Sintang    

Hadiri Perayaan Pesta Emas Pastor Jacques Chapuis OMI, Bupati Jarot: Beliau Milik Masyarakat Sintang

Oleh : Jauhari Fatria
Wednesday, 10 October 2018
Hadiri Perayaan Pesta Emas Pastor Jacques Chapuis OMI, Bupati Jarot: Beliau Milik Masyarakat Sintang
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline, Sintang

Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Sekretaris Daerah Kabupaten

Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M.Si menghadiri perayaan pesta emas imamat pastor

Jacques Chapuis OMI di Sepauk Sintang, Minggu (7/10/2018).

Pada kesempatan ini, Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama

Uskup Sintang juga melakukan peletakan batu pertama gedung pertemuan umat

Paroki Santo Petrus dan Andreas Sepauk. Bupati Jarot juga membeli buku biografi

Pastor Jacq, Mutiara Perancis di Bumi Senentang.

“Saya turut berbahagia atas perayaan pastor Jacq. Pastor Jacq

bukan milik umat katolik saja tapi milik masyarakat Kabupaten Sintang. Banyak

masyarakat kami yang sudah merasakan pelayanan beliau. Sehingga tentunya,

sebagai Bupati Sintang, saya ucapkan selamat melayani panggilan tuhan, panggilan

umat sangat luar biasa,” ujarnya.

Bupati Jarot menceritakan sebuah pengalamannya tentang salah

seorang pastor misi yang ia kenal dalam pelayanan bersama di Tanah Pinoh

Kabupaten Melawi. Ia bercerita bahwa seorang pastor di pedalaman tidak hanya

mengurusi soal iman dan agama tapi sampai pada pelayanan orang sakit.

“Pastor tersebut sampai meniggal akibat tuberculosis (TB),

terjangkiti oleh umat yang dilayaninya,” kenang dr. Jarot.

“Terima kasih karna telah menjadi contoh dan teladan kami,

sudah menjadi berkat,” lanjutnya.

“Melalui keikutsertaan kami, pemerintah dalam pembangunan

gedung pertemuan umat, kami akan berperan aktif. Ini adalah bentuk kehadiran

Negara di tengah masyarakat, dengan terlibat dalam proses mewujudkan keinginan

umat, keinginan rakyat, Pemerintah Sintang turut menghadirkan negara di Sepauk

ini,” lanjutnya lagi.

Sementara, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap selaku pimpinan

tertinggi gereja Katolik di Sintang menyampaikan bahwa kehidupan pastor Jacq

merupakan berkat tersendiri bagi Sintang. Dalam pembinaan hidup keagamaan umat

Katolik di Sintang, hal tersebut ditunjukkan dalam pengabdiannya selama 17

tahun di Sintang.

“Hidup imamat, menjalani kehidupan sebagai seorang pastor,

selibat selama 50 tahun bukanlah hal yang mudah. Benih-benih iman yang pastor

Jacq tanam dan rawat di Sintang semoga tetap subur, semoga beliau juga

dianugrahi usia yang panjang agar kita masih lama dapat merasakan berkat Tuhan

lewat pastor Jacq,” harapnya.

Turut hadir sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama

baik dari Sintang, Kapuas Hulu dan dari Pontianak. (*/Sg)

Artikel Selanjutnya
Buka Diskusi Politik Kesbangpol Sintang, Bupati Jarot: Kita Ingin Pemilu yang Substansial
Wednesday, 10 October 2018
Artikel Sebelumnya
Polisi Amankan Pelaku Penganiayaan Terhadap Perempuan
Wednesday, 10 October 2018

Berita terkait