Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Wednesday, 09 September 2020 |
KalbarOnline.com – Talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One dengan topik ‘Sumbar Belum Pancasilais?, Selasa (8/9/2020) malam benar-benar greget. Salah satu wartawan senior yang hadir sebagai narasumber pada kesempatan itu, Hasril Chaniago berhasil mencuri perhatian dengan penjabarannya terkait sejarah di Sumatera Barat.
Diketahui, topik itu diangkat setelah adanya pernyataan Ketua DPR RI, Puan Maharani, menuding masyarakat Sumatera Barat belum Pancasilais. Pernyataan Puan itu sendiri akhirnya menimbulkan protes keras dari berbagai elemen masyarakat Sumbar. “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Negara Pancasila,” kata Puan Maharani, saat itu.
Kembali ke talkshow ILC, Hasril Chaniago menceritakan soal sejarah ke-Pancasila-an Sumbar. Bagaimana Soekarno pada saat itu sangat disayang dan dielu-elukan oleh masyarakat Sumatera Barat. Namun kemudian dilawan karena berusaha memasukkan ideologi komunisme ke pemerintah yang dianggap menentang Pancasila. “Begitu sayangnya orang Minang pada Soekarno. Bukan melawan sebenarnya, tapi mengkoreksi Soekarno,” jelasnya.
“Kenapa pada akhirnya reaksi masyarakat Minang tidak menerima partai Soekarno, karena mereka marah itu (memasukkan ideologi komunisme, red),” tambahnya.
Hasril juga mengisahkan pemilu pada saat itu. Pun dengan perbedaan pilihan politik dalam satu keluarga. Saat mengisahkan sejarah ini, Hasril juga mengungkit kakek politisi PDIP, Arteria Dahlan.
“Arteria Dahlan itu mamanya itu Bachtaruddin, nama kakeknya itu. Bachtaruddin itu pendiri PKI Sumatera Barat dan anggota konstituante setelah Pemilu 1955,” kata Hasril Chaniago saat menceritakan soal sejarah di Sumatera Barat.
Sontak pernyataan wartawan Minangkabau soal latar belakang keluarga Arteria itu bahkan membuat nama Arteria Dahlan menduduki trending topic Twitter per Selasa malam hingga Rabu pagi (9/9/2020). [ind]
KalbarOnline.com – Talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One dengan topik ‘Sumbar Belum Pancasilais?, Selasa (8/9/2020) malam benar-benar greget. Salah satu wartawan senior yang hadir sebagai narasumber pada kesempatan itu, Hasril Chaniago berhasil mencuri perhatian dengan penjabarannya terkait sejarah di Sumatera Barat.
Diketahui, topik itu diangkat setelah adanya pernyataan Ketua DPR RI, Puan Maharani, menuding masyarakat Sumatera Barat belum Pancasilais. Pernyataan Puan itu sendiri akhirnya menimbulkan protes keras dari berbagai elemen masyarakat Sumbar. “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Negara Pancasila,” kata Puan Maharani, saat itu.
Kembali ke talkshow ILC, Hasril Chaniago menceritakan soal sejarah ke-Pancasila-an Sumbar. Bagaimana Soekarno pada saat itu sangat disayang dan dielu-elukan oleh masyarakat Sumatera Barat. Namun kemudian dilawan karena berusaha memasukkan ideologi komunisme ke pemerintah yang dianggap menentang Pancasila. “Begitu sayangnya orang Minang pada Soekarno. Bukan melawan sebenarnya, tapi mengkoreksi Soekarno,” jelasnya.
“Kenapa pada akhirnya reaksi masyarakat Minang tidak menerima partai Soekarno, karena mereka marah itu (memasukkan ideologi komunisme, red),” tambahnya.
Hasril juga mengisahkan pemilu pada saat itu. Pun dengan perbedaan pilihan politik dalam satu keluarga. Saat mengisahkan sejarah ini, Hasril juga mengungkit kakek politisi PDIP, Arteria Dahlan.
“Arteria Dahlan itu mamanya itu Bachtaruddin, nama kakeknya itu. Bachtaruddin itu pendiri PKI Sumatera Barat dan anggota konstituante setelah Pemilu 1955,” kata Hasril Chaniago saat menceritakan soal sejarah di Sumatera Barat.
Sontak pernyataan wartawan Minangkabau soal latar belakang keluarga Arteria itu bahkan membuat nama Arteria Dahlan menduduki trending topic Twitter per Selasa malam hingga Rabu pagi (9/9/2020). [ind]
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini