelas, aku ingin menang sekali lagi kali ini,” ucap Kenin.
Di semifinal, dia melumat Kvitova. Juara grand slam Wimbledon dua kali itu takluk dua set langsung 4-6, 5-7. ”Dia memang layak berada di final,” ucap Kvitova tentang Kenin.
Jika mampu menjadi juara, ranking Kenin akan melonjak ke peringkat ke-3 dunia. Dia juga akan tercatat sebagai petenis tunggal putri pertama yang mampu menjuarai grand slam dua kali dalam satu musim sejak Angelique Kerber melakukannya pada 2016.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini