Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 21 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan seperti TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Menurutnya, di tengah perkembangan era digital saat ini, semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda.
Hal itu disampaikan Edi saat membuka Sosialisasi Bela Negara di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (21/5/2026).
“Bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, TNI dan Polri, tetapi kita semua sebagai warga negara Indonesia wajib ikut mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Edi menjelaskan, sosialisasi bela negara menjadi semakin penting karena generasi muda saat ini hidup di tengah arus digitalisasi yang begitu kuat. Generasi milenial, Gen Z hingga Gen Alpha sangat dekat dengan media sosial, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, perkembangan teknologi memang membawa banyak manfaat, mulai dari mempercepat pelayanan publik, mempermudah komunikasi, hingga mendukung penerapan konsep smart city di Kota Pontianak. Namun di sisi lain, teknologi juga bisa berdampak negatif jika tidak digunakan secara bijak.
“Media sosial dan teknologi informasi sangat membantu, tetapi juga punya kelemahan kalau kita tidak bijak. Bisa muncul hoaks, fitnah, perundungan, dan hal-hal yang menyesatkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyinggung peristiwa viral terkait lomba cerdas cermat yang sempat menjadi perhatian publik nasional. Ia menilai kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran penting bagi generasi muda untuk lebih bijak menyikapi informasi dan tidak mudah menghakimi.
Menurutnya, pelajar harus mampu melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang, tidak mudah tersulut emosi, dan tidak ikut menyebarkan komentar negatif yang bisa merugikan orang lain.
“Kalau kita melihat sesuatu, jangan hanya dari satu sisi. Kita harus bijak, karena manusia punya akal, punya kelebihan, tetapi juga punya kekurangan,” jelasnya.
Edi menambahkan, kegiatan sosialisasi bela negara maupun lomba cerdas cermat sejatinya bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat nilai ini perlu terus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pelajar,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda di Kota Pontianak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, bijak dalam bermedia sosial, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif.
“Di era digital ini, adik-adik harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan yang baik, untuk kemajuan, dan untuk menjaga persatuan bangsa,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan seperti TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Menurutnya, di tengah perkembangan era digital saat ini, semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda.
Hal itu disampaikan Edi saat membuka Sosialisasi Bela Negara di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (21/5/2026).
“Bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, TNI dan Polri, tetapi kita semua sebagai warga negara Indonesia wajib ikut mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Edi menjelaskan, sosialisasi bela negara menjadi semakin penting karena generasi muda saat ini hidup di tengah arus digitalisasi yang begitu kuat. Generasi milenial, Gen Z hingga Gen Alpha sangat dekat dengan media sosial, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, perkembangan teknologi memang membawa banyak manfaat, mulai dari mempercepat pelayanan publik, mempermudah komunikasi, hingga mendukung penerapan konsep smart city di Kota Pontianak. Namun di sisi lain, teknologi juga bisa berdampak negatif jika tidak digunakan secara bijak.
“Media sosial dan teknologi informasi sangat membantu, tetapi juga punya kelemahan kalau kita tidak bijak. Bisa muncul hoaks, fitnah, perundungan, dan hal-hal yang menyesatkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyinggung peristiwa viral terkait lomba cerdas cermat yang sempat menjadi perhatian publik nasional. Ia menilai kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran penting bagi generasi muda untuk lebih bijak menyikapi informasi dan tidak mudah menghakimi.
Menurutnya, pelajar harus mampu melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang, tidak mudah tersulut emosi, dan tidak ikut menyebarkan komentar negatif yang bisa merugikan orang lain.
“Kalau kita melihat sesuatu, jangan hanya dari satu sisi. Kita harus bijak, karena manusia punya akal, punya kelebihan, tetapi juga punya kekurangan,” jelasnya.
Edi menambahkan, kegiatan sosialisasi bela negara maupun lomba cerdas cermat sejatinya bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat nilai ini perlu terus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pelajar,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda di Kota Pontianak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, bijak dalam bermedia sosial, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif.
“Di era digital ini, adik-adik harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan yang baik, untuk kemajuan, dan untuk menjaga persatuan bangsa,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini