Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 23 May 2026 |
KALBARONLINE.com - Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni mengingatkan pemerintah daerah harus memperketat belanja dan melakukan efisiensi anggaran agar penggunaan APBD lebih tepat sasaran untuk masyarakat.
Hal itu disampaikan Fatoni usai menghadiri pembukaan Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Regional Kalimantan yang berlangsung di Pontianak, Sabtu (23/05/2026).
Menurut Fatoni, pemerintah daerah perlu mengurangi belanja yang dinilai tidak penting dan tidak mendesak, sehingga anggaran daerah dapat difokuskan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami dari Kementerian Dalam Negeri sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri terus mendorong agar daerah bisa melakukan inovasi dan terobosan dalam meningkatkan pendapatan daerah. Dengan kemampuan fiskal seperti saat ini, daerah perlu kreatif mencari sumber pembiayaan yang ada tetapi tidak membebani masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain mencari sumber pembiayaan baru, daerah juga harus disiplin dalam pengelolaan anggaran.
“Daerah juga harus mengetatkan belanja, melakukan efisiensi, mengurangi belanja-belanja yang tidak penting dan tidak perlu sehingga belanja bisa fokus ke masyarakat, tepat sasaran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Fatoni menilai, forum Raker Komwil V Regional Kalimantan menjadi wadah penting bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan di daerah.
“Maka forum seperti ini sangat penting, seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, untuk bertukar pengalaman, meng-update informasi, meng-update regulasi dan kebijakan sehingga dipahami bersama, dan juga bisa bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah,” ucapnya.
Ia menyebut setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda maupun persoalan yang sama. Karena itu, daerah dapat saling belajar dalam menyusun kebijakan dan solusi terbaik.
“Tentu persoalannya ada yang sama, ada yang berbeda. Bagi yang sama tentu bisa meniru daerah lain, yang berbeda tentu bisa dicarikan solusi yang terbaik,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni mengingatkan pemerintah daerah harus memperketat belanja dan melakukan efisiensi anggaran agar penggunaan APBD lebih tepat sasaran untuk masyarakat.
Hal itu disampaikan Fatoni usai menghadiri pembukaan Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Regional Kalimantan yang berlangsung di Pontianak, Sabtu (23/05/2026).
Menurut Fatoni, pemerintah daerah perlu mengurangi belanja yang dinilai tidak penting dan tidak mendesak, sehingga anggaran daerah dapat difokuskan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami dari Kementerian Dalam Negeri sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri terus mendorong agar daerah bisa melakukan inovasi dan terobosan dalam meningkatkan pendapatan daerah. Dengan kemampuan fiskal seperti saat ini, daerah perlu kreatif mencari sumber pembiayaan yang ada tetapi tidak membebani masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain mencari sumber pembiayaan baru, daerah juga harus disiplin dalam pengelolaan anggaran.
“Daerah juga harus mengetatkan belanja, melakukan efisiensi, mengurangi belanja-belanja yang tidak penting dan tidak perlu sehingga belanja bisa fokus ke masyarakat, tepat sasaran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Fatoni menilai, forum Raker Komwil V Regional Kalimantan menjadi wadah penting bagi pemerintah daerah untuk saling bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama atas berbagai persoalan di daerah.
“Maka forum seperti ini sangat penting, seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, untuk bertukar pengalaman, meng-update informasi, meng-update regulasi dan kebijakan sehingga dipahami bersama, dan juga bisa bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah,” ucapnya.
Ia menyebut setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda maupun persoalan yang sama. Karena itu, daerah dapat saling belajar dalam menyusun kebijakan dan solusi terbaik.
“Tentu persoalannya ada yang sama, ada yang berbeda. Bagi yang sama tentu bisa meniru daerah lain, yang berbeda tentu bisa dicarikan solusi yang terbaik,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini