Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Tuesday, 08 August 2017 |
KalbarOnline, Ketapang – Pembukaan kegiatan Gawai Arkeologi 2017 oleh Balai Arkeologi, Kalimantan Selatan yang berlangsung di Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Ketapang, Drs H.M Mansyur, M.Si, Senin (7/8).
Dalam sambutannya, Sekda Ketapang yang mewakili Bupati menyampaikan bahwa kegiatan Gawai Arkeologi merupakan peranan penting dalam transformasi sosial budaya masyarakat untuk menuju masyarakat madani atau masyarakat yang beradab, dimana menurutnya Balai arkeologi Kalimantan Selatan adalah sebagai organisasi penelitian dan pengembangan arkeologi nasional di wilayah Kalimantan berkewajiban untuk menjawab berbagai tantangan serta harus mampu memberikan sumbangsih kepada kepentingan masyarakat.
“Salah satu bentuk kepentingan tersebut masyarakat berhak menempatkan pemahaman atas pengetahuan yang didapat para arkiologi,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan jika masyarakat juga berhak untuk terlibat dalam pengelolaan sumber daya budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal.
“Bupati Ketapang berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat agar dapat menumbuh kembangkan komunitas-komunitas budaya yang berorientasi pada pelestarian nilai-nilai budaya dan meliterasi nilai-nilai budaya masa lalu dalam kontek budaya masa kini dalam berbagai bentuk,” jelasnya.
Pembukaan kegiatan Gawai Arkeologi 2017 tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Jakarta I Made Griya, Pangeran Ratu Karta Negara Kerajaan Matan Tanjungpura, Ir H Gusti Kamboja, MH, Kepala Balai Arkeologi Kalimantan Selatan, Bambang Sakti Wiku Atmodjo, serta para narasumber, M Dwi Cahyono, Dosen Universitas Negeri Malang, Rochtry Agung Bawono, Dosen Arkeologi Universitas Udayan, Kresno Yulianto, Dosen Arkeologi Universitas Indonesia, BPNB Pontianak, I Gusti Ngurah Suarbahwa Balai arkeolegi Bali Pejabat Dinas Pariwisaa dan Kebudayaan, perwakilan Polres dan Kodim 1203 Ketapang
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyulutan Meriam Pusaka Padam Pelite di halaman Kraton Kerajaan Matan Tanjungpura oleh Sekda Ketapang.
Kegiatan yang juga dimeriahkan dengan penampilan tari jepin Melayu Tembung Buluh yang berasal dari Tarian Melayu Ketapang dan atraksi baronsai dari adat budaya Tionghoa tersebut berakhir dengan sukses. (Adi LC)
KalbarOnline, Ketapang – Pembukaan kegiatan Gawai Arkeologi 2017 oleh Balai Arkeologi, Kalimantan Selatan yang berlangsung di Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Ketapang, Drs H.M Mansyur, M.Si, Senin (7/8).
Dalam sambutannya, Sekda Ketapang yang mewakili Bupati menyampaikan bahwa kegiatan Gawai Arkeologi merupakan peranan penting dalam transformasi sosial budaya masyarakat untuk menuju masyarakat madani atau masyarakat yang beradab, dimana menurutnya Balai arkeologi Kalimantan Selatan adalah sebagai organisasi penelitian dan pengembangan arkeologi nasional di wilayah Kalimantan berkewajiban untuk menjawab berbagai tantangan serta harus mampu memberikan sumbangsih kepada kepentingan masyarakat.
“Salah satu bentuk kepentingan tersebut masyarakat berhak menempatkan pemahaman atas pengetahuan yang didapat para arkiologi,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan jika masyarakat juga berhak untuk terlibat dalam pengelolaan sumber daya budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal.
“Bupati Ketapang berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat agar dapat menumbuh kembangkan komunitas-komunitas budaya yang berorientasi pada pelestarian nilai-nilai budaya dan meliterasi nilai-nilai budaya masa lalu dalam kontek budaya masa kini dalam berbagai bentuk,” jelasnya.
Pembukaan kegiatan Gawai Arkeologi 2017 tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Jakarta I Made Griya, Pangeran Ratu Karta Negara Kerajaan Matan Tanjungpura, Ir H Gusti Kamboja, MH, Kepala Balai Arkeologi Kalimantan Selatan, Bambang Sakti Wiku Atmodjo, serta para narasumber, M Dwi Cahyono, Dosen Universitas Negeri Malang, Rochtry Agung Bawono, Dosen Arkeologi Universitas Udayan, Kresno Yulianto, Dosen Arkeologi Universitas Indonesia, BPNB Pontianak, I Gusti Ngurah Suarbahwa Balai arkeolegi Bali Pejabat Dinas Pariwisaa dan Kebudayaan, perwakilan Polres dan Kodim 1203 Ketapang
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyulutan Meriam Pusaka Padam Pelite di halaman Kraton Kerajaan Matan Tanjungpura oleh Sekda Ketapang.
Kegiatan yang juga dimeriahkan dengan penampilan tari jepin Melayu Tembung Buluh yang berasal dari Tarian Melayu Ketapang dan atraksi baronsai dari adat budaya Tionghoa tersebut berakhir dengan sukses. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini