Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Thursday, 10 October 2019 |
KalbarOnline,
Ketapang – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVIII tingkat Kabupaten
Ketapang resmi dibuka Selasa (8/10/2019) malam. Pembukaan ajang pemuliaan quran
tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Ketapang, Drs. H. Suprapto Sutrisno yang
ditandai dengan membunyikan sirine bersama-sama dengan Komandan Kodim 1203
Ketapang, Kapolres Ketapang, Ketua DPRD Ketapang, Sekda Ketapang, Plt Asisten II
Setda Ketapang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang dan sejumlah
pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang, Suprapto menyebutkan,
pelaksanaan MTQ memiliki makna yang sangat penting. Di samping bertujuan untuk
mempererat silaturahmi dan ukuwah Islamiyah juga sekaligus bertujuan untuk
meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan isi kandungan Al-Quran.
“Sehingga melalui MTQ itu diharapkan agar Al-Quran
benar-benar dijadikan sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Sekaligus sebagai
landasan spiritual, moral dan etik pembangunan dalam rangka mewujudkan
cita-cita bersama, yaitu Kabupaten Ketapang yang maju menuju masyarakat
sejahtera,” ujarnya.
Oleh karena itu, Wabup Suprapto berharap, MTQ kali ini dapat
dijadikan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan dan
ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sebagai sarana syiar dalam
rangka pembinaan generasi muda agar memiliki akhlak yang mulia.
Ia meyakini dengan keimanan, ketaqwaan dan akhlak yang mulia,
generasi muda akan menjadi generasi yang tangguh dalam menghadapi tantangan
zaman di era globalisasi.
“Saya juga yakin anak-anak kita akan mampu memfilter segala
pengaruh negatif dari kemajuan tekhnologi dan informasi, sekaligus mampu
memanfaatkan kemajuan tekhnologi dan informasi tersebut ke arah yang lebih
positif sehingga akan menjadi generasi yang berkualitas, unggul dan berdaya
saing. Perlu diingat bahwa pelaksanaan MTQ hendaknya dipahami juga sebagai
tolak ukur keberhasilan kita dalam menghadapi pelaksanaan MTQ ke XXIX tingkat
Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020 di Kabupaten Sekadau,” tukasnya.
Ia juga berharap Ketua LPTQ Kabupaten Ketapang, setelah
selesai melaksanakan MTQ dapat mengevaluasi sejauh mana kekuatan dan kelemahan
yang ada pada kafilah Ketapang. Hasil evaluasi tersebut, diharapkannya, dapat menjadi
bahan bagi LPTQ Kabupaten Ketapang untuk menyelenggarakan pemusatan latihan
(TC) lebih lanjut sebagai persiapan dalam menghadapi pelaksanaan MTQ Tingkat
Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sekadau.
“Sehingga diharapkan prestasi kafilah Kabupaten Ketapang
akan lebih baik lagi dari MTQ sebelumnya,” ucapnya.
Dirinya turut mengingatkan peserta MTQ agar mengikuti MTQ
dengan sebaik-baiknya. Dengan didorong oleh semangat yang tinggi untuk
mempersembahkan predikat yang terbaik. Namun, diingatkannya bahwa prestasi
dalam musabaqah ini bukanlah segalanya. Terlebih lagi, kata dia, jika sampai
menempuh cara-cara yang tidak terhormat hanya untuk sebuah nama dan kebanggaan
juara. Karena hal itu jelas merupakan suatu penyimpangan dari tujuan MTQ itu
sendiri.
Pelaksanaan MTQ, diterangkan bahwa peran dewan hakim
sangatlah penting dalam memberikan penilaian.
“Kita menyadari bahwa tugas dewan hakim sungguh tidak
ringan. Sebuah tugas yang menuntut tanggung jawab berdasarkan hati nurani.
Keputusan Dewan Hakim haruslah cermat, jujur, benar dan objektif dalam
menentukan penilaian para peserta MTQ. Oleh karena itu para Dewan Hakim
haruslah independen dan bebas dari segala macam pengaruh kepentingan dan
keberpihakan,” jelasnya.
Ia juga mengharapkan para Dewan Hakim konsisten dan berpegang
pada pedoman perhakiman, serta mengesampingkan segala faktor yang dapat
mempengaruhi kemurnian penilaian. Kode etik Dewan Hakim dan Panitera MTQ tidak
membenarkan untuk menerima sesuatu pemberian atau apapun juga yang berkaitan
dan atau patut diduga berkaitan dengan keikutsertaan dalam MTQ ini.
Tak lupa, Wabup Suprapto mengucapkan terima kasih dan
apresiasi kepada seluruh panitia atas kerja kerasnya sehingga MTQ pada tahun
ini dapat terselenggara dengan baik.
Ketua Panitia MTQ XXVIII Ketapang, Edi Junaidi dalam
laporannya menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya MTQ ini dalam rangka
mencari kader-kader yang mampu memahami ilmu-ilmu Alquran, khususnya di bidang
yang dipertandingkan.
Edi Junaidi yang merupakan Staf Ahli Bupati Ketapang yang
juga menjabat Plt Asisten II Setda Ketapang itu juga menjelaskan tujuan lain
digelarnya MTQ ini dalam rangka mempersiapkan keikutsertaan menjadi peserta MTQ
XXVIII tingkat Provinsi Kalbar di Sekadau.
Selain itu juga, kata dia, untuk meningkatkan pemahaman
penghayatan dan penamalan Alquran dalam kehidupan dalam kehidupan sehari-hari,
meningkatkan pemahamanan kehidupan beragama dalam bernegara dalam negara
Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Adapun jumlah kafilah yang mengikuti MTQ Ketapang ini
sebanyak 394 orang yang terdiri 356 peserta dan 38 official dari 16 kecamatan.
Dari Kecamatan Air Upas sebanyak 16 orang, Benua Kayong sebanyak 33 orang,
Delta Pawan sebanyak 42 orang, Jelai Hulu sebanyak 19 orang, Kendawangan
sebanyak 33 orang, Matan Hilir Selatan sebanyak 31 orang, Matan Hilir Utara
sebanyak 29 orang.
Kemudian dari Manis Mata sebanyak 20 orang, Marau sebanyak
14 orang, Muara Pawan sebanyak 34 orang, Nanga tayap sebanyak 21 orang, Pemahan
sebanyak 20 orang, Sandai sebanyak 27 orang, Sungai Melayu Rayak sebanyak 26
orang, Sungai Laur sebanyak 14 orang dan Tumbang Titi sebanyak 15 orang.
“Empat Kecamatan yang tidak mengirim kafilah pada MTQ ke
XXVIII tingkat kabupaten Ketapang adalah Kecamatan Singkup, Simpang Dua,
Simpang Hulu dan Kecamatan Hulu Sungai,” ujarnya.
Adapun cabang yang dipertandingkan di antaranya, Musabaqah
golongan remaja, Musabaqah golongan anak-anak, Musabaqah golongan dewasa,
Musabaqah golongan Tartil Quran, Musabaqah golongan dewasa & Qiraat Saba’ah
Mujawwad, Musabaqah golongan cacat netra.
Selanjutnya, Musabaqah Hifzhil Quran Golongan 1 Juz +
Tilawah, 20 juz, 30 juz. Musabaqah Fahmil Quran (putri dan putra), Musabaqah
Syarhil Quran (putri dan putra), Musabaqah Khatil Quran golongan naskah,
golongan hiasan Mushaf, golongan dekorasi dan kontemporer. Kemudian, Musabaqah
Hifzhil Quran golongan 5 Juz + Tilawah, Qirat Sab’ah Murattal Golongan remaja
dan dewasa.
Kepala Kantor Kementerian Agama RI, Kabupaten Ketapang, H.
Ikhwan Pohan menegaskan, MTQ merupakan agenda tetap dan kultur budaya
masyarakat Ketapang. Ditambah lagi, MTQ oleh Pemerintah dilakukan secara
berjenjang.
“Insya allah pada tahun 2020 nanti, MTQ tingkat Provinsi
Kalimantan Barat akan dilakukan di Kabupaten Sekadau dan di tahun yang sama,
akan dilaksanakan MTQ tingkat nasional di Sumatera Barat. Berkaitan MTQ, kami
berharap ke depan semakin mendapat dukungan penuh dari masyarakat, terutama
dari Pemda Ketapang, sehinggga MTQ akan tumbuh dan berkembang di tengah
masyarakat, terutama dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten,” tuturnya.
“Sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama di Kabupaten
Ketapang, saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ketapang yang telah
memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan MTQ, semoga acara ini dapat berjalan
dengan baik dan sukses tanpa halangan apapun,” timpalnya.
Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan piala bergilir MTQ
tingkat Kabupaten Ketapang oleh Wakil Bupati Ketapang kepada Ketua panitia
pelaksana. (Adi LC)
KalbarOnline,
Ketapang – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVIII tingkat Kabupaten
Ketapang resmi dibuka Selasa (8/10/2019) malam. Pembukaan ajang pemuliaan quran
tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Ketapang, Drs. H. Suprapto Sutrisno yang
ditandai dengan membunyikan sirine bersama-sama dengan Komandan Kodim 1203
Ketapang, Kapolres Ketapang, Ketua DPRD Ketapang, Sekda Ketapang, Plt Asisten II
Setda Ketapang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang dan sejumlah
pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang, Suprapto menyebutkan,
pelaksanaan MTQ memiliki makna yang sangat penting. Di samping bertujuan untuk
mempererat silaturahmi dan ukuwah Islamiyah juga sekaligus bertujuan untuk
meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan isi kandungan Al-Quran.
“Sehingga melalui MTQ itu diharapkan agar Al-Quran
benar-benar dijadikan sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Sekaligus sebagai
landasan spiritual, moral dan etik pembangunan dalam rangka mewujudkan
cita-cita bersama, yaitu Kabupaten Ketapang yang maju menuju masyarakat
sejahtera,” ujarnya.
Oleh karena itu, Wabup Suprapto berharap, MTQ kali ini dapat
dijadikan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan dan
ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sebagai sarana syiar dalam
rangka pembinaan generasi muda agar memiliki akhlak yang mulia.
Ia meyakini dengan keimanan, ketaqwaan dan akhlak yang mulia,
generasi muda akan menjadi generasi yang tangguh dalam menghadapi tantangan
zaman di era globalisasi.
“Saya juga yakin anak-anak kita akan mampu memfilter segala
pengaruh negatif dari kemajuan tekhnologi dan informasi, sekaligus mampu
memanfaatkan kemajuan tekhnologi dan informasi tersebut ke arah yang lebih
positif sehingga akan menjadi generasi yang berkualitas, unggul dan berdaya
saing. Perlu diingat bahwa pelaksanaan MTQ hendaknya dipahami juga sebagai
tolak ukur keberhasilan kita dalam menghadapi pelaksanaan MTQ ke XXIX tingkat
Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020 di Kabupaten Sekadau,” tukasnya.
Ia juga berharap Ketua LPTQ Kabupaten Ketapang, setelah
selesai melaksanakan MTQ dapat mengevaluasi sejauh mana kekuatan dan kelemahan
yang ada pada kafilah Ketapang. Hasil evaluasi tersebut, diharapkannya, dapat menjadi
bahan bagi LPTQ Kabupaten Ketapang untuk menyelenggarakan pemusatan latihan
(TC) lebih lanjut sebagai persiapan dalam menghadapi pelaksanaan MTQ Tingkat
Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sekadau.
“Sehingga diharapkan prestasi kafilah Kabupaten Ketapang
akan lebih baik lagi dari MTQ sebelumnya,” ucapnya.
Dirinya turut mengingatkan peserta MTQ agar mengikuti MTQ
dengan sebaik-baiknya. Dengan didorong oleh semangat yang tinggi untuk
mempersembahkan predikat yang terbaik. Namun, diingatkannya bahwa prestasi
dalam musabaqah ini bukanlah segalanya. Terlebih lagi, kata dia, jika sampai
menempuh cara-cara yang tidak terhormat hanya untuk sebuah nama dan kebanggaan
juara. Karena hal itu jelas merupakan suatu penyimpangan dari tujuan MTQ itu
sendiri.
Pelaksanaan MTQ, diterangkan bahwa peran dewan hakim
sangatlah penting dalam memberikan penilaian.
“Kita menyadari bahwa tugas dewan hakim sungguh tidak
ringan. Sebuah tugas yang menuntut tanggung jawab berdasarkan hati nurani.
Keputusan Dewan Hakim haruslah cermat, jujur, benar dan objektif dalam
menentukan penilaian para peserta MTQ. Oleh karena itu para Dewan Hakim
haruslah independen dan bebas dari segala macam pengaruh kepentingan dan
keberpihakan,” jelasnya.
Ia juga mengharapkan para Dewan Hakim konsisten dan berpegang
pada pedoman perhakiman, serta mengesampingkan segala faktor yang dapat
mempengaruhi kemurnian penilaian. Kode etik Dewan Hakim dan Panitera MTQ tidak
membenarkan untuk menerima sesuatu pemberian atau apapun juga yang berkaitan
dan atau patut diduga berkaitan dengan keikutsertaan dalam MTQ ini.
Tak lupa, Wabup Suprapto mengucapkan terima kasih dan
apresiasi kepada seluruh panitia atas kerja kerasnya sehingga MTQ pada tahun
ini dapat terselenggara dengan baik.
Ketua Panitia MTQ XXVIII Ketapang, Edi Junaidi dalam
laporannya menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya MTQ ini dalam rangka
mencari kader-kader yang mampu memahami ilmu-ilmu Alquran, khususnya di bidang
yang dipertandingkan.
Edi Junaidi yang merupakan Staf Ahli Bupati Ketapang yang
juga menjabat Plt Asisten II Setda Ketapang itu juga menjelaskan tujuan lain
digelarnya MTQ ini dalam rangka mempersiapkan keikutsertaan menjadi peserta MTQ
XXVIII tingkat Provinsi Kalbar di Sekadau.
Selain itu juga, kata dia, untuk meningkatkan pemahaman
penghayatan dan penamalan Alquran dalam kehidupan dalam kehidupan sehari-hari,
meningkatkan pemahamanan kehidupan beragama dalam bernegara dalam negara
Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Adapun jumlah kafilah yang mengikuti MTQ Ketapang ini
sebanyak 394 orang yang terdiri 356 peserta dan 38 official dari 16 kecamatan.
Dari Kecamatan Air Upas sebanyak 16 orang, Benua Kayong sebanyak 33 orang,
Delta Pawan sebanyak 42 orang, Jelai Hulu sebanyak 19 orang, Kendawangan
sebanyak 33 orang, Matan Hilir Selatan sebanyak 31 orang, Matan Hilir Utara
sebanyak 29 orang.
Kemudian dari Manis Mata sebanyak 20 orang, Marau sebanyak
14 orang, Muara Pawan sebanyak 34 orang, Nanga tayap sebanyak 21 orang, Pemahan
sebanyak 20 orang, Sandai sebanyak 27 orang, Sungai Melayu Rayak sebanyak 26
orang, Sungai Laur sebanyak 14 orang dan Tumbang Titi sebanyak 15 orang.
“Empat Kecamatan yang tidak mengirim kafilah pada MTQ ke
XXVIII tingkat kabupaten Ketapang adalah Kecamatan Singkup, Simpang Dua,
Simpang Hulu dan Kecamatan Hulu Sungai,” ujarnya.
Adapun cabang yang dipertandingkan di antaranya, Musabaqah
golongan remaja, Musabaqah golongan anak-anak, Musabaqah golongan dewasa,
Musabaqah golongan Tartil Quran, Musabaqah golongan dewasa & Qiraat Saba’ah
Mujawwad, Musabaqah golongan cacat netra.
Selanjutnya, Musabaqah Hifzhil Quran Golongan 1 Juz +
Tilawah, 20 juz, 30 juz. Musabaqah Fahmil Quran (putri dan putra), Musabaqah
Syarhil Quran (putri dan putra), Musabaqah Khatil Quran golongan naskah,
golongan hiasan Mushaf, golongan dekorasi dan kontemporer. Kemudian, Musabaqah
Hifzhil Quran golongan 5 Juz + Tilawah, Qirat Sab’ah Murattal Golongan remaja
dan dewasa.
Kepala Kantor Kementerian Agama RI, Kabupaten Ketapang, H.
Ikhwan Pohan menegaskan, MTQ merupakan agenda tetap dan kultur budaya
masyarakat Ketapang. Ditambah lagi, MTQ oleh Pemerintah dilakukan secara
berjenjang.
“Insya allah pada tahun 2020 nanti, MTQ tingkat Provinsi
Kalimantan Barat akan dilakukan di Kabupaten Sekadau dan di tahun yang sama,
akan dilaksanakan MTQ tingkat nasional di Sumatera Barat. Berkaitan MTQ, kami
berharap ke depan semakin mendapat dukungan penuh dari masyarakat, terutama
dari Pemda Ketapang, sehinggga MTQ akan tumbuh dan berkembang di tengah
masyarakat, terutama dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten,” tuturnya.
“Sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama di Kabupaten
Ketapang, saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ketapang yang telah
memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan MTQ, semoga acara ini dapat berjalan
dengan baik dan sukses tanpa halangan apapun,” timpalnya.
Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan piala bergilir MTQ
tingkat Kabupaten Ketapang oleh Wakil Bupati Ketapang kepada Ketua panitia
pelaksana. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini