Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Wednesday, 10 October 2018 |
KalbarOnline, Sintang
– Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Sekretaris Daerah Kabupaten
Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M.Si menghadiri perayaan pesta emas imamat pastor
Jacques Chapuis OMI di Sepauk Sintang, Minggu (7/10/2018).
Pada kesempatan ini, Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama
Uskup Sintang juga melakukan peletakan batu pertama gedung pertemuan umat
Paroki Santo Petrus dan Andreas Sepauk. Bupati Jarot juga membeli buku biografi
Pastor Jacq, Mutiara Perancis di Bumi Senentang.
“Saya turut berbahagia atas perayaan pastor Jacq. Pastor Jacq
bukan milik umat katolik saja tapi milik masyarakat Kabupaten Sintang. Banyak
masyarakat kami yang sudah merasakan pelayanan beliau. Sehingga tentunya,
sebagai Bupati Sintang, saya ucapkan selamat melayani panggilan tuhan, panggilan
umat sangat luar biasa,” ujarnya.
Bupati Jarot menceritakan sebuah pengalamannya tentang salah
seorang pastor misi yang ia kenal dalam pelayanan bersama di Tanah Pinoh
Kabupaten Melawi. Ia bercerita bahwa seorang pastor di pedalaman tidak hanya
mengurusi soal iman dan agama tapi sampai pada pelayanan orang sakit.
“Pastor tersebut sampai meniggal akibat tuberculosis (TB),
terjangkiti oleh umat yang dilayaninya,” kenang dr. Jarot.
“Terima kasih karna telah menjadi contoh dan teladan kami,
sudah menjadi berkat,” lanjutnya.
“Melalui keikutsertaan kami, pemerintah dalam pembangunan
gedung pertemuan umat, kami akan berperan aktif. Ini adalah bentuk kehadiran
Negara di tengah masyarakat, dengan terlibat dalam proses mewujudkan keinginan
umat, keinginan rakyat, Pemerintah Sintang turut menghadirkan negara di Sepauk
ini,” lanjutnya lagi.
Sementara, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap selaku pimpinan
tertinggi gereja Katolik di Sintang menyampaikan bahwa kehidupan pastor Jacq
merupakan berkat tersendiri bagi Sintang. Dalam pembinaan hidup keagamaan umat
Katolik di Sintang, hal tersebut ditunjukkan dalam pengabdiannya selama 17
tahun di Sintang.
“Hidup imamat, menjalani kehidupan sebagai seorang pastor,
selibat selama 50 tahun bukanlah hal yang mudah. Benih-benih iman yang pastor
Jacq tanam dan rawat di Sintang semoga tetap subur, semoga beliau juga
dianugrahi usia yang panjang agar kita masih lama dapat merasakan berkat Tuhan
lewat pastor Jacq,” harapnya.
Turut hadir sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama
baik dari Sintang, Kapuas Hulu dan dari Pontianak. (*/Sg)
KalbarOnline, Sintang
– Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Sekretaris Daerah Kabupaten
Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M.Si menghadiri perayaan pesta emas imamat pastor
Jacques Chapuis OMI di Sepauk Sintang, Minggu (7/10/2018).
Pada kesempatan ini, Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama
Uskup Sintang juga melakukan peletakan batu pertama gedung pertemuan umat
Paroki Santo Petrus dan Andreas Sepauk. Bupati Jarot juga membeli buku biografi
Pastor Jacq, Mutiara Perancis di Bumi Senentang.
“Saya turut berbahagia atas perayaan pastor Jacq. Pastor Jacq
bukan milik umat katolik saja tapi milik masyarakat Kabupaten Sintang. Banyak
masyarakat kami yang sudah merasakan pelayanan beliau. Sehingga tentunya,
sebagai Bupati Sintang, saya ucapkan selamat melayani panggilan tuhan, panggilan
umat sangat luar biasa,” ujarnya.
Bupati Jarot menceritakan sebuah pengalamannya tentang salah
seorang pastor misi yang ia kenal dalam pelayanan bersama di Tanah Pinoh
Kabupaten Melawi. Ia bercerita bahwa seorang pastor di pedalaman tidak hanya
mengurusi soal iman dan agama tapi sampai pada pelayanan orang sakit.
“Pastor tersebut sampai meniggal akibat tuberculosis (TB),
terjangkiti oleh umat yang dilayaninya,” kenang dr. Jarot.
“Terima kasih karna telah menjadi contoh dan teladan kami,
sudah menjadi berkat,” lanjutnya.
“Melalui keikutsertaan kami, pemerintah dalam pembangunan
gedung pertemuan umat, kami akan berperan aktif. Ini adalah bentuk kehadiran
Negara di tengah masyarakat, dengan terlibat dalam proses mewujudkan keinginan
umat, keinginan rakyat, Pemerintah Sintang turut menghadirkan negara di Sepauk
ini,” lanjutnya lagi.
Sementara, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap selaku pimpinan
tertinggi gereja Katolik di Sintang menyampaikan bahwa kehidupan pastor Jacq
merupakan berkat tersendiri bagi Sintang. Dalam pembinaan hidup keagamaan umat
Katolik di Sintang, hal tersebut ditunjukkan dalam pengabdiannya selama 17
tahun di Sintang.
“Hidup imamat, menjalani kehidupan sebagai seorang pastor,
selibat selama 50 tahun bukanlah hal yang mudah. Benih-benih iman yang pastor
Jacq tanam dan rawat di Sintang semoga tetap subur, semoga beliau juga
dianugrahi usia yang panjang agar kita masih lama dapat merasakan berkat Tuhan
lewat pastor Jacq,” harapnya.
Turut hadir sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama
baik dari Sintang, Kapuas Hulu dan dari Pontianak. (*/Sg)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini