Ketapang    

MTQ XXVIII Tingkat Kabupaten Ketapang Resmi Dimulai

Oleh : Jauhari Fatria
Thursday, 10 October 2019
MTQ XXVIII Tingkat Kabupaten Ketapang Resmi Dimulai
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline,

Ketapang – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVIII tingkat Kabupaten

Ketapang resmi dibuka Selasa (8/10/2019) malam. Pembukaan ajang pemuliaan quran

tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Ketapang, Drs. H. Suprapto Sutrisno yang

ditandai dengan membunyikan sirine bersama-sama dengan Komandan Kodim 1203

Ketapang, Kapolres Ketapang, Ketua DPRD Ketapang, Sekda Ketapang, Plt Asisten II

Setda Ketapang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang dan sejumlah

pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang, Suprapto menyebutkan,

pelaksanaan MTQ memiliki makna yang sangat penting. Di samping bertujuan untuk

mempererat silaturahmi dan ukuwah Islamiyah juga sekaligus bertujuan untuk

meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan isi kandungan Al-Quran.

“Sehingga melalui MTQ itu diharapkan agar Al-Quran

benar-benar dijadikan sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Sekaligus sebagai

landasan spiritual, moral dan etik pembangunan dalam rangka mewujudkan

cita-cita bersama, yaitu Kabupaten Ketapang yang maju menuju masyarakat

sejahtera,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wabup Suprapto berharap, MTQ kali ini dapat

dijadikan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan dan

ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sebagai sarana syiar dalam

rangka pembinaan generasi muda agar memiliki akhlak yang mulia.

Ia meyakini dengan keimanan, ketaqwaan dan akhlak yang mulia,

generasi muda akan menjadi generasi yang tangguh dalam menghadapi tantangan

zaman di era globalisasi.

“Saya juga yakin anak-anak kita akan mampu memfilter segala

pengaruh negatif dari kemajuan tekhnologi dan informasi, sekaligus mampu

memanfaatkan kemajuan tekhnologi dan informasi tersebut ke arah yang lebih

positif sehingga akan menjadi generasi yang berkualitas, unggul dan berdaya

saing. Perlu diingat bahwa pelaksanaan MTQ hendaknya dipahami juga sebagai

tolak ukur keberhasilan kita dalam menghadapi pelaksanaan MTQ ke XXIX tingkat

Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020 di Kabupaten Sekadau,” tukasnya.

Ia juga berharap Ketua LPTQ Kabupaten Ketapang, setelah

selesai melaksanakan MTQ dapat mengevaluasi sejauh mana kekuatan dan kelemahan

yang ada pada kafilah Ketapang. Hasil evaluasi tersebut, diharapkannya, dapat menjadi

bahan bagi LPTQ Kabupaten Ketapang untuk menyelenggarakan pemusatan latihan

(TC) lebih lanjut sebagai persiapan dalam menghadapi pelaksanaan MTQ Tingkat

Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sekadau.

“Sehingga diharapkan prestasi kafilah Kabupaten Ketapang

akan lebih baik lagi dari MTQ sebelumnya,” ucapnya.

Dirinya turut mengingatkan peserta MTQ agar mengikuti MTQ

dengan sebaik-baiknya. Dengan didorong oleh semangat yang tinggi untuk

mempersembahkan predikat yang terbaik. Namun, diingatkannya bahwa prestasi

dalam musabaqah ini bukanlah segalanya. Terlebih lagi, kata dia, jika sampai

menempuh cara-cara yang tidak terhormat hanya untuk sebuah nama dan kebanggaan

juara. Karena hal itu jelas merupakan suatu penyimpangan dari tujuan MTQ itu

sendiri.

Pelaksanaan MTQ, diterangkan bahwa peran dewan hakim

sangatlah penting dalam memberikan penilaian.

“Kita menyadari bahwa tugas dewan hakim sungguh tidak

ringan. Sebuah tugas yang menuntut tanggung jawab berdasarkan hati nurani.

Keputusan Dewan Hakim haruslah cermat, jujur, benar dan objektif dalam

menentukan penilaian para peserta MTQ. Oleh karena itu para Dewan Hakim

haruslah independen dan bebas dari segala macam pengaruh kepentingan dan

keberpihakan,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan para Dewan Hakim konsisten dan berpegang

pada pedoman perhakiman, serta mengesampingkan segala faktor yang dapat

mempengaruhi kemurnian penilaian. Kode etik Dewan Hakim dan Panitera MTQ tidak

membenarkan untuk menerima sesuatu pemberian atau apapun juga yang berkaitan

dan atau patut diduga berkaitan dengan keikutsertaan dalam MTQ ini.

Tak lupa, Wabup Suprapto mengucapkan terima kasih dan

apresiasi kepada seluruh panitia atas kerja kerasnya sehingga MTQ pada tahun

ini dapat terselenggara dengan baik.

Ketua Panitia MTQ XXVIII Ketapang, Edi Junaidi dalam

laporannya menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya MTQ ini dalam rangka

mencari kader-kader yang mampu memahami ilmu-ilmu Alquran, khususnya di bidang

yang dipertandingkan.

Edi Junaidi yang merupakan Staf Ahli Bupati Ketapang yang

juga menjabat Plt Asisten II Setda Ketapang itu juga menjelaskan tujuan lain

digelarnya MTQ ini dalam rangka mempersiapkan keikutsertaan menjadi peserta MTQ

XXVIII tingkat Provinsi Kalbar di Sekadau.

Selain itu juga, kata dia, untuk meningkatkan pemahaman

penghayatan dan penamalan Alquran dalam kehidupan dalam kehidupan sehari-hari,

meningkatkan pemahamanan kehidupan beragama dalam bernegara dalam negara

Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Adapun jumlah kafilah yang mengikuti MTQ Ketapang ini

sebanyak 394 orang yang terdiri 356 peserta dan 38 official dari 16 kecamatan.

Dari Kecamatan Air Upas sebanyak 16 orang, Benua Kayong sebanyak 33 orang,

Delta Pawan sebanyak 42 orang, Jelai Hulu sebanyak 19 orang, Kendawangan

sebanyak 33 orang, Matan Hilir Selatan sebanyak 31 orang, Matan Hilir Utara

sebanyak 29 orang.

Kemudian dari Manis Mata sebanyak 20 orang, Marau sebanyak

14 orang, Muara Pawan sebanyak 34 orang, Nanga tayap sebanyak 21 orang, Pemahan

sebanyak 20 orang, Sandai sebanyak 27 orang, Sungai Melayu Rayak sebanyak 26

orang, Sungai Laur sebanyak 14 orang dan Tumbang Titi sebanyak 15 orang.

“Empat Kecamatan yang tidak mengirim kafilah pada MTQ ke

XXVIII tingkat kabupaten Ketapang adalah Kecamatan Singkup, Simpang Dua,

Simpang Hulu dan Kecamatan Hulu Sungai,” ujarnya.

Adapun cabang yang dipertandingkan di antaranya, Musabaqah

golongan remaja, Musabaqah golongan anak-anak, Musabaqah golongan dewasa,

Musabaqah golongan Tartil Quran, Musabaqah golongan dewasa & Qiraat Saba’ah

Mujawwad, Musabaqah golongan cacat netra.

Selanjutnya, Musabaqah Hifzhil Quran Golongan 1 Juz +

Tilawah, 20 juz, 30 juz. Musabaqah Fahmil Quran (putri dan putra), Musabaqah

Syarhil Quran (putri dan putra), Musabaqah Khatil Quran golongan naskah,

golongan hiasan Mushaf, golongan dekorasi dan kontemporer. Kemudian, Musabaqah

Hifzhil Quran golongan 5 Juz + Tilawah, Qirat Sab’ah Murattal Golongan remaja

dan dewasa.

Kepala Kantor Kementerian Agama RI, Kabupaten Ketapang, H.

Ikhwan Pohan menegaskan, MTQ merupakan agenda tetap dan kultur budaya

masyarakat Ketapang. Ditambah lagi, MTQ oleh Pemerintah dilakukan secara

berjenjang.

“Insya allah pada tahun 2020 nanti, MTQ tingkat Provinsi

Kalimantan Barat akan dilakukan di Kabupaten Sekadau dan di tahun yang sama,

akan dilaksanakan MTQ tingkat nasional di Sumatera Barat. Berkaitan MTQ, kami

berharap ke depan semakin mendapat dukungan penuh dari masyarakat, terutama

dari Pemda Ketapang, sehinggga MTQ akan tumbuh dan berkembang di tengah

masyarakat, terutama dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten,” tuturnya.

“Sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama di Kabupaten

Ketapang, saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ketapang yang telah

memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan MTQ, semoga acara ini dapat berjalan

dengan baik dan sukses tanpa halangan apapun,” timpalnya.

Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan piala bergilir MTQ

tingkat Kabupaten Ketapang oleh Wakil Bupati Ketapang kepada Ketua panitia

pelaksana. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Kajari : Kasus Hadi Mulyono Upas Akan Segera Dilimpahkan
Thursday, 10 October 2019
Artikel Sebelumnya
GAPKI Renovasi Sekolah di Tengah Perkebunan
Thursday, 10 October 2019

Berita terkait