Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 18 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Edi Rusdi Kamtono mendorong kader Himpunan Mahasiswa Islam untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual, sikap kritis, serta kemampuan membaca dinamika bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Edi, masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi muda saat ini, termasuk para kader HMI yang selama ini dikenal aktif berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga pembangunan sosial masyarakat.
“Kemarin saat retret di Magelang, kami berkumpul dengan alumni HMI. Ada 126 kepala daerah yang alumni HMI. Artinya tidak sia-sia adik-adik berhimpun sebagai kader HMI untuk terus menyiarkan kemajuan,” ujarnya saat menutup kegiatan Intermediate Training atau Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI tingkat nasional HMI Cabang Pontianak 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Minggu (17/5/2026) malam.
Edi menilai tema kegiatan “Resonansi Nalar Khatulistiwa HMI Menuju Indonesia Emas 2045” sangat relevan dengan kondisi global saat ini yang penuh tantangan.
Ia menyebut, Indonesia tengah menghadapi berbagai tekanan mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, dampak konflik Timur Tengah, perubahan harga energi, hingga naik-turunnya kebutuhan pokok masyarakat.
“Indonesia Emas 2045 ini terwujud atau tidak, tergantung bagaimana pengelolaan bangsa kita. Kita semua, baik terlibat langsung maupun tidak langsung, punya peran dalam proses menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Menurut Edi, situasi global yang tidak menentu harus disikapi dengan optimisme namun tetap penuh kewaspadaan.
Ia menegaskan, stabilitas ekonomi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. Sebab jika tekanan ekonomi terus meningkat, dampaknya akan terasa langsung hingga ke daerah.
Selain itu, Edi juga menyoroti besarnya pengaruh era digital dan media sosial terhadap kehidupan masyarakat saat ini.
Menurutnya, arus informasi yang sangat cepat dapat menjadi kekuatan besar apabila diimbangi kemampuan berpikir kritis. Namun sebaliknya, bisa memicu kegaduhan apabila masyarakat tidak mampu memilah informasi dengan baik.
“Kalau kita tidak mampu membaca dan memprediksi keadaan, ini bisa menjadi tantangan,” jelasnya.
Edi menambahkan, Kalimantan Barat dan Pontianak memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sektor perkebunan, pertambangan, industri kreatif, hingga ekonomi digital.
Karena itu, ia menilai kader muda harus mampu memanfaatkan peluang tersebut secara produktif agar tidak menjadi potensi yang terlewatkan.
Menurutnya, kegiatan Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI menjadi ruang penting untuk memperkuat wawasan, kedewasaan berpikir, serta kapasitas kader HMI agar lebih siap menghadapi tantangan bangsa.
“Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas kader seperti ini diharapkan berdampak untuk kebaikan dan kemajuan bangsa kita,” ujarnya.
Sebagai kepala daerah, Edi mengaku merasakan langsung tantangan dalam pemerintahan, mulai dari faktor eksternal, regulasi, keterbatasan anggaran, hingga tingginya tuntutan masyarakat.
Karena itu, ia berharap kader HMI mampu membaca persoalan secara utuh dan ikut berkontribusi nyata dalam pembangunan.
“Perjuangan itu tidak selesai sampai di sini. Kita akan terus berkiprah. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi dan semangat untuk terus membangun negeri di semua sektor,” katanya.
Edi juga menilai kekuatan HMI terletak pada militansi kader, jaringan alumni yang luas, serta kuatnya ikatan emosional antaranggota di berbagai daerah.
“Ini salah satu kekuatan HMI yang sebenarnya bisa kita sinergikan dan kolaborasikan. Alumni HMI sangat kuat, sangat militan, dan selalu punya ikatan emosional,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Edi Rusdi Kamtono mendorong kader Himpunan Mahasiswa Islam untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual, sikap kritis, serta kemampuan membaca dinamika bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Edi, masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi muda saat ini, termasuk para kader HMI yang selama ini dikenal aktif berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga pembangunan sosial masyarakat.
“Kemarin saat retret di Magelang, kami berkumpul dengan alumni HMI. Ada 126 kepala daerah yang alumni HMI. Artinya tidak sia-sia adik-adik berhimpun sebagai kader HMI untuk terus menyiarkan kemajuan,” ujarnya saat menutup kegiatan Intermediate Training atau Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI tingkat nasional HMI Cabang Pontianak 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Minggu (17/5/2026) malam.
Edi menilai tema kegiatan “Resonansi Nalar Khatulistiwa HMI Menuju Indonesia Emas 2045” sangat relevan dengan kondisi global saat ini yang penuh tantangan.
Ia menyebut, Indonesia tengah menghadapi berbagai tekanan mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, dampak konflik Timur Tengah, perubahan harga energi, hingga naik-turunnya kebutuhan pokok masyarakat.
“Indonesia Emas 2045 ini terwujud atau tidak, tergantung bagaimana pengelolaan bangsa kita. Kita semua, baik terlibat langsung maupun tidak langsung, punya peran dalam proses menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Menurut Edi, situasi global yang tidak menentu harus disikapi dengan optimisme namun tetap penuh kewaspadaan.
Ia menegaskan, stabilitas ekonomi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. Sebab jika tekanan ekonomi terus meningkat, dampaknya akan terasa langsung hingga ke daerah.
Selain itu, Edi juga menyoroti besarnya pengaruh era digital dan media sosial terhadap kehidupan masyarakat saat ini.
Menurutnya, arus informasi yang sangat cepat dapat menjadi kekuatan besar apabila diimbangi kemampuan berpikir kritis. Namun sebaliknya, bisa memicu kegaduhan apabila masyarakat tidak mampu memilah informasi dengan baik.
“Kalau kita tidak mampu membaca dan memprediksi keadaan, ini bisa menjadi tantangan,” jelasnya.
Edi menambahkan, Kalimantan Barat dan Pontianak memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sektor perkebunan, pertambangan, industri kreatif, hingga ekonomi digital.
Karena itu, ia menilai kader muda harus mampu memanfaatkan peluang tersebut secara produktif agar tidak menjadi potensi yang terlewatkan.
Menurutnya, kegiatan Latihan Kader II dan Latihan Khusus KOHATI menjadi ruang penting untuk memperkuat wawasan, kedewasaan berpikir, serta kapasitas kader HMI agar lebih siap menghadapi tantangan bangsa.
“Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas kader seperti ini diharapkan berdampak untuk kebaikan dan kemajuan bangsa kita,” ujarnya.
Sebagai kepala daerah, Edi mengaku merasakan langsung tantangan dalam pemerintahan, mulai dari faktor eksternal, regulasi, keterbatasan anggaran, hingga tingginya tuntutan masyarakat.
Karena itu, ia berharap kader HMI mampu membaca persoalan secara utuh dan ikut berkontribusi nyata dalam pembangunan.
“Perjuangan itu tidak selesai sampai di sini. Kita akan terus berkiprah. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi dan semangat untuk terus membangun negeri di semua sektor,” katanya.
Edi juga menilai kekuatan HMI terletak pada militansi kader, jaringan alumni yang luas, serta kuatnya ikatan emosional antaranggota di berbagai daerah.
“Ini salah satu kekuatan HMI yang sebenarnya bisa kita sinergikan dan kolaborasikan. Alumni HMI sangat kuat, sangat militan, dan selalu punya ikatan emosional,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini