Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 09 September 2020 |
KalbarOnline.com-Tim Banteng menyamakan kedudukan 1-1 melawan Harimau pada ajang internal Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020 di lapangan pelatnas PP PBSI, Cipayung, Jakarta Timur pagi ini (9/9).
Poin tim Banteng disumbangkan Amalia Cahaya Pratiwi/Apriyani Rahayu. Pasangan dadakan itu mengalahkan Febriana Dwipuji Kusuma/Putri Syaikah dalam rubber game dengan skor 13-21, 21-18, 21-19.
“Kami kan sama-sama tahu karena di latihan juga sama. Mereka punya pertahanan kuat dan daya tahan kuat. Jadi ya siap capek dan kita nggak boleh mati sendiri. Kalau mati sendiri ya bablas karena mereka punya kemampuan. Pertama adalah main safe tapi tetap mau matiin,” kata Apriyani dalam wawancara pinggir lapangan dengan Mola TV.
Pada laga ini, setelah menyelesaikan game pertama dengan kemenangan relatif mudah, Febriana/Putri berjuang keras pada game kedua. Amalia/Apriyani bangkit dan berhasil unggul tipis 19-18, mencapai game point 20-18, dan menutup game kedua dengan skor 21-18.
Di game ketiga, laga juga berjalan dengan seru. Namun, Amalia/Apriyani lebih dingin dalam situasi kritis. Hasilnya, mereka mendulang kemenangan.
Munculnya pasangan Amalia/Apriyani disebabkan karena Greysia Polii mundur. Greysia batal tampil karena terserang flu. Posisi Greysia digantikan oleh pemain muda Meilysa Trias Puspita Sari.
Tidak adanya Greysia juga menyebabkan adanya perubahan komposisi ganda putri di tim Banteng. Apriyani lantas berpasangan dengan Amalia. Sedangkan Rachel Allessya Rose yang tadinya berpasangan dengan Amalia, berpartner dengan Meilysa Trias Puspita Sari.
Apriyani yang bersama Greysia ada di ranking delapan dunia dan menjadi ganda putri nomor satu Indonesia, harus melakukan penyesuaian dengan Amalia yang berada di ranking 397 dunia.
Uniknya, pasangan reguler Amalia adalah Febriana, lawan yang mereka hadapi pada pertandingan hari ini. Soal adaptasi, Apriyani mengakuinya. “Mau tempo cepet atau lambat, masih cari-cari juga. Tapi ya nggak ragu-ragu. Jalan saja,” kata Apriyani.
Soal persiapan setelah mundurnya Greysia, Amalia mengaku tidak kesulitan. “Sebelum-sebelumnya juga pernah partner dengan Kak Apri. Jadi sudah menyesuaikan,” ucapnya.
“Soal evaluasi, nggak banyak yang diperbaikin. Kan sama-sama ganda putri, jadi nggak terlalu susah. Beda misalnya dengan saat pasangan dengan Mychelle (Mychelle Crhystine Bandaso, pemain ganda campuran, pasangan Apriyani di home tournament),” kata Apriyani.
KalbarOnline.com-Tim Banteng menyamakan kedudukan 1-1 melawan Harimau pada ajang internal Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020 di lapangan pelatnas PP PBSI, Cipayung, Jakarta Timur pagi ini (9/9).
Poin tim Banteng disumbangkan Amalia Cahaya Pratiwi/Apriyani Rahayu. Pasangan dadakan itu mengalahkan Febriana Dwipuji Kusuma/Putri Syaikah dalam rubber game dengan skor 13-21, 21-18, 21-19.
“Kami kan sama-sama tahu karena di latihan juga sama. Mereka punya pertahanan kuat dan daya tahan kuat. Jadi ya siap capek dan kita nggak boleh mati sendiri. Kalau mati sendiri ya bablas karena mereka punya kemampuan. Pertama adalah main safe tapi tetap mau matiin,” kata Apriyani dalam wawancara pinggir lapangan dengan Mola TV.
Pada laga ini, setelah menyelesaikan game pertama dengan kemenangan relatif mudah, Febriana/Putri berjuang keras pada game kedua. Amalia/Apriyani bangkit dan berhasil unggul tipis 19-18, mencapai game point 20-18, dan menutup game kedua dengan skor 21-18.
Di game ketiga, laga juga berjalan dengan seru. Namun, Amalia/Apriyani lebih dingin dalam situasi kritis. Hasilnya, mereka mendulang kemenangan.
Munculnya pasangan Amalia/Apriyani disebabkan karena Greysia Polii mundur. Greysia batal tampil karena terserang flu. Posisi Greysia digantikan oleh pemain muda Meilysa Trias Puspita Sari.
Tidak adanya Greysia juga menyebabkan adanya perubahan komposisi ganda putri di tim Banteng. Apriyani lantas berpasangan dengan Amalia. Sedangkan Rachel Allessya Rose yang tadinya berpasangan dengan Amalia, berpartner dengan Meilysa Trias Puspita Sari.
Apriyani yang bersama Greysia ada di ranking delapan dunia dan menjadi ganda putri nomor satu Indonesia, harus melakukan penyesuaian dengan Amalia yang berada di ranking 397 dunia.
Uniknya, pasangan reguler Amalia adalah Febriana, lawan yang mereka hadapi pada pertandingan hari ini. Soal adaptasi, Apriyani mengakuinya. “Mau tempo cepet atau lambat, masih cari-cari juga. Tapi ya nggak ragu-ragu. Jalan saja,” kata Apriyani.
Soal persiapan setelah mundurnya Greysia, Amalia mengaku tidak kesulitan. “Sebelum-sebelumnya juga pernah partner dengan Kak Apri. Jadi sudah menyesuaikan,” ucapnya.
“Soal evaluasi, nggak banyak yang diperbaikin. Kan sama-sama ganda putri, jadi nggak terlalu susah. Beda misalnya dengan saat pasangan dengan Mychelle (Mychelle Crhystine Bandaso, pemain ganda campuran, pasangan Apriyani di home tournament),” kata Apriyani.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini