Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Saturday, 07 July 2018 |
KalbarOnline, Ketapang – Taman Kota Ketapang di kawasan Jalan Jendral Sudirman merupakan salah satu tempat bersantai dan berolahraga yang cukup ramai dikunjungi masyarakat.
Namun, pengunjung mengeluh karena fasilitas kamar kecil atau toilet di taman ini tidak berfungsi serta terkesan seperti tidak terurus. Terlihat dari ruang toilet yang kumuh dan berbau busuk serta beberapa fasilitas sudah tampak rusak.
Randi, warga Ketapang yang berkunjung di Taman Kota mengakui lokasi ini cocok untuk tempat bersantai serta berolahraga mengisi waktu luang. Sayangnya, masih ada fasilitas yang belum berfungsi, seperti toilet yang sudah disediakan di taman.
“Kita bingung mau buang air kecil di mana. Kalau toilet yang ada di taman tidak bisa digunakan, masa buang air di semberang tempat,” katanya, kepada KalbarOnline, Sabtu (7/7/2018).

Karena fasilitas kamar kecil tidak berfungsi, pengunjung biasanya ke tempat-tempat yang menyediakan toilet atau bahkan memilih pulang jika ingin buang air. Padahal warga masih mau bersantai lebih lama lagi.
“Saya sama temen-temen kalau sangat mendesak, terpaksa cari toilet. Mau balik ke rumah cukup jauh. Jadi kurang puas juga,” sambung Randi.
Keluhan yang sama juga disampaikan Mahdi, yang sengaja mampir untuk berolahraga. Ia mengira toilet tersebut berfungsi. Padahal dia berniat buat air.
“Saya kira WC-nya berfungsi. Saya mau cuci muka dan buang air kecil. Ternyata tidak ada satupun yang berisi air bahkan tioiletnya kumuh dan berbau busuk,” katanya.
Sejumlah pengunjung juga berharap agar fasilitas ini bisa difungsikan karena sangat disayangkan jika fasilitas toilet umum yang belum lama dibangun dengan menghabiskan ratusan juta rupiah tersebut dibiarkan tanpa perawatan.
Selain itu, Taman Kota Ketapang cukup ramai dikunjungi. Sehingga pengunjung tidak buang air kecil sembarangan. (Adi LC)
KalbarOnline, Ketapang – Taman Kota Ketapang di kawasan Jalan Jendral Sudirman merupakan salah satu tempat bersantai dan berolahraga yang cukup ramai dikunjungi masyarakat.
Namun, pengunjung mengeluh karena fasilitas kamar kecil atau toilet di taman ini tidak berfungsi serta terkesan seperti tidak terurus. Terlihat dari ruang toilet yang kumuh dan berbau busuk serta beberapa fasilitas sudah tampak rusak.
Randi, warga Ketapang yang berkunjung di Taman Kota mengakui lokasi ini cocok untuk tempat bersantai serta berolahraga mengisi waktu luang. Sayangnya, masih ada fasilitas yang belum berfungsi, seperti toilet yang sudah disediakan di taman.
“Kita bingung mau buang air kecil di mana. Kalau toilet yang ada di taman tidak bisa digunakan, masa buang air di semberang tempat,” katanya, kepada KalbarOnline, Sabtu (7/7/2018).

Karena fasilitas kamar kecil tidak berfungsi, pengunjung biasanya ke tempat-tempat yang menyediakan toilet atau bahkan memilih pulang jika ingin buang air. Padahal warga masih mau bersantai lebih lama lagi.
“Saya sama temen-temen kalau sangat mendesak, terpaksa cari toilet. Mau balik ke rumah cukup jauh. Jadi kurang puas juga,” sambung Randi.
Keluhan yang sama juga disampaikan Mahdi, yang sengaja mampir untuk berolahraga. Ia mengira toilet tersebut berfungsi. Padahal dia berniat buat air.
“Saya kira WC-nya berfungsi. Saya mau cuci muka dan buang air kecil. Ternyata tidak ada satupun yang berisi air bahkan tioiletnya kumuh dan berbau busuk,” katanya.
Sejumlah pengunjung juga berharap agar fasilitas ini bisa difungsikan karena sangat disayangkan jika fasilitas toilet umum yang belum lama dibangun dengan menghabiskan ratusan juta rupiah tersebut dibiarkan tanpa perawatan.
Selain itu, Taman Kota Ketapang cukup ramai dikunjungi. Sehingga pengunjung tidak buang air kecil sembarangan. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini